Love In Underground

Love In Underground
Malam Yang Berkesan


__ADS_3

Jack mengajak Kiran naik sepeda motor bututnya.


Berbeda dengan waktu berangkat tadi, bersama Alfin dengan sepeda motor sport keluaran terbarunya.


Mereka berjalan dengan kecepatan sedang.


"Jack..tadi kamu bilang kalau kamu punya anak..? berarti kamu sudah punya istri ya..??" tanya Kiran yang penasaran.


"Kita makan dulu ya, nanti aku jawab...!" kata Jack yang sepedanya masuk ke kawasan Surabaya kota.


"Jack kenapa ke sini...?!" tanya Kiran yang penasaran karena Jack menghentikan laju kendaraannya di depan warung bakso yang menjadi kenangan awal jumpa dengan Julian, mendiang suaminya.


"Makan baksolah, masak mau ngehead banger di sini..? he..he..!" jawab Jack dengan gaya dia.


"Ya iya, kita makan bakso. Tapi kenapa di tempat ini..?" tanya Kiran saat mereka turun dari sepeda motornya.


"Karena aku langganan di sini..!" kata Jack sambil mengulas senyum dan masuk ke lapak bakso tersebut.


"Eh si Ening..! Cak Di turut berduka cita ya, atas meninggalnya mas Julian. Semoga amal ibadah cak Julian di terima di sisi-Nya.." kata penjual bakso itu yang langsung mengenali Kiran.


"Inggih matur nuwun (iya terima kasih).. Aamiin ya Robbal alaamiin...!" balas Kiran yang kemudian mencari tempat duduk.


"Ran, kamu pernah kesini..?" tanya Jack yang terkejut.


"Di sini tempat pertama kali aku jumpa dengan Julian." jawab Kiran yang kemudian duduk di atas kursi plastik warna biru.


"Wah, jadi nostalgia ya..?" tanya Jack yang duduk di berhadapan dengan Kiran dengan kursi plastik warna biru


"Eh..si Jack ada disini juga, apa sama Ning Kiran..?" tanya penjual bakso itu yang ternyata juga akrab dengan Si Jack.


"Kami berteman cak, sebelum saya kenal Mas Julian.." sahut Kiran yang kemudian melihat daftar menu.


"Oh begitu ya..!" kata penjual bakso yang biasa di panggil Cak Di.


"Kamu mau pesan apa Ran..?" tanya Jack sambil melihat daftar menu yang di sodorkan Kiran.


"Yang jelas bakso..!" jawab Kiran yang mengulas senyum.


"Yah mulai lagi..! kalau mau lontong balap, tuh di sana..!!" seru Jack yang gemas sambil menunjuk ke lapak lontong balap.


"Bang Jack jangan marah ya..! he..he.. Kiran pesan sama aja sama bang Jack..!!" kata Kiran tetap dengan senyum khasnya.


"Oh oke, kalau minumnya..?" tanya Jack sambil memandang Kiran.

__ADS_1


"Idem..!" jawab Kiran dengan jari tangan membentuk huruf V dengan senyum simpulnya.


Jack hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat tingkah Kiran.


"Ok, Cak Di... bakso kikilnya empat yang dua di bungkus ya, terus minumnya es campur dua mangkok..! " pesan Jack pada penjual bakso.


"Ya..!" jawab Cak Di.


"Es campurnya jangan di beri tape ya cak Di..!" pinta Kiran yang sedang berhati-hati dalam memilih makanan untuk kandungannya.


"Baik Ning..!!" ucap cak Di yang kemudian membuatkan pesanan Kiran dan Jack.


"Jack, tadi katanya mau cerita..!!" kata Kiran yang mengingatkan janji si Jack tadi saat naik motor.


"Oh iya.. aku punya seorang anak putri, namanya Nuraya panggilannya Aya. Umurnya baru dua tahun. Sekarang ada di kampung di asuh sama Ibu dan dua adik perempuanku di kampung..!" jelas Si Jack.


"Lantas bapak dan istri kamu di mana..!?" tanya Kiran yang sudah menerima bakso pesanannya.


"Bapakku berselingkuh dengan Istriku sejak Putri kami berusia enam bulan, dan kini entah di mana." kata Jack dengan wajah sendu.


"Jack, aku turut prihatin dengan keadaanmu. Tapi kenapa istrimu mau berselingkuh? apa lagi dengan mertuanya sendiri .?" tanya Kiran yang penasaran.


"Ini sebetulnya aib keluarga aku, tapi aku ingin berbagi cerita dengan kamu. Tapi kita makan dulu ya..!" kata Jack saat bakso dan es campur sudah ada di hadapannya, yang kemudian berdoa dalam hati .


Kiran pun juga berdoa dalam hatinya dan kemudian dia pun segera menyendok makananya.


"Wah selera makanmu lumayan juga..!" goda Jack saat melihat Kiran yang telah menghabiskan baksonya.


Dan kini mereka beralih ke es campur mereka.


"Mungkin ada Julian junior disini!" jawab Kiran sambil memegang perutnya.


"Ka..kamu hamil..?" tanya Jack yang terkejut.


"Iya, buah hatiku dengan Julian..!" jawab Kiran yang mengusap-usap perutnya.


"Kenapa tak bilang kalau kamu hamil, kalau tahu kamu hamil tadi tidak mampir kesini." ucap Jack khawatir.


"Sluman-slumun slamet (Semoga selamat) pasrah saja sama yang di Atas..!" kata Kiran yang masih mengusap perutnya.


"Aamiin..!" kata Jack yang melanjutkan acara minum es campurnya.


"Jack, kamu belum jawab pertanyaanku, kenapa istrimu mau berselingkuh? apa lagi dengan mertuanya sendiri .?" tanya Kiran yang penasaran.

__ADS_1


Jack menghela nafas panjang.


"Karena aku begini, penampilan selalu kaos hitam dan berambut gondrong. Beda penampilan bapak aku yang berstatus kepala manager di perusahaan di mana ibu dan istriku bekerja. Padahal dulu, dia mau menerima aku apa adanya...! kenapa karena fisik dan materi dia bisa berubah." cerita Jack yang sedikit kecewa.


"Jack, kenapa kamu tak cari ibu baru untuk Nuraya..?" tanya Kiran yang sudah menghabiskannya.


"Aku menyukai seorang gadis, tapi ternyata gadis itu punya tambatan hatinya dan mereka telah menikah." jawab Jack sambil mengambil pesanan si Jack.


"Nampaknya kamu sangat cinta sama gadis itu ya..!" kata Kiran yang menyusul di belakang .


"Sekarang ini di sedang hamil sedangkan suaminya telah meninggal dunia. Yang aku suka dari dia, selain cantik wajah juga budi pekertinya. Dan satu lagi, dia juga pecinta musik Underground..!!" jelas Jack yang kemudian melangkahkan kakinya ke parkiran sepeda motornya.


"Ciri-cirinya seperti aku..? apa mungkin Jack menyukai aku..? Jack..kamu seperti Julian, suka berteka-teki .!" kata dalam hati Kiran yang terdiam menatap Jack yang sudah melangkahkan kakinya naik ke sepeda motornya.


"Kiran...! apa kamu mau tidur di situ..?!" tanya Jack yang sudah memakai helmnya.


"Eh iya..!" Kiran tersadar dari lamunannya dan kemudian menghampiri Jack dan menerima helm yang diberikan Jack.


Dan mereka pun meninggalkan warung bakso itu dengan kecepatan sedang.


Tak berapa lama, mereka sampai di depan pintu pagar tempat kos Atun.


"Ran.., satu bungkus bakso ini buat Atun ya..!!" ucap Jack yang menyerahkan satu bungkus baksonya pada Kiran.


"Makasih ya..!" ucap Kiran.


"Satu lagi, kamu harus hati-hati dengan Alfin ya..!" pesan Jack saat menerima helm dari tangan Kiran.


"Iya, Daa... Jack makasih..!" sahut Kirana.


"Assalamu'alaikum..!!" salam pamit Jack pada Kiran.


"Wa'alaikumsalam..!!" jawab Kiran yang melambaikan tangannya. Dan kemudian dia masuk.


Sedangkan Jack mengawasinya hingga Kiran menghilang dari pandanganya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2