
Deva kembali praktek di rumah sakit, setelah kemarin ia tidak masuk karena libur, hari ini ia akan kembali bertemu dengan beberapa pasien-pasien nya.
Mobil Deva sudah terparkir di parkiran rumah sakit yang bertuliskan ' Khusus Parkir Dokter ' , ia berjalan masuk kedalam lobby, sebelum ia kembali melangkahkan kakinya ia disapa oleh seorang satpam yang sedang berjaga.
" Pagi dok "
" Pagi Pak " ucap Deva tersenyum.
" Oya Dok, kemarin ada seseorang yang mencari dokter, dia mondar-mandir sekitaran jam 11-12 siang " ucap satpam.
" Mencari saya ? kok aneh, pasien atau bukan ya ? " tanya Deva.
" Hmm.. kurang tahu, sepertinya bukan, biasanya kalau pasien dia akan langsung menuju meja pendaftaran " jawab satpam.
" Hmm.. oke deh " ucap Deva.
" Saya sudah suruh untuk hubungi dokter saja kalau memang penting, saya agak curiga sih dok, setelah saya tanyakan lagi keperluannya dia langsung pergi " ucap satpam menjelaskan.
Deva menjadi heran, memang biasanya jika ada yang ingin bertemu, selalu menghubungi nya terlebih dahulu.
" Oke deh, terima kasih Pak infonya, saya ke ruangan dulu " ucap Deva.
" Baik Dok, silakan "
Deva kembali berjalan masuk kedalam lobby rumah sakit menuju ruangannya. Ia sedikit berpikir siapakah orang yang mencarinya kemarin, namun pemikiran nya teralihkan saat ia melihat beberapa pasien yang sudah menunggunya di ruang tunggu, Deva bergegas masuk kedalam ruangan setelah sebelumnya perawat jaga sudah melihat kedatangan Deva.
__ADS_1
...****************...
Dilain tempat Agni dan Dhena sedang asyik berbincang, mereka ngobrol selayaknya sahabat karena memang usia Dhena dan Agni hanya terpaut sekitar beberapa tahun saja tidak jauh seperti usia Agni dan Deva.
" Mbak.. kok mau sih nikah sama Mas Deva hahaha sorry ya Mbak, dia itu kan posesif, cemburuan terus kadang seperlunya gitu " ucap Dhena.
Agni pun ikut tertawa.
" Gak tahu juga gak ngerti hahaha " jawab Agni.
" Tapi.. aku akuin sih Mas Deva itu Family Man banget, coba deh Mbak hubungi dia sekarang, minta tolong apa gitu, dia pasti langsung pulang " susul Dhena.
" Iya.. bener.. bener banget.. mungkin itu salah satu nya Dhen " ucap Agni.
" Hmm.. tapi aku seneng, Mbak bisa ngembaliin Mas Deva kaya dulu, soalnya dia sempet yang cuek gitu loh apalagi jamannya Mama sering jodoh-jodohin " balas Deva.
" Eh Mbak.. sorry yaa.. aku bukannya... "
" Gak apa-apa Dhen santai aja, oya kapan kamu mulai praktek ? " ucap Agni tertawa kecil.
" Di jadwal nya minggu depan, aku ada waktu satu minggu ini untuk istirahat dulu, semua surat pengantar dan sebagainya untungnya udah selesai " susul Dhena.
" Syukurlah kalo semua sudah selesai "
" Oya Mbak, kok gak lanjutin kerja Mbak, pasti gak boleh ya sama Mas Deva, waktu itu bukannya sempet kerja dulu kan disini " tanya Dhena.
__ADS_1
" Ya, mmh... kamu juga pasti jawabannya Dhen " jawab Agni.
" Hmm.. ngerti Mbak.. pasti karena keposesifan Mas Deva kan ? " Dhena tertawa disusul oleh tawa dari Agni sehingga mereka tertawa berbarengan.
" Ya gitu deh Dhen hehehe, tapi Mbak juga seneng ada kamu disini jadi Mbak gak terlalu sepi, kadang Mama kan suka ada kegiatan keluar rumah " ucap Agni.
" Iya Mama kan Ibu-ibu arisan Mbak hehehehe " balas Dhena.
Agni hanya tersenyum kecil menanggapi.
" Oya Mbak, aku juga sempet denger loh polemik Mbak sama Mama, maafin Mama ya Mbak.. aku gak tau waktu itu kalo misal nih, Mbak nyerah dengan keadaan, aku gak yakin Mas Deva bakal jadi orang bener " ucap Dhena.
" Masa sih ? kok berlebihan gitu ngomongnya "
" Serius Mbak.. " ucap Dhena bersungguh.
Agni hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan Dhena.
" Setiap orang punya perjalanan nya masing-masing Dhen "
" Tapi Mbak itu sabar banget, emang Mbak ipar terbaik deh pokonya.. " Dhena mengacungi dua jempol.
" Hahahaha berlebihan kamu Dhen " ucap Agni sambil tertawa.
Mereka asyik ngobrol sampai akhirnya terdengar suara Adzan dari masjid dekat rumah.
__ADS_1
Agni pamit untuk melaksanakan shalat terlebih dahulu, Dhena pun sama ia akan melakukan kewajibannya.
💐💐💐