Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 60 - Deva Gusar


__ADS_3

Perhatian !!


Mohon maaf permisah jika beberapa Bab disini mengandung sesuatu yang membuat emosi jiwa.. 🤭🤭😀 Tetap tarik nafas.. tetap santai... semoga tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa, bagi yang menjalankan.. Salam sayang author untuk semua..


❤️❤️❤️


Pranggg..


Mama Nita yang mendengar ada sedikit gaduh dikamar Deva menjadi kaget sendiri.


Duh.. ada apa ya Deva dan Agni.. Ck.. Ya Tuhan.. kaya nya mereka berantem gimana nih ..


Batin Mama Nita gusar.


Agni dan Deva terdiam, vas bunga diatas nakas tersenggol koper yang Agni dan Deva perebutkan. Agni langsung melepaskan genggaman tangannya dari handle koper, ia segera berjalan untuk membersihkan pecahan vas bunga.


Deva pun menghampiri Agni.


" Sayang jangan.. nanti aku yang bersihin, ini pecahan kaca nanti tangan kamu luka " ucap Deva.


" Gak apa-apa Mas, lebih baik terluka tangan ini terlihat dan mudah diobati, daripada harus terluka hati ini yang tidak terlihat dan sulit diobati " balas Agni.


Deva terdiam pasrah, ia sudah benar-benar dibuat mati kutu oleh Agni, ia dilanda kebingungan, apa yang harus ia perbuat sekarang, Agni seperti nya tidak main-main kali ini. Setelah Agni merapikan pecahan kaca dari vas bunga, lalu ia membuangnya ke tempat sampah yang sebelumnya pecahan kaca itu ia bungkus dahulu dengan tisu, agar bagian tajam tidak melukai orang yang nantinya membuang sampah itu.


Agni beranjak ia mengambil tas nya, lalu menarik koper yang sedari tadi berada dalam genggaman Deva.


" Mas.. sekali lagi aku minta ijin untuk pulang ke rumah Ibu " ucap Agni.


" Aku antar " balas Deva, ia hanya bisa mengiyakan apa yang diinginkan Agni.


Ia menginginkan Agni untuk tenang terlebih dahulu, mungkin dengan ia pulang ke rumah Ibu, itu membuat hatinya menjadi tenang.

__ADS_1


Agni keluar kamar yang disusul oleh Deva, Agni melihat Ibu mertuanya masih berada di ruang televisi, ada rasa bersalah bersarang di hati Mama Nita, ia tidak menyangka obrolannya dengan Deva akan membawa malapetaka bagi rumah tangga anaknya.


" Gni.. mau kemana kalian ? " tanya Mama Nita melihat Agni yang sudah mendorong koper di tangannya.


" Ma, Agni pamit ya, Agni mau pulang dulu ke Kota Metro " ucap Agni.


" Kok ngedadak ? kenapa ? " tanya Mama Nita.


Deva hanya bisa terdiam, ia masih kesal kepada Mama nya.


" Agni.. sini dulu.. Mama minta maaf ya, jangan karena ucapan Mama tadi yang menyinggung kamu sehingga kamu sekarang memutuskan pulang ke rumah Ibu kamu, Mama gak bermaksud Gni.. tadi.. Mama cuma ngobrol aja sama Deva kok, gak ada maksud buat nyinggung kamu " ucap Mama Nita melirik ke Deva, ia memberikan kode agar membantu dirinya menjelaskan kepada Agni, namun Deva tidak menggubrisnya.


" Nggak kok Ma, Agni udah lama gak nengokin Ibu, kemaren Agni dapet kabar kalo Ayah sakit, jadi Agni memutuskan untuk pulang dulu ke Kota Metro, Agni pamit ya Ma.. Assalamu'alaikum.. oya titip salam untuk Papa Jefri " ucap Agni berusaha setenang mungkin.


" Dev kamu anter istri kamu ? "


" Iya Ma "


" Hmm ya.. hati-hati ya, salam untuk kedua orangtua kamu Gni.. "


Agni dan Deva pergi menuju kota Metro, sedangkan Mama Nita diselimuti rasa bersalah.


Duh.. kalo Papa tahu Mama pasti dimarahin Papa nih.. gimana ya bilangnya ke Papa kalo Agni ternyata pulang ke rumah Ibu nya.. gak tenang deh jadinya, lagian Deva kok baper banget sih, padahal kan aku cuma ngomong aja..


...****************...


Tidak ada obrolan dari Deva dan Agni, hening dalam perjalan. Agni menyenderkan tubuhnya kesenderan kursi, ia hanya melihat jalanan yang ia lalui, ia tidak pernah menyangka akan terjadi seperti ini dalam rumah tangganya.


Deva sesekali melihat ke arah istrinya, ia merasa bersalah dan gagal menjadi suami untuk Agni, mengapa ia tidak bisa menjaga istrinya, ia baru benar-benar tahu jika ternyata selama menikah dengannya Agni mungkin tidak bahagia, hanya saja ia bisa menutupi sehingga ia sendiri pun tidak tahu apa yang dirasakan oleh Agni sebenarnya.


" Gni .. " Deva meraih tangan istrinya.

__ADS_1


Agni menoleh ke arah Deva, Deva sekilas melihat wajah istrinya, hidung yang terlihat merah dan mata yang sembab, pemandangan yang cukup mengiris hati Deva, baru kali ini ia melihat wajah istrinya sesendu ini.


Deva memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di pinggir jalan, ia tidak kuasa melihat Agni dengan keadaan yang seperti ini.


" Kamu yakin mau pulang ke rumah Ibu ? " tanya Deva.


Agni hanya mengangguk.


" Gimana kalo kita pergi ke tempat yang kamu mau, kamu mau kemana ? " ajak Deva.


Bukan tanpa alasan Deva khawatir dengan kondisi Agni seperti ini, ia pulang ke rumah Ayah dan Ibu itu akan menjadi kemelut baru dalam rumah tangganya, bagaimana jika Ayah dan Ibu tahu apa yang terjadi sebenar nya, Deva pastikan kedua mertuanya akan murka kepadanya.


" Aku mau ke rumah Ibu " ucap Agni lirih.


Deva menghela nafas dalam.


" Oke " Deva kembali menyalakan mesin, melajukan mobilnya.


Dalam perjalan Deva memutar otak apa yang harus ia katakan kepada kedua mertuanya, bagaimana jika kedua orangtua Agni menahan Agni untuk tinggal di Kota Metro dan tidak mengijinkan untuk kembali ke Kota Bunga, jujur Deva tidak siap untuk berjauhan dengan Agni.


Agni sesekali melihat wajah suaminya, ia tahu jika Deva sedang gusar saat ini.


" Mas.. kamu gak perlu khawatir.. Ayah dan Ibu tidak perlu tahu masalah ini " ucap Agni.


Deva menoleh ke arah istrinya.


" Kenapa ? " tanya Deva ingin tahu alasan Agni.


" Mas.. bukankah merahasiakan permasalahan rumah tangga itu sangat penting dalam pernikahan, aku tidak akan menceritakan apapun itu, baik ke kedua orangtua ku Mas, cukup aku dan kamu yang tahu " jawab Agni.


Deva sedikit lega, ia tidak salah memilih Agni sebagai istrinya, disaat ia di posisi seperti ini saja, Agni masih bisa berpikir positif dan bijaksana, tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, sungguh sangat egois jika Deva tidak mementingkan kebahagian istrinya.

__ADS_1


Sepanjang perjalan ia berpikir, mungkin saat ini jalan terbaik untuk rumah tangga nya adalah, tidak tinggal bersama orangtuanya, sebetulnya Deva sudah menyiapkan satu buah rumah untuk ia tinggali dengan Agni, rencana nya Deva akan memberikan rumah itu saat ulang tahun istrinya nanti, namun melihat keadaanya sekarang, mungkin waktu nya akan Deva percepat, bagaimana pun ia harus menyelamatkan rumah tangganya terlebih dahulu.


💐💐💐


__ADS_2