Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 50 - Anak Hak Sang Pencipta


__ADS_3

Agni masih betah duduk di balkon padahal angin malam mulai dingin menusuk kulit, namun Agni tak bergeming ia tetap duduk meratapi keadaan yang harus ia hadapi sekarang.


Deva sebetulnya belum benar-benar tidur, ia hanya ingin memenangkan pikirannya terlebih dahulu, ia merasa jika Agni sudah tidak ada disampingnya, ia membalikkan badan dan benar saja tidak ada Agni disana, Deva bangun dari tidurnya ia duduk di pinggiran kasur, melihat ke sekeliling kamar lalu mata nya tertuju kepada pintu kaca besar yang mengarah ke balkon, terlihat bayangan Agni sedang duduk di kursi favorit Deva.


Deva merasa bersalah atas ucapan nya tadi ia tidak bermaksud untuk berkata demikian, sebetulnya bagi Deva tidak masalah akan diberikan momongan kapan karena ia tahu anak adalah hak sang pencipta, ia banyak dihadapkan pada pasien-pasien nya yang sudah lama menikah dan ingin segera mendapatkan momongan, mengapa ia bisa memberikan semangat kepada pasien-pasien nya, sedangkan kepada istrinya sendiri ia malah membuat kecewa bahkan tersinggung dengan ucapannya.


Namun ia pun sedikit tersulut emosi karena desakan dan pertanyaan Mama Nita yang terus menanyakan kapan Agni hamil.


Deva beranjak dari kasur ia berjalan menuju balkon untuk menghampiri Agni, ia ingin meminta maaf kepada istrinya karena ucapannya tadi.


Ia melihat Agni masih menatap aliran air kolam yang berisi ikan koi peliharaan Deva, ia sudah tidak merasakan betapa dinginnya malam ini, Deva kembali lagi ke kamar untuk mengambil jaket, setelah ia mengambil jaket lalu ia kembali untuk menghampiri Agni.


Deva menghampiri Agni, lalu memakai kan jaket ke tubuh Agni. Agni terhenyak kaget, rupanya ia melamun ia tidak sadar jika Deva menghampiri nya.


" Maafin aku ya.. " ucap Deva.


" Hmm.. maaf untuk apa Mas ? aku yang seharusnya minta maaf, aku minta maaf belum bisa ngasih kamu keturunan " ucap Agni.


" Suttt.. kamu jangan bicara kaya gitu " balas Deva.

__ADS_1


" Mas.. memiliki anak adalah harapan setiap yang sudah menikah akupun sama Mas.. aku sangat menginginkan bisa cepat hamil dan memiliki anak, akupun tidak menyalahkan kamu Mas.. kamu juga sama pasti ingin segera memiliki keturunan " ucap Agni lirih.


" Sayang... " Deva langsung mendekap istrinya.


" Anak itu hak sang pencipta, kita tidak bisa memaksa kapan inginnya dan kapan tidak inginnya, semua sudah ada ketentuannya, tugas kita hanya memaksimalkan usaha dan berdoa " Deva menenangkan istrinya.


" Mas kamu mungkin bisa mengerti, bagaimana dengan Mama Nita ? Mama sangat ingin segera memiliki cucu Mas " ucap Agni.


Deva terdiam ia masih mendekap istrinya.


" Mas.. " Agni mendongakkan kepalanya.


" Aku besok mau ke RS Kasih Ibu ya.. aku mau periksa ke dokter Deva, ada masalah apa sama tubuh aku, aku pengen program hamil " ucap Agni dengan sungguh.


Deva yang mendengar ucapan istrinya menjadi tertawa kecil.


" Hah.. Dokter Deva ? siapa dia ? " tanya Deva pura-pura.


" Itu loh Mas, di itu dokter spesialis kandungan yang cukup banyak pasiennya disini, kebanyakan pasiennya yang sudah lama ingin memiliki anak, ikut program hamil di Dokter Deva dan banyak yang udah berhasil, aku mau kesana ya Mas.. " ucap Agni merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


" Sayang udah ah.. kamu gak usah becanda gitu, selama periode menstruasi kamu normal tiap bulan dan tidak ada keluhan lain, kemungkinan kamu hamil itu masih tinggi, kamu juga pasti ngerti kan permasalahan ini, masa mau aku kasih kuliah malam sih .. " ucap Deva tertawa kecil.


" Hmm.. gak apa-apa aku malah seneng.. apalagi yang ngajar nya Dokter Deva .. " balas Agni bergelayut manja.


" Hm.. kamu dulu waktu kuliah pasti suka cengin dokter kan " ucap Deva.


" Hah nggak lah.. Dosenku udah pada tua kali Mas.. " susul Agni.


Deva hanya tertawa mendengar ucapan Agni.


" Aku minta maaf ya.. sekali lagi aku minta kamu jangan banyak pikiran karena hal ini.. aku sama sekali gak masalah dan tidak akan mempermasalahkan, asal kamu tahu tujuan aku menikahi kamu bukan hanya itu, kalo tujuan aku menikahi kamu karena anak, jelas aku mungkin akan ninggalin kamu atau mencari yang lain mungkin, tapi tujuan menikah aku bukan hanya itu, tujuan menikah itu untuk menciptakan kebahagian " ucap Deva.


Agni yang terdiam ia memperhatikan suaminya yang sedang berbicara.


" Kamu ingat kan disaat kita menikah banyak yang mendoakan, semoga sakinah ya mawadah warahmah, inget gak kata-kata itu, itu artinya semoga rumah tangga kita diselimuti ketentraman, kecintaan dan kasih sayang, ada atau tanpa adanya anak, kita harus tetap seperti itu, aku sangat berharap besar kita akan sama-sama terus menjalani rumah tingga ini sampai maut memisahkan, biarkan anak adalah Hak Prerogatif Tuhan, yang terpenting kita sudah siap saat waktunya tiba " susul Deva.


Entah mengapa air mata kembali lolos dari pelupuk mata Agni, membuat Deva kembali mendekap Agni, Agni menangis didalam dekapan suaminya, Deva membiarkan istrinya menumpahkan isi hatinya.


" Aku berharap kamu selalu sabar terutama menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari Mama ya.. " ucap Deva.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2