Love In Underground

Love In Underground
Jack Menghilang


__ADS_3

Sore harinya, pada saat pulang kerja. Ada sesuatu hal yang aneh tak seperti biasanya.


"Tumben Jack tidak jemput, ada apa ya..?" tanya dalam hati Kiran saat melihat Jack tak ada bersama penjemput lainnya.


Kiran mencoba menghubungi ponsel Jack, dan tak ada kabar beritanya.


"Lebih baik aku naik ojek saja..!!" kata dalam hati.


Dan Kiran pun akhirnya pulang ke rumah Ana dengan naik Ojek.


Sesampainya di rumah, keadaan di rumah sedang sepi. Semua tidak ada di rumah.


Kiran pun menutup dan mengunci kembali pintu rumah.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Kiran menghubungi Atun sahabatnya.


"Tokk...tokk...tokk...!!"


"Assalamu'alaikum..Kiran, apa kamu ada di dalam..?" salam sekaligus tanya seseorang dari luar pintu rumah.


"Wa'alaikumsalam...!" jawab Kiran yang kemudian mengintip siapa yang ada di luar pintu dari gorden jendela samping pintu rumah.


"Atun..!!" panggil dari dalam hati Kiran dan kemudian dia membuka pintunya.


"Klek..klek...ceklek..!!"


"Atun...! baru saja aku mau telpon kamu..!!" seru Kiran yang kemudian mempersilahkan sahabatnya itu masuk ke rumah.


"Ran, Jack kayaknya hilang tanpa jejak..!" seru Atun seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


"Hilang tanpa jejak bagaimana..?" tanya Kiran yang penasaran.


"Iya, warung kopinya di kunci..!" jawab Atun.


"Coba setelah sholat Maghrib, kita hubungi lagi..!!" usul Kiran.


"Boleh, ayo kita sholat Maghrib dulu..!!" ajak Atun karena telah mendengar kumandang Adzan Maghrib dari toa Masjid.


Keduanya pun sholat Maghrib bergantian, karena salah satu jaga pintu dan menunggu kabar dari Jack.


"Bagaimana..? ada kabar dari Jack..?" tanya Kiran yang kini mereka telah selesai menunaikan ibadah sholat Maghrib dan duduk santai di ruang tamu.


"Nihil..!" jawab Atun dengan menggelengkan kepalanya.


"Siapa yang harus kita tanyai..?" tanya Kiran yang gusar.


"Kenapa kemarin kita tidak minta nomor ponsel Zulaikha apa Ahmad ya..?" tanya Atun seraya memangku dagunya.


"Ah, kita telpon kodok saja..!" seru Kiran semangat.


"Kata Jack dia ganti nomor baru..!!" balas Atun.


"Ha...lantas kita tanya siapa..?'" tanya Kiran yang semakin gusar.


"Tanyakan pada rumput yang bergoyang..!!" jawab Atun sambil nyanyi.


"Atun..serius nih..!!" seru Kiran yang tambah gusar.


"Iya aku juga serius..serius pusing cari infonya..!" balas Atun seraya mengacak-acak rambutnya.


"Lho ngapain kamu ikut pusing segala Tun..?" tanya Kiran heran.


"Ya pusinglah..! jika warung kopi Jack tidak buka, otomatis aku numpang terus nih makannya..!!" seru Atun seraya makan camilan yang ada di atas meja.


"He..he..iyaya..!' sahut Kiran.


Tak berapa lama terdengar suara mobil yang terparkir.


"Nampaknya itu orang tuaku dan mbak Ana, Kamu jangan bilang kalau kalau Jack nggak ada kabarnya pada mereka ya..!" kata Kiran.


"Memangnya kenapa Ran..?" tanya Atun penasaran.

__ADS_1


"Kan tahu kalau Ayah ibuku tak menyukai Jack, kita kan belum tahu yang sebenarnya Jack sekarang ini di mana..! takutnya mereka akan berpendapat lain..!!" jelas Kiran.


Dan Atun pun mengerti apa yang di maksudkan sahabatnya itu.


"Tokk...tokk...tokk..!!'


"Assalamu' Alaikum..!"


Ucap salam dari luar pintu rumah.


"Wa'alaikumsalam..!!"jawab Kiran dan Atun bersamaan. Dan Kiran membuka pintu rumah.


"Tolong bantuin angkat barang-barang di bagasi, Ran..!" seru Ana yang sedang membawa banyak belanjaan.


"I..iya..!!" jawab Kiran yang di bantu Atun mengambil dan memindahkan barang belanjaan masuk ke dalam rumah.


"Banyak sekali belanjaannya Bu.!" kata Kiran saat selesai memindahkan belanjaan dari bagasi mobil ke meja ruang tamu.


"Ini semua buat acara nikahannya mas kamu ILO..!!" jawab ibu Watik seraya mengambil majalah dan mengibaskannya di di depannya untuk memberi efek semilir angin.


"O, begitu..." balas Kiran yang kini bersama Atun membantu memilah-milah belanjaan mereka.


Untuk sementara, Kiran melupakan sejenak tentang Jack.


Jam dinding menunjukkan pukul 21.00 Wib, Atun pun pamitan untuk pulang ke kosannya.


"Atun, tidur di sini saja..!" kata Ibu Watik seraya membenarkan kacamatanya.


"Kapan-kapan saja Bu, lagi pula saya nggak bawa seragam..!" balas Atun.


"Ya sudah biar ILO yang mengantarkanmu, malam-malam bahaya kalau sendirian." ucap Ana dan di setujui semuanya.


Atun balik ke kosannya di antarkan oleh ILO.


Kiran melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi dan dia berwudlu untuk menunaikan ibadah sholat Isya'.


Setelah sholat Isya, Kiran berangkat ke peraduannya.


Namun sebelumnya dia menyempatkan diri melihat chat yang masuk.


Kiran pun menyalakan radio yang memutar music Underground.


"Jack, kamu dimana..! kenapa kamu nggak pamit padaku..? Apa aku punya salah pada kamu Jack..!!" racau Kiran diantara tangisnya.


Lama kelamaan, Kiran pun tertidur pulas dengan di iringi lagu dari band favoritnya.


...🎵🎵🎵🎵🎵...


...HILANG...


...Total Tragedy...


...Gemuruh gelombang...


...Kupandang silih berganti...


...Kubentang, Kuterawang...


...Isi lembaran hari esok...


...Lihat senyum dan keindahanmu...


...Berubah misteri...


...Seakan bagai tetesan racun...


...Yang berjalan di darahku...


...Lihat senyum dan keindahanmu...


...Berubah misteri...

__ADS_1


...Terbanglah dan jauh ke sana...


...Tinggalkan sayatan luka...


...Gemuruh gelombang...


...Kupandang silih berganti...


...Kubentang, Kuterawang...


...Isi lembaran hari esok...


...Kubentang kuterawang...


...Isi lembaran...


...(tipis semua hari esokku)...


...Isi lembaran...


...Laksana bertabur berjuta bintang...


...Kuhirup bebas indahnya...


...Hidup ini tanpa sebuah janji...


...Kerinduan yang tlah lama hilang...


...🎵🎵🎵🎵🎵...


...****...


Keesokan harinya, Kiran dan Atun menjalani aktivitas seperti biasanya.


Yang tak biasa, kini tanpa ada Jack yang biasa menjemput Kiran dan selalu ada di warung kopi.


"Kenapa orang yang aku cintai selalu menghilang secara tiba-tiba..? pertama Julian dan kini Jack..! apa aku memang tak berhak di cintai..?" kata dalam hati Kiran saat berada di dalam kamarnya seraya membuka memory kameranya.


Di pandanginya potret dua laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya dalam-dalam.


"Besok acara pernikahan mas ILO...! apa kamu juga nggak datang Jack..?" tanya dalam hati Kiran yang kemudian dia bangkit dari duduknya, dan hendak keluar kamar untuk mengambil minum.


Sesampainya di dapur, tiba-tiba pandangannya berkunang-kunang, dan tiba-tiba..


"Brukk...!!" Kiran jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri.


Ibu Watik yang hendak mengambil air minum, sangat terkejut saat melihat putrinya tergeletak di lantai.


"Ana...ayah...Kiran pingsan..!!" seru ibu Watik yang membuat Ana dan pak Warso bergegas mendekat ke sumber suara.


"Kita bawa ke kamar Pak..!!" seru Ana yang sudah siap membopong kiran bersama Ayahnya.


Setelah sampai di kamar, Ana bergegas memanggil bidan terdekat. Untuk memastikan keadaan adik perempuannya.


Tak berapa lama, bidan itu datang dan memeriksa keadaan Kiran.


"Ada apa dengan putri saya Bu..?" tanya ibu Watik yang khawatir saat bidan Padmi keluar dari kamar Kiran.


"Ibu Kiran terlalu kelelahan dan dia sedang banyak pikiran, sebaiknya dia ambil cuti lebih dini. Mengingat kondisi janin dan kandungannya yang sangat lemah. Harus banyak minum air putih ya Bu..! Ini vitamin penguat kandungan. Semoga ibu dan bayi cepat sembuh dan pulih kembali." jelas bidan Padmi.


Bidan Padmi kemudian pamit untuk pulang ke rumahnya di antarkan oleh Ana.


Sedangkan ibu Watik dan pak Warso masuk ke dalam kamar Kiran.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2