Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 80 - Kepulangan Dhena


__ADS_3

Suara alarm sudah bersahutan menandakan waktu subuh sudah tiba. Agni terbangun dari tidurnya, ia membangunkan suaminya untuk segera melaksanakan kewajibannya.


Hari ini Deva dan Agni hanya berdua di rumah, kedua orangtua Deva, Pak Jefri dan Mama Nita sedang berada di luar kota karena Dhena sudah selesai sekolah kedokterannya, setelah ini Dhena akan bertugas di salah satu rumah sakit daerah yang ditunjuk oleh pemerintah yang tidak jauh dari rumah.


" Mas hari ini kamu gak praktek ? " tanya Agni karena melihat suaminya masih santai dengan pakaian rumahan duduk di sofa.


" Mmh.. hari ini aku libur, lagipula Dhena hari ini pulang " jawab Deva.


" Mhh.. " Agni mengangguk tersenyum.


" Oya Mas, kenapa sih kamu gak ijinin aku ikut sama Mama Nita, sama Papa Jefri buat jemput Dhena ? " tanya Agni.


Karena sebelumnya Agni sudah diajak oleh kedua mertuanya untuk menjemput Dhena keluar kota, namun Deva tidak mengijinkan mengingat kehamilan Agni yang sudah semakin besar, ia khawatir Agni akan kelelahan.


" Aku bukannya gak ngijinin, liat tuh perut kamu udah semakin besar, perjalanan dari sini ke tempat Dhena lumayan jauh, aku khawatir kamu kecapean " ucap Deva.


Agni mengerti, ia pun tidak ingin mendebat suaminya. Agni menghampiri lalu duduk tepat disebelah Deva. Deva mengelus perut istrinya yang memang sudah membesar.


Dug..


Teraba gerakan dari dalam perut Agni.


" Kamu tahu aja dek, Papa gak kerja hehe " ucap Agni.


Deva hanya tertawa ia kembali mengelus perut istrinya.


" Sabar ya dek, nanti kita ketemu kamu sehat-sehat di perut Mama ya.. " ucap Deva berbicara ke perut istrinya.


" Oya Mas, gimana kalo kita sambut Dhena pulang kesini, kita masak aja gimana ? Makanan kesukaan Dhena apa ya ? " tanya Agni.


" Hmm.. boleh tapi kamu capek gak ? pesen aja deh .. " jawab Deva.


" Gak apa-apa sih aku kuat kok kalo cuma masak aja " susul Agni.


" Ya aku terserah kamu, makanan kesukaan Dhena itu, senengnya gurame asam manis, kangkung belacan, tempe mendoan, gitu-gitu sih Yang.. makanan rumahan biasa " ucap Deva.


" Hmm.. oke deh.. " Agni beranjak dari duduknya berjalan keluar kamar.


" Mau kemana ? " tanya Deva.


" Ke dapur " jawab Agni.


Deva beranjak dari duduk mengekori Agni menuju dapur, ia melihat Agni langsung membuka kulkas, melihat isi didalamnya sedangkan Deva ia duduk di kursi makan.


" Mas.. disini cuma aja udang, dimana ya kita beli ikan gurame ? " tanya Agni.


" Hmm.. yang ada aja Yang.. gak ikan gurame, udang juga gak apa-apa, apa aja deh terserah kamu " jawab Deva.


" Ya udah " Agni mengeluarkan beberapa bahan makanan seperti sayuran dan ikan termasuk udang.


Agni mulai memproses beberapa bahan makanan, Deva yang memperhatikan istrinya merasa tidak enak jika ia hanya berdiam saja, Deva menghampiri lalu mengambil alih beberapa bahan makanan yang belum Agni proses.


" Aku bantuin " ucap Deva.


" Beneran Mas ? " tanya Agni.


" Iya sini, kamu kasih tahu aja, mana yang harus aku kerjain " jawab Deva.


Agni memberitahu Deva mana saja yang harus Deva kerjakan, mereka berdua akhirnya berjibaku membuat makanan untuk menyambut Dhena pulang. Setelah beberapa jam berada di dapur, masakan yang dibuat oleh Agni hampir selesai, tidak lama terdengar suara dering telepon dari ponsel Deva.


" Sebentar ya aku angkat telepon dulu " ucap Deva berjalan mengambil ponselnya yang ia simpan di meja ruang televisi.


Terlihat pada layar ponsel Mama Nita menghubungi Deva.


Deva : " Halo Ma assalamu'alaikum "


Mama Nita : " Ya Dev, wa'alaikumusalam, Kamu dimana ? sedang di rumah sakit ? "

__ADS_1


Deva : " Deva di rumah Ma, hari ini libur "


Mama Nita : " Syukurlah kalau kamu di rumah, tadi Mama hubungi Agni tapi tidak ada jawaban "


Deva : " Oh ya, ponsel Agni di kamar Ma, kita sedang di dapur "


Mama Nita : " Di dapur ? "


Deva : " Iya, oya Mama sampai mana ? "


Mama Nita : " Kita sekitar 30 menit lagi sampai rumah Dev, oya Dev ini Dhena mau bicara "


Dhena : " Halo Mas Deva "


Deva : " Ya Dhen, selamat ya sudah selesai koas "


Dhena : " Terima kasih Mas, Oya Mas.. bisa pesenin tempe mendoan gak ? aku pengen banget "


Deva : " Bisa, tenang aja kamu sampe rumah udah ada "


Dhena : " Beneran ? thank you Mas Devaaa "


Deva : " Oke "


Sambungan telepon ditutup.


Deva kembali menyimpan ponselnya, ia berjalan menghampiri Agni.


" Gimana Mas ? " tanya Agni.


" Mereka akan sampai sekitar 30 menit lagi " jawab Deva.


" Hmm.. untung udah mau selesai nih " susul Agni.


" Iya " Deva tersenyum.


Deva dengan sigap mengambilkan air minum untuk istrinya.


" Ini diminum dulu " ucap Deva.


" Makasih Mas " Agni meraih gelas yang Deva berikan.


" Kamu capek ? " tanya Deva.


" Nggak Mas, cuma pinggang aku aja agak pegel " jawab Agni.


" Aku bilang juga kan " ucap Deva mendekati Agni mengusap-usap pinggangnya.


" Gak apa-apa kok Mas, cuma butuh nyender aja sebentar " ucap Agni.


" Iya tapi jangan terlalu sering, cukup sekarang aja ya " susul Deva.


Agni hanya mengangguk.


Tidak lama terdengar deru mesin mobil memasuki halaman rumah, Deva sudah pastikan itu kedua orangtuanya dan Dhena.


" Kayanya Mama, Papa dan Dhena udah nyampe deh, aku bukain pintu dulu ya " ucap Deva.


" Iya Mas "


Deva berjalan membuka pintu utama rumah, benar saja Dhena sudah berada berdiri di balik pintu.


" Assalamualaikum Mas Devaaaaa... akhirnya aku bisa menyelesaikan koas aku... " Dhena langsung memeluk kakak semata wayangnya.


" Wa'alaikumusalam, aduhhh aduh.. jangan nyekik gini dong.. kangen sih kangen Dhen.. tapi gak gini juga " ucap Deva meringis.


Dhena perlahan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Oya Mbak Agni mana ? cie yang bentar lagi jadi Ayah.. akhirnya aku bakal punya ponakan juga " ucap Dhena sekenanya.


Deva hanya tersenyum kecil, Mama Nita dan Papa Jefri mengajak masuk Dhena.


" Ngobrol nya di dalem aja " ucap Mama Nita.


Agni yang mendengar mertua dan adik iparnya sudah masuk kedalam rumah, beranjak dari duduknya untuk menghampiri ketiganya.


" Ma..Pa .. hai Dhena " ucap Agni menyalami kedua mertuanya.


" Haii.. Mbakkk... sehat-sehat ya Mbak " Dhena memeluk lalu mengelus perut kakak iparnya.


" Haloo.. keponakan aunty.. sehat-sehat ya kamu di perut Mama kamu.. nanti kita ketemu " ucap Dhena dihadapan perut Agni.


Agni hanya tersenyum.


" Wah wangi masakan nih, siapa yang masak Mas ? " Dhena berjalan menuju ruang makan.


" Mbak mu " ucap Deva singkat.


" Beneran ? "


" Agni kamu masak ? " tanya Mama Nita.


" Iya Ma.. " jawab Agni tersenyum.


" Aduh nak.. kamu lagi hamil, Mama kasian kalo kamu kecapean " ucap Mama Nita.


" Nggak kok Ma.. " balas Agni.


" Wahhh.. tempe mendoan.. " Dhena langsung mengambil satu tempe mendoan.


" Heyy.. cuci tangan dulu dong, maen samber aja " ucap Deva.


" Hehehe iya sorry.. udah gak sabar soalnya " Dhena menuju wastafel untuk mencuci tangannya terlebih dahulu.


Ia lalu kembali ke meja makan.


" Ma.. Pa.. karena makanan udah siap, gimana kalo makan dulu aja " ucap Deva.


" Oke.. Papa juga jadi lapar nih nyium aroma masakan nya " ucap Papa Jefri.


Mereka berlima akhirnya makan siang bersama.


" Mas.. ini tempe mendoan kok beda, beli di tempat biasa kan ? tapi kok lebih enak ini " ucap Dhena.


" Itu tempe mendoan spesial buat kamu, Mbak Agni yang bikin " ucap Deva.


" Hah beneran Mbak ? wah kalo kaya gini aku bisa minta dibikinin terus tempe mendoan sama Mbak, lagipula aku kan sekarang tinggal disini " ucap Dhena santai.


" Apa ? enak aja, bikin sendiri dong " susul Deva.


Mama Nita dan Papa Jefri hanya tertawa, mendengar percakapan kedua anaknya, Agni pun hanya tertawa kecil.


" Ini enak loh beneran deh, Mbak Agni pinter masak juga ya.. ajarin aku dong Mbak " ucap Dhena terus saja mengoceh.


" Dhen, makan dulu, nanti ngobrol nya di lanjut " ucap Papa Jefri.


" Iya nanti kita masak bareng ya " ucap Agni.


Deva menoleh ke arah istrinya.


" Yang.. jangan dong nanti kamu capek " ucap Deva.


" Mas Deva posesif banget " susul Dhena yang mendengar ucapan Deva kepada Agni.


Mama Nita dan Pak Jefri hanya bisa tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2