
Setelah acara lamaran di selenggarakan, Deva dan Agni mulai mempersiapkan untuk pernikahan, mereka ingin semuanya disiapkan oleh sendiri tanpa melibatkan orangtua, mereka tidak ingin merepotkan kedua orangtuanya.
" Halo Mbak Agni, hari ini jadwal fitting kebaya ya, sekalian memastikan kebaya yang akan dipakai oleh hari H nantinya " ucap seseorang di ujung telepon sana.
" Oh ya baik, mungkin sekitar jam 2 siang saya ke butik "
" Baik, terima kasih "
" Sama-sama " Agni mematikan sambungan teleponnya, mendekati hari pernikahan Agni masih di hadapkan pada pasien-pasien nya.
Begitupun Deva, mereka akan mulai cuti dua hari sebelum pelaksanaan hari H pernikahan.
Agni sedang duduk di kursi kerjanya, dengan beberapa laporan pasien hasil pemeriksaan tadi.
" Ehem... " Meysa menghampiri Agni.
" Eh Kak.. " Agni tersenyum.
" Selamat ya Adikku.. gak pernah nyangka ternyata calon suami kamu Dokter Deva " ucap Meysa.
" Ihh Kak Meysa... " Agni memeluk Meysa ia menganggap Meysa sudah seperti kakak nya sendiri.
" Jodoh gak ada yang tahu kan ya.. padahal Dokter Deva disini banyak yang ngincer, tapi nyantol nya ke kamu... heheheh " Meysa bercerita.
Agni hanya tersenyum.
" Iya kamu kapan cuti ? ini udah deket-deket loh kok masih kerja aja " tanya Meysa.
" Kayanya 2 hari menjelang hari H, Kak " jawab Agni.
" Kok ?? calon penganten udah harus ambil cuti dari sekarang kalo kata orangtua dulu pamali kalo gak dipingit dulu " ucap Meysa lagi.
" Kaya nya itu cuma mitos deh Kak hehehe " Agni tertawa di susul oleh Meysa.
Meysa kembali ke meja kerjanya, ia pun sama menuliskan beberapa laporan pasien yang ia pegang, karena setiap Bidan akan memegang beberapa pasien sebagai tanggungjawab nya dalam memberikan pelayanan.
...****************...
Tepat pukul dua siang Agni sudah keluar dari ruangan kerjanya, ia berjalan menyusuri koridor-koridor rumah sakit menuju tempat parkir motor.
__ADS_1
Saat Agni akan melangkahkan kakinya keluar area rumah sakit, tangan Agni ada yang menarik, sehingga Agni sedikit tersungkur.
" Eh apaan sih ? " Agni terlihat kesal.
Saat Agni mendongakkan wajahnya, terlihat Fahri berdiri di hadapannya.
" Kak Fahri .. apa maksudnya ? " tanya Agni.
" Kamu benar akan menikah dengan Dokter Deva ? " tanya Fahri balik.
" Iya ! " jawab Agni tegas.
" Apa yang membuat kamu memilih Dokter Deva ? Gni.. aku kurang apa sama kamu Gni.. " Fahri dengan nada tinggi.
" Dokter Deva tidak pernah kasar terhadap perempuan ! " ucap Agni kembali melangkahkan kakinya.
Namun kembali di cekal oleh Fahri sehingga Agni kembali menghentikan langkahnya.
" Apa lagi sih ? " tanya Agni kesal.
" Agni please.. apa kamu gak ngeliat perjuangan aku ? selama aku bertemu kamu lagi disini, aku udah bilang akan memperbaiki semuanya Gni... tolong lihat aku Gni.. kita sudah sama-sama tahu dan kenal, kenapa kamu lebih memilih orang baru untuk mengisi hati kamu " ucap Fahri tidak tahu malu, ia tetap mencekal tangan Agni agar Agni tidak pergi.
" Kak Fahri.. tolong lepaskan tangan saya.. udah ya.. gak perlu ditanya lagi, kenapa saya kenapa ini kenapa itu, saya sudah mau menikah, tolong hargai keputusan saya " ucap Agni tegas.
" Tidak akan saya lepaskan, tidak akan aku biarkan kamu menikah dengan Dokter Deva, Agni... "
" Lepaskan gak ... lepasssss.... " Agni berusaha untuk melepaskan genggaman tangannya dari Fahri.
" Silakan kamu teriak, agar seluruh karyawan rumah sakit tahu kalau kamu calon istri Dokter Deva, ada main dengan saya atau agar seluruh karyawan tahu jika Dokter Deva yang menikung saya ... " ucap Fahri menyeringai.
" Kamu... kurang ajar ya... nyesel saya pernah kenal sama kamu !!!!! " Agni semakin kesal.
Disaat Agni masih berusaha untuk melepaskan tangannya dari Fahri, dari sudut lain seorang pria melihat kejadian itu, ia segera menghampiri Agni dan Fahri.
" Ada apa ini ? lepaskan ! " ucap pria itu.
Fahri yang sedikit terperanjat begitupun Agni, Fahri segera melepaskan genggaman tangannya.
" Ada apa ini ? Bidan Agni kamu tidak apa-apa ? " tanya pria itu yang tidak lain adalah Dokter Andre sahabat Deva.
__ADS_1
" Ti..tidak apa-apa Dok " Agni memegang-megang pergelangan tangannya.
" Untuk apa kamu masih disini ? " tanya Andre kepada Fahri.
Dengan wajah kesal Fahri meninggalkan Andre dan Agni.
" Permisi " ucap Fahri.
Andre dan Agni melihat Fahri meninggalkan nya, Agni sedikit lega.
Untung Dokter Andre datang Ya Tuhan.. Terima kasih pertolongan mu ..
" Bidan Agni kamu benar tidak apa-apa ? " ucap Andre.
" Tidak Dok, terima kasih banyak, saya permisi " balas Agni.
" Ya sama-sama, oh ya sebentar " susul Andre.
" Ya Dok.. " Agni kembali mengehentikan langkahnya.
" Selamat ya saya tidak menyangka ternyata kamu pujaan hatinya Deva " ucap Andre.
Agni hanya tersenyum canggung.
" Jangan lupa nanti ditunggu kedatangannya Dok " ucap Agni.
" Siap.. saya usahakan akan hadir tepat pada waktunya, oya.. dia siapa ? saya pernah diberitahu Deva, Deva menghawatirkan kamu disini karena ada pria yang selalu menganggu kamu, apa benar pria itu ? " tanya Andre Kepo.
" Hmm.. mohon maaf Dok, saya mohon kejadian ini Dokter Deva jangan tahu ya.. saya mohon sekali lagi " ucap Agni.
" Hmmm.. ya saya sangat paham Deva itu pencemburu, kamu hati-hati jika berinteraksi dengan lawan jenis " ucap Andre.
" Iya baik Dok.. terima kasih banyak, saya permisi " balas Agni.
" Ya.. hati-hati.. "
Agni hanya tersenyum berlalu meninggalkan Andre. Ia langsung menuju parkiran, memposisikan motornya, menyalakan mesin berlalu meninggalkan rumah sakit menuju butik, karena ia akan fitting baju pengantin yang akan dipakai nya nanti.
💐💐💐
__ADS_1