
Deva melihat Agni yang sedang membereskan perlengkapan nya, ia merapikan tas yang ia bawa menyimpan ponsel ke dalam tasnya.
" Gni.. mau kemana ? " tanya Deva.
" Mas.. aku mau pulang " jawab Agni pelan.
" Kok pulang, sebentar lagi ya.. Mama udah nyiapin makan loh.. " ucap Deva.
Mood ku sudah tidak baik .. Mas.. !
" Makasih Mas merepotkan, aku mau pulang saja " balas Agni keukeuh.
Deva menghela nafas dalam, ia pun tidak dapat memaksa Agni, ia merasa tidak enak sepertinya memang benar Agni mendengar percakapan nya dengan Mama Nita.
" Aku anter .. tunggu sebentar " ucap Deva.
" Gak usah Mas.. kamu pasti capek, mumpung masih siang aku mau naik kereta saja, tolong pesan kan angkutan online untuk sampai stasiun " balas Agni yang sudah berdiri di dekat pintu.
" Aku anter, kamu tunggu sebentar "
Disaat yang bersamaan Mama Nita menghampiri Agni dan Deva, ia pun merasa kepikiran dengan obrolan nya tadi dengan Deva.
" Loh mau kemana ? " tanya Mama Nita.
" Maaf Bu, saya pamit pulang ya " Agni pamit menyalami Mama Nita.
" Kok cepet-cepet, makan dulu.. Mama udah siapin makan " susul Mama Nita.
" Terima kasih banyak Bu, saya merepotkan.. saya permisi.. Assalamu'alaikum " Agni melihat Deva sekilas.
" Agni tunggu.. " ucap Deva, melihat Agni keluar menuju teras rumah.
" Ma.. aku anter Agni dulu .. " Deva berlalu menyusul Agni.
Mama Nita yang bingung ia merasa jika Agni tersinggung dengan obrolannya tadi.
Duh.. kayanya dia tersinggung dan dengar obrolan ku dengan Deva, bisa-bisa Deva ngamuk kalo kaya gini ceritanya.. tapi emang iya kan.. Agni terlalu muda untuk Deva, aku kenalin ke anak sahabatku yang sudah dewasa juga dia gak mau.. ck...
Batin Mama Nita.
__ADS_1
Dilain tempat, Agni dan Deva sedang di dalam mobil yang sama, tidak ada perbincangan dari keduanya, Agni memperhatikan jalan yang ia lalui, sejujurnya ini pertama kali ia ke kota kelahiran Deva, ia pun belum begitu paham dengan jalan yang ia lalui.
Deva sesekali melihat ke arah Agni, ia merasa bersalah kepada Agni, karena kejadian tadi.
" Gni.. " panggil Deva.
" Hmm.. " Agni menoleh ke arah Deva.
" Maafkan perkataan Mama ya.. " ucap Deva.
Agni hanya tersenyum dipaksakan.
" Aku harap kamu tidak pernah berubah ke aku, setelah ini " susul Deva.
Agni menghela nafas dalam, ia rasanya ingin menangis meluapkan seluruh isi hatinya yang terasa sesak di dada, entah mengapa, ia merasa sakit jika teringat perkataan Mama Nita. Namun di hadapan Deva ia berusaha kuat dan tegar ia tidak ingin air mata nya jatuh lagi di depan Deva.
" Mas.. kalau seandainya kamu bertemu dengan seorang perempuan yang lebih baik dari aku, yang lebih dewasa dari aku, yang sesuai dengan apa yang Mama kamu harapkan.. jangan ditolak ya.. " ucap Agni.
Deva menoleh ke arah Agni.
" Bicara apa kamu ?! apa maksud kamu berbicara seperti itu ? " ucap Deva meninggi.
" Aku gak bisa maksa Mas .. aku gak bisa maksa kamu buat aku.. jangan pernah kamu mendurhakai ibu kamu, semua orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk Mama Nita " balas Agni menguatkan hati nya.
" Aku bisa menikahi kamu, walaupun Mama tidak setuju " ucap Deva.
" Maaf, aku gak bisa " balas Agni.
" Kenapa ? "
" Aku ingin semua dengan restu Mas.. "
Deva kembali terdiam, suasana hening terasa...
" Mas.. sampai stasiun aja ya " Agni membuyarkan lamunan Deva.
" Saya antar kamu sampai kembali ke rumah " ucap Deva.
Disaat yang bersamaan, terdengar ponsel Deva berdering. Deva langsung mengangkat panggilan teleponnya.
__ADS_1
Perawat : " Sore Dokter Deva, hari ini ada jadwal operasi mendadak, karena janin sudah gawat "
Deva : " Apa ? operasi mendadak ? "
Perawat : " Betul Dok "
Deva : " Apa tidak ada dokter lain ? "
Perawat : " Ini pasien anda, Dok "
Deva : " Oke "
Kenapa disaat seperti ini, malah dapet telepon operasi mendadak.. Tuhan.. bantu aku...
" Gni.. boleh aku menawarkan sesuatu ? " ucap Deva.
" Apa ? " tanya Agni.
" Aku ada operasi mendadak sore ini, tapi aku khawatir kalau kamu pulang sendiri, gimana kamu istirahat dulu di hotel, setelah aku operasi, aku jemput kamu lalu mengantarkan kamu pulang " jawab Deva.
" Mas Deva cukup antarkan aku ke stasiun " jawab Agni singkat.
Deva menghela nafas panjang.
" Oke " jawab Deva singkat.
Ia tidak tahu lagi harus berkata apa, di satu sisi ia harus memenuhi tugasnya di sisi lain ia pun harus memenuhi tanggung jawab nya.
Sesampainya di stasiun, Deva mengantarkan Agni membeli tiket dengan tujuan Kota Metro, saat Agni sudah mendapatkan tiketnya, Deva kembali dihubungi untuk segera ke rumah sakit.
" Gni.. aku harus ke rumah sakit sekarang " ucap Deva.
" Iya.. terima kasih " Agni mengangguk tersenyum.
" Tapi kamu gimana ? " ucap Deva seakan berat meninggalkan Agni di stasiun sendiri.
" Gak apa-apa aku bisa sendiri " balas Agni.
" Hati-hati, maafin aku .. "
__ADS_1
💐💐💐
Tarik nafas dulu pemirsaaahhhhhh 🙏🤭