Love In Hospital

Love In Hospital
BAB 59 - Prahara


__ADS_3

Deva baru saja pulang dari rumah sakit, ia melihat Mama Nita sedang berada di ruang tv, seperti biasa Mama Nita akan menonton televisi sambil menyulam.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumusalam, Dev sudah pulang ? " tanya Mama Nita.


" Iya Ma " Deva menyalami Mama nya lalu duduk di sampingnya.


" Agni mana Ma ? " tanya Deva.


" Ada, dikamar kayanya, tadi dia habis masak, Mama suruh makan duluan katanya nunggu kamu pulang aja " ucap Mama Nita.


" Oh hmm.. " Deva mengangguk.


" Oya Dev, kamu masih inget kan sama Mentari ? " tanya Mama Nita.


" Mentari ? " tanya Deva balik.


" Iya, masa kamu lupa, itu loh anaknya temen Mama, tante Mira yang sempet mau Mama jodohin ke kamu, kemaren kan Mama denger dari Tante Mira dia kembali praktek disini, dia buka klinik kecantikan gitu deh kalo gak salah " ucap Mama Nita.


" Terus apa hubungannya sama aku ? " tanya Deva.


" Ya nggak sih, Mama cuma bilang aja kalo Mentari buka klinik kecantikan disini, gitu.. " jawab Mama Nita.


Deva hanya menghela nafas kasar.


" Dev, coba ya dulu kamu mau Mama jodohin ke Mentari, mungkin sekarang Mentari juga udah nikah sama kamu, kasian loh dia, belum nikah juga sampai sekarang " ucap Mama Nita.


" Mama bicara apa sih ? kok Mama ngomongnya gitu ! " balas Deva.


" Dev, kok kamu jadi marah ke Mama, Mama kan cuma bilang aja, lagipula benar kan.. "


" Mama !! Mama gak perlu bilang kaya gitu, disini ada Agni Ma, Agni istri aku, Mama bisa gak hargain Agni kalo dia istri aku, Agni menantu Mama, Mama gak perlu ngomong kaya gitu, kalau Agni denger gimana ? " ucap Deva agak meninggi.


" Dev.. Dev.. Mama gak.. Mama gak bermaksud Dev, kenapa kamu jadi marah ke Mama sih ? Harusnya kamu itu berpikir Dev.. kalian juga berumah tangga sudah lama, mana cucu yang Mama tunggu "


Degg...


" Kalo Mama masih selalu berbicara seperti itu selain Mama tidak menghargai Agni, Mama juga tidak menghargai Aku ! " ucap Deva.

__ADS_1


Deva merasa kesal karena ucapan Mama nya, selalu seperti itu padahal ia berusaha untuk menjaga perasaan istrinya.


Dilain tempat, Agni yang mendengar Mama Nita berbicara dengan seseorang yang ia kenal, ia keluar kamar untuk menyambut suaminya pulang, namun saat Agni baru beberapa langkah ia mendengar obrolan Mama Nita dengan suaminya.


Bagaikan terkena petir di siang bolong, ia mendengar perdebatan antara suami dan Mamanya. Air matanya lolos begitu saja. Ia kembali berjalan masuk kedalam kamar, lalu kembali menutup pintu kamar.


Brakk...


Jadi benar, siapa Dokter Mentari dia yang dulunya akan dijodohkan dengan Mas Deva.


Batin Agni.


Deva dan Mama Nita terhenyak mereka melihat ke arah suara pintu ditutup.


" Agni " ucap Deva.


" Kalau Agni sampai dengar dan ada apa-apa sama rumah tangga aku, ini salah Mama " ucap Deva sedikit berlari menuju kamar.


" Deva.. Mama gak bermaksud .. " gumam Mama Nita.


...****************...


Deva perlahan berjalan, ia berniat untuk menghampiri istrinya. Ia melihat Agni sedang menangis, Deva sangat tidak tega ia langsung memeluk istrinya, namun Agni sedikit menepis tangan suaminya.


" Gni.. maafin aku.. maafin Mama ya " ucap Deva lirih.


" Mas.. mungkin benar apa kata Mama, jika kamu tidak menikahi ku mungkin Mama sekarang sudah memiliki cucu " ucap Agni.


" Sayang.. kamu jangan bicara seperti itu " balas Deva.


" Mungkin memang benar Mas, aku wanita tidak bisa memberikan keturunan buat kamu " Agni menangis sejadi-jadinya, segala sesuatu yang sudah menumpuk didalam hatinya ia keluar kan sekarang.


Deva tidak bisa banyak berbuat ia membiarkan istrinya untuk menumpahkan segala isi hatinya. Ia menyadari dalam hal ini ia yang salah, mengapa ia tidak bisa menjaga perasaan istrinya.


" Dan satu hal lagi Mas, aku gak peduli ya siapa itu Mentari, tapi kenapa kamu gak cerita sama aku ? " ucap Agni kembali terisak.


Deva terdiam.


" Jawab Mas.. kenapa kamu gak mau jawab ! " balas Agni.

__ADS_1


Sepertinya Agni mendengar semua obrolanku dengan Mama, sebetulnya Aku ingin menjelaskan kepadamu Gni.. namun aku menunggu waktu yang tepat.


Batin Deva.


" Kenapa diem Mas.. ? Pantas ya kamu beda saat bertemu dengan Dokter Mentari, kamu larang aku buat perawatan ke kliniknya.. " Agni sambil menangis.


" Mas.. sekarang Dokter Mentari udah kembali, apakah itu tidak menutup kemungkinan, Mama masih mengharapkan Dokter Mentari menjadi istri kamu ! " Agni semakin menjadi-jadi.


" Yang.. kamu kok ngomongnya jadi kemana-mana sih ? Gak.. gak ada kemungkinan-kemungkinan ! " balas Deva.


" Mas.. ijinkan aku untuk pulang ke rumah Ibu " ucap Agni.


Duaaarrrrr


" Gni.. apa maksud kamu ? " tanya Deva.


" Mas.. aku mau pulang Mas.. aku terlalu sakit hati disini " jawab Agni.


" Aku gimana kalo kamu pulang ke rumah Ibu " susul Deva.


" Mas, kamu gak mikirin perasaan aku ? Aku disini berjuang sendiri menata hati aku, aku berusaha untuk terlihat baik-baik saja Mas, di depan Mama, di depan Papa Jefri di depan kamu, di depan keluarga besar kamu, apalagi disaat pertanyaan-pertanyaan yang selalu menanyakan kapan aku bisa hamil, kapan punya anak, kamu pikir itu semua tidak membuat aku sakit ? kamu pikir ini semua tidak menjadi beban buat aku ? belum lagi Mama kamu yang selalu membanding-bandingkan aku dengan wanita-wanita pilihan Mama kamu.. Sakit hati aku Mas.. sakit.... " Agni kembali terisak.


" Pokonya aku mau pulang ! " Agni beranjak dari duduk nya berjalan masuk kedalam kamar.


Deva mengejar Agni. Agni mengeluarkan kopernya, ia memasukkan beberapa baju kedalam koper.


" Agni.. Gni.. please.. kamu jangan gini dong " Deva mencegah istrinya.


" Lepasin aku Mas aku mau pulang ke rumah Ibu " ucap Agni keukeuh.


" Agni ! dengerin aku ! aku suami kamu, aku bertanggungjawab atas diri kamu sekarang ! " balas Deva sedikit membentak Agni.


" Kamu sama Mama kamu sama aja !!! " ucap Agni kembali meninggi.


Pranggg


💐💐💐


Tarik nafas dulu permisah.. 😀😀 tarik hembuskan.. tarik hembuskan...

__ADS_1


__ADS_2