
Haiii.. Haiii...
Assalamu'alaikum.. salam sejahtera bagi kita semua...
Author kembali.. maaf bangettt yaa author baru bisa update karena kesibukan author di dunia nyata..
Terima kasih untuk pembaca semua yang sudah setia menunggu dan menanyakan kelanjutan ceritanya..
Dihari minggu yang cerah ceria ini, kita awali kembali kelanjutan cerita Dokter Deva dan Bidan Agni ya.. Buat temen-temen pembaca yang lupa alur ceritanya, tp author harap selalu ingat yaa.. 😂😂😂 bisa baca 1 atau 2 bab sebelumnya..
Selamat membaca...
Salam sayang,
Author 😘
❤️❤️❤️
Markas Kepolisian
Pasca kejadian rem blong tadi, Deva dan Agni segera menuju kantor polisi yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara, mereka berdua diantar oleh seorang pengendara mobil baik hati yang melintas saat mobil Deva menabrak trotoar jalan.
" Terima kasih banyak Pak " ucap Deva saat sudah sampai didepan kantor polisi.
" Sama-sama Pak Dokter, saya permisi ya " balas pengendara itu.
" Terima kasih banyak " susul Agni.
Pengendara mobil berlalu meninggalkan Deva dan Agni, lalu Deva dan Agni membalikkan badannya untuk kembali melangkahkan kaki masuk kedalam kantor polisi, saat mereka berdua sudah berada di depan pintu gerbang kantor, salah satu anggota yang berjaga menyambut lalu menanyakan ada keperluan apa Deva dan Agni datang ke kantor polisi.
" Selamat sore Pak, Bu ada yang bisa kami bantu ? " ucap salah satu polisi yang sedang berjaga.
" Sore Pak, saya ingin membuat laporan " ucap Deva.
" Laporan apa Pak ? " tanya polisi lagi.
" Saya mengalami kecelakaan lalu lintas, karena rem blong namun sepertinya ada yang janggal " jawab Deva.
" Baik Pak, silakan menuju ruangan yang bertuliskan Sentra Pelayanan Kepolisian " ucap Polisi lagi.
" Oke baik, terima kasih Pak " balas Deva.
Deva dan Agni lalu berjalan masuk, menuju ruangan yang sudah dijelaskan oleh polisi yang berjaga di depan tadi.
" Mana ya ruangannya ? " gumam Deva yang di dengar oleh Agni.
" Disini kayanya Mas " balas Agni.
" Hmm.. kok gak ada namanya " susul Deva.
Perdebatan mereka berdua didengar oleh Polisi yang sedang berjalan keluar ruangan.
" Ada yang bisa kami bantu Pak ? " tanya polisi itu.
__ADS_1
" Oh ya Pak, apakah ini ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian ? " tanya Deva balik.
" Betul Pak, silakan masuk " Polisi itu mempersilakan.
" Tuh kan aku bilang juga ini " ucap Agni.
Deva hanya menoleh ke arah Agni lalu polisi yang mendengar ucapan Agni hanya tersenyum kecil.
" Silakan Pak, Bu masuk keruangan saja ya, karena disini area merokok, Ibu kan sedang mengandung jadi lebih baik di ruangan saja yang bebas rokok " ucap polisi itu karena melihat Agni dengan perut yang sudah membesar.
" Oh ya terima kasih Pak " balas Deva.
Deva dan Agni diarahkan masuk kedalam ruangan, lalu dipersilahkan duduk.
" Tunggu sebentar ya Pak " polisi itu kembali keluar tidak lama ada seorang polisi lagi yang masuk kedalam ruangan.
" Selamat sore Pak, Bu " ucap polisi itu yang bernama Bian.
" Sore Pak "
" Saya Bian, ada yang bisa kami bantu ? " tanya Bian.
" Begini Pak, kami mengalami kecelakaan.. " Deva menjelaskan kronologi kecelakaan yang ia alami dengan Agni.
Polisi yang bernama Bian itu menyimak apa yang dijelaskan oleh Deva, Deva banyak ditanyai oleh Bian, akhirnya Deva menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian rem blong mobilnya.
" Pak saya serahkan semuanya ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas apa yang terjadi, jika memang itu murni kecelakaan biasa saya tutup kasus ini, tapi jika memang ada hal lain atau karena ulah orang lain saya lanjutkan kasusnya Pak " ucap Deva.
" Terima kasih banyak Pak Bian "
" Sama-sama Pak Dokter, oya Pak Dokter praktek dimana kalau boleh saya tahu " tanya Bian.
" Saya praktek di Rumah Sakit dan Klinik Kasih Ibu " jawab Deva.
" Oh ya.. perasaan saya familiar dengan wajah dokter " ucap Bian.
" Benar begitu ? " tanya Deva.
" Apakah Dokter pernah bertugas di rumah sakit di Kota Metro ? " tanya Bian.
" Pernah Pak Bian, bahkan saya menemukan jodoh saya di kota Metro " Deva tertawa kecil begitupun Agni dan Bian.
" Oh jadi Bu Agni ini berasal dari Kota Metro ? " tanya Bian.
" Iya betul Pak, saya kesini ikut suami " balas Agni.
Apakah istri Pak Bian pasien saya ? " tanya Deva balik.
" Oh bukan, saya belum menikah, baru akan menikah " Bian tertawa kecil.
" Lantas ? " Deva menyelidik.
" Waktu itu Kakak saya akan periksa kehamilan oleh Dokter Ramzie, karena Dokter Ramzie belum tiba, kalau tidak salah Dokter Deva yang menggantikan nya terlebih dahulu, saya kebagian tugas untuk mengantarkan, karena saat itu suami kakak saya sedang ada pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan " Bian menjelaskan.
__ADS_1
" Oh ya.. sebagian pasien Dokter Ramzie memang saya sempat menangani karena saya masih menjadi mahasiswa pada saat itu " Deva tertawa disusul tawa dari Bian dan Agni.
" Hmm.. Pak Bian bertugas disini sudah lama ? " tanya Deva.
" Baru 3 bulan ini Pak, saya terkena mutasi " jawab Bian.
" Wah.. lumayan jauh ya dari kota Metro ke kota Bunga ini " balas Deva.
" Ya.. namanya tugas Pak Dokter, dimanapun ditugaskan kita harus siap "
" Betul.. betul sekali, keluarga semua di Kota Metro ? " tanya Deva lagi.
" Ya orangtua, Kakak semua disana, dua minggu sekali atau minimal satu bulan sekali disaat libur saya pulang ke kota Metro " jawab Bian.
Mereka berdua ngobrol ringan, sampai akhirnya Deva dan Agni pamit.
" Terima kasih Pak Bian terima kasih banyak " ucap Deva.
" Sama-sama Pak Dokter, kita jadi banyak ngobrol " balas Bian.
" Nanti kapan-kapan mampir lah ke rumah tidak jauh dari sini kok " ucap Deva.
" Terima kasih banyak sebelumnya, saya senang jadi mempunyai keluarga baru disini, untuk kasus ini semoga cepat terungkap dan nanti akan ada tim yang menuju lokasi kejadian perkara, semua data sudah jelas ya, saya akan segera hubungi Dokter Deva jika sudah ada sesuatu yang kami temui di TKP, oya Dokter Deva pulang naik apa ? " balas Bian.
" Nanti kami pesan angkutan online saja " ucap Deva.
" Oh tidak perlu, kami antar " balas Bian.
Lalu ia berjalan menghampiri rekan nya, ia terlihat sedang berbicara, tidak lama Bian kembali dengan salah seorang rekannya.
" Mari Pak Bu saya antar " ucap polisi yang bernama Gilang.
" Apa tidak merepotkan ? " tanya Deva.
" Sudah tugas kami Pak " jawab Gilang dengan senyum.
" Baik kalau begitu kami permisi Pak Bian, terima kasih banyak "
" Sama-sama Pak Dokter "
Setelah pamit, Deva dan Agni diminta untuk menunggu selagi Gilang mengambil mobil polisi untuk mengantarkan Deva dan Agni pulang, mereka berdua diantarkan pulang menggunakan mobil patroli polisi.
" Mas mimpi apa aku semalem bisa naik mobil polisi kaya gini, apa ini pertanda anak kita akan menjadi polisi jika sudah besar nanti " ucap Agni kepada Deva.
" Hmm... kenapa gak jadi dokter aja sih kaya aku Papa nya " balas Deva.
" Jadi polisi deh, yaa... "
" Dokter aja, biar ada yang meneruskan perjuangan ku " balas Deva keukeuh.
💐💐💐
Author beri sedikit cerita Bian yaa.. yang ada di novel " Diam-diam Jatuh Cinta " 🤭 Insyaallah nanti ada extra part untuk novel Diam-diam Jatuh Cinta ini.. 😘
__ADS_1