
Deva sedang berada dirumah sakit sesuai jadwal ia ada praktek pagi. Agni sedang di rumah Deva tidak begitu khawatir karena dirumah ada Dhena biasanya Dhena yang akan selalu menemani Agni jika ia sedang libur praktek.
Saat Deva sedang jeda menangani pasien tiba-tiba ponselnya berdering ia dihubungi oleh pihak kepolisian.
" Selamat Pagi dokter Deva " ucap Bian.
" Pagi Pak Bian, bagaimana ada perkembangan apa ? " tanya Deva.
" .................... "
" Benar begitu Pak.. Alhamdulillah saya sangat senang jika pelaku nya sudah tertangkap "
" ..…............... "
" Apa ? Ya Tuhan !!!!! "
" Terima kasih banyak informasi nya Pak Bian "
Deva menutup teleponnya ia menghempaskan tubuhnya kesenderan kursi kerjanya.
" Ya Tuhan !!! " Deva mengusap kasar wajahnya.
Tidak ada maaf buat kamu ya... Aku gak nyangka ternyata hati kamu jahat...
...****************...
Di Rumah Mama Nita sedang menjamu teman-teman nya, ada sekitar 10 orang yang berada dirumah.
" Eh Jeng Mira mana ya ? tadi katanya sudah dijalan tapi belum sampai " ucap salah satu teman Mama Nita.
" Sepertinya sebentar lagi "
" Iya ya kok lama "
" Oya Jeng Nita.. mana anak gadismu ? " tanya Tante Molly.
" Oh ada di dalam, biasa dia kalau sedang libur praktek lebih banyak diam di rumah " jawab Mama Nita.
" Duh sudah lama nih gak ketemu sama Dhena ya.. iya Dhena " susul Tante Molly.
Disaat yang bersamaan Agni keluar kamar ia lupa teko yang biasa ia isi air hangat sudah habis, ia terpaksa harus keluar kamar menuju dapur sedang Dhena ia sedang berada di balkon kamar Deva, seperti biasa Dhena selalu nempel bersama Agni jika ia sedang tidak ada kegiatan.
Ceklek..
Terdengar pintu kamar tertutup kembali, Agni berjalan melewati kerumunan teman-teman Ibu mertuanya.
__ADS_1
" Permisi " ucap Agni.
Tante Molly menoleh ke sumber suara, disusul oleh teman Mama Nita yang lain.
" Eh.. ini istri nya Deva ya ? " tanya Tante Molly.
" Benar tante " jawab Agni tersenyum lalu menyalami Tante Molly.
" Gni.. mau kemana ? sini kenalin temen-temen Mama " ucap Mama Nita.
" Ini Mah.. Agni mau isi air hangat kedalam teko, oh iyaa .. "
Agni menyalami teman-teman Mama Nita.
" Aduh berapa bulan ini, selamat ya.. semoga lancar sampai lahiran "
" Cantiknya kamu nak.. pantas saja pilihan Mas Deva tidak salah ya .. "
" Duh.. senangnya.. Jeng Nita sebentar lagi momong cucu ya.. "
Mama Nita hanya tersenyum bahagia mendengar celotehan teman-teman nya, setelah bersalaman Agni pamit untuk mengambil air lalu kembali ke kamarnya.
" Loh mau kemana ? kenapa gak gabung aja sama nenek-nenek lincah disini " ucap Tante Molly.
" Eh aku belum nenek ya baru calon nenek " ucap salah satu teman Mama Nita disusul tawa teman-teman nya.
" Menantumu baik ya ramah juga, oya mana nih Dhena kok gak keluar sih Nit.. " tanya Tante Molly.
" Nanti juga kalo mau dia keluar " ucap Mama Nita santai.
Disaat yang bersamaan, terdengar suara seseorang masuk kedalam rumah.
" Selamat siang semuanya.. " Ucap Tante Mira Ibu dari Mentari.
" Nah akhirnya datang juga.. kok lama "
" Biasalah tadi nih, ke klinik Mentari dulu " ucapnya lalu terlihat Mentari mengekori Mama nya dari belakang.
" Oh Mentari ikut juga "
" Iya Tante.. apa kabar tante ? " Mentari menyalami teman-teman Mama nya.
" Halo Tante Nita.. apa kabar ? " tanya Mentari.
" Kabar baik Tari.. kamu makin cantik aja " Jawab Mama Nita basa-basi, ia sudah biasa saja ke Mentari tidak seperti awal-awal yang sangat menggebu jika Mentari datang ke rumahnya.
__ADS_1
Mereka semua berbincang, tidak lama Tante Molly teringat jika tempo hari Mama nita pernah bercerita jika Deva kecelakaan.
" Oya Jeng.. gimana perkembangan kasus kecelakaan anak mu Deva ? " celetuk Tante Molly.
Mentari yang mendengar celetukan Tante Molly terhenyak kaget, ia menghentikan aktifitas nya.
" Ya sudah diurus polisi tinggal menunggu siapa pelakunya "
" Emang gak wajar sih ya, kok bisa tega sih ada orang jahat seperti itu, untung gak apa-apa ya mana menantumu sedang hamil kan "
" Memangnya Deva kecelakaan gimana Nit ? " tanya Mira.
" Oh iya itu, Rem Mobil nya blong setelah di cek ternyata ad yang menggunting kabel nya "
" Ya Tuhan.. siapa yang melakukan itu semua Nit.. jahat sekali " ucap Tante Mira.
" Entahlah masih dicari oleh polisi pelakunya "
" Semoga cepat tertangkap ya.. "
Mentari yang sedari tadi duduk menjadi gusar, ia sudah pastikan ini adalah pekerjaan Gavin.
Kenapa Deva yang harus celaka, aku kan nyuruhnya istrinya bukan Deva.. Duh... kenapa aku jadi gak tenang gini ya..
Batin Mentari.
" Nak Tari ayo dimakan cemilan nya, atau mau langsung makan berat juga boleh " ucap Mama Nita.
" O..oh ya terima kasih tante "
" Hmm.. " Mama Nita hanya mengangguk tersenyum.
Mereka kembali berbincang yang diselingi gelak tawa. Hingga akhirnya ada suara ketukan pintu dari luar, membuat seisi ruangan menjadi hening.
" Siapa ya ? "
" Sebentar aku liat dulu ya.. santai aja ya lanjut lagi makan nya.. " ucap Mama Nita beranjak dari duduknya.
Mama Nita menghampiri dua orang pria yang suda berada di pintu utama rumah.
" Selamat siang Bu.. "
" Siang.. ada apa ya Pak.. dan dari mana ? "
" Kami dari .......... "
__ADS_1
💐💐💐