Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 95 - Terungkap


__ADS_3

Agni sedang duduk dikelilingi oleh Mama Nita, Dhena dan teman-teman Mama Nita, Bian menjelaskan secara rinci kepada Agni, tidak lama Deva datang sedikit terburu-buru masuk kedalam rumah.


"Assalamu'alaikum " ucap Deva yang sudah diambang pintu.


" Wa'alaikumusalam " jawab seisi ruangan berbarengan lalu menoleh ke arah sumber suara.


" Devvv... "


" Mas Deva.. "


Deva tersenyum menyalami Bian, teman-teman Mama Nita, Dhena juga Agni.


" Mas kamu udah tahu ? " tanya Agni saat Deva duduk di sebelahnya.


Deva mengangguk.


" Dev.. ternyata " ucap Mama Nita terhenti.


" Iya Mah.. Deva sudah tahu semua " ucap Deva.


" Mhh.. Pak Dokter mohon maaf, tadi saya sudah menjelaskan semua, terima kasih kepada Pak Dokter juga adiknya yang sudah membantu kami untuk menangkap saudari Mentari dan mungkin nanti saya minta Dokter Deva kembali ke kantor karena kami masih butuh keterangan dari Dokter Deva " ucap Bian.


" Baik, terima kasih banyak juga Pak Bian, akhirnya pelaku nya sudah tertangkap, silakan proses hukum tetap berjalan ya " ucap Deva.


" Kalau begitu saya permisi " Bian pamit untuk kembali ke Markas Kepolisian.


Selepas kepergian Bian, di rumah Mama Nita, Dhena, Agni, Deva juga teman-teman Mama Nita kembali membicarakan Mentari anak dari Tante Mira.


" Gak nyangka lo ya.. jahat banget itu anaknya si Mira "


" Iya.. bener-bener "

__ADS_1


Mereka mengutuk perbuatan Mentari kepada Deva dan juga Agni.


Dilain tempat Mentari yang masih bungkam tidak ingin berbicara, ia tetap bungkam, membuat petugas sedikit geram.


" Bu Mentari, coba tolong kooperatif ya, agar pemeriksaan juga tidak terlalu lama, mohon kerjasamanya " ucap Teguh.


Mentari tetap diam membisu, matanya sembab karena terus menangis, tidak lama Gavin masuk ke ruangan dimana Mentari berada.


Saat Mentari menoleh ke orang disampingnya ia sedikit terhenyak.


" Gavin... " ucap Mentari lirih.


" Tar.. "


" Vin.. kenapa lo hancurin semuanya Vin kenapa ? " ucap Mentari terisak.


" Lo jahat Vin.. "


" Tar.. gue gini karena lo, lo kan yang minta, kurang apa gue sama lo, ya ini diluar ekspetasi gue semua kan lo yang minta " ucap Gavin.


" Gak gini gimana maksud lo, lo tahu gue ngelakuin ini semua demi lo, lo kan yang pengen Dokter Deva sama istrinya celaka ! "


Teguh yang mendengar perdebatan mereka berdua menjadi geleng-geleng kepala sendiri.


" Mereka berdua merencanakan kejahatan tapi masih bisa debat santai kaya gini, heyyy.. ini kantor polisi.. sebentar lain kalian disidang atas perbuatan kalian " batin Teguh.


"Semua Lo yang harus tanggung jawab Vin.. bersihin nama gue, gue gak mau lama-lama dikator polisi kaya gini " ucap Mentari


" Lo juga harus tanggungjawab jangan nyalahin gue aja " ucap Gavin sewot ia merasa dipojokkan oleh Mentari.


" Lo yang tanggung jawab "

__ADS_1


" Lo .. "


" Lo .. "


" Lo .. pokonya "


" STOP !!! " Teguh berdiri membungkam mulut Tari dan Gavin.


Disaat yang bersamaan Bian datang, ia langsung masuk kedalam ruangan, Bian sedikit heran karena mendengar teriakan Teguh hingga sampai luar ruangan.


" Guh ada apa ? " tanya Bian.


" Bang, gak beres ini " jawab Teguh.


" Oke " Bian mengerti lalu meminta rekannya yang sedang berjaga membawa Tari dan Gavin keluar ruangan.


" Tolong kembalikan ke sel terlebih dahulu, biarkan yang wanita tenang terlebih dahulu percuma tidak kondusif " ucap Bian.


" Siap ! "


Anggota membawa Tari dan Gavin keluar.


" Saya mau dibawa kemana Pak ? "


" Pak saya belum selesai dengan Tari Pak "


" Ikut dulu Pak Bu, tenang dulu .. " ucap Anggota.


Mereka dibawa oleh anggota menuju sel masing-masing, Bian duduk tepat di depan Teguh.


" Gimana ? " tanya Bian.

__ADS_1


" Kacau Bang.. " jawab Teguh.


💐💐💐


__ADS_2