Love In Underground

Love In Underground
Perjalanan kembali ke tempat Kos


__ADS_3

Kiran terdiam serius membaca sebuah chat dari kakak perempuannya yang masuk.


"Ada apa Ran..!?" tanya jack yang penasaran melihat Kiran begitu serius.


"Mbak Ana tadi malam pulang kampung, menjemput bapak sama ibu di Solo..!" jawab Kiran yang sesekali menoleh pada Jack.


"Mendadak begitu..?" tanya Jack penasaran.


"Iya, pernikahan mas ILO dan Mbak Helen mau diajukan bulan depan, dan Minggu depan mbak Ana mau lamaran sama pak Agung Prasetya." jawab Kiran yang terus menjawab chat dari kakaknya itu.


"Berarti aku akan bertemu dengan calon mertua dong..!!" ucap Jack yang sedikit ragu.


"Iya, eh kamu kenapa Jack..?" tanya Kiran penasaran.


"Apa orang tuamu mau menerima aku yang seperti ini..?" tanya Jack yang sedikit ragu-ragu.


"Entahlah Jack..! Dulu pas Julian melamarku, tak ada rasa nggak setujunya sih..!!" jawab Kiran seraya mengingat kejadian masa lalunya.


Jack menarik nafas nya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan.


"Kita berjuang sama-sama Jack, Seperti Julian dulu juga begitu." ucap Kiran seraya menatap Jack, yang seolah ingin mengatakan untuk jangan menyerah dan tetap semangat.


Jack juga menatapnya dalam-dalam.


"Ibu tadi bawain kamu apa sih..?" tanya Jack yang mengalihkan topik pembicaraan.


"Oh iya aku juga penasaran dari tadi. Kita lihat sama-sama ya...!!" jawab Kiran yang mengambil satu paperbag dari tangan Atun.


Kemudian Kiran mengambil satu persatu makanan yang ada di dalamnya.



"Bipang..? oh...ini kalau di tempatku namanya Jipang atau Gipang, dan ini terbuat dari beras. Kalau terbuat dari jagung, namanya beda lagi, namanya berondong...!!" jelas Kiran yang memberikan informasi pada jack sambil makan satu bipang tersebut.


"Berondong...? seperti anak laki-laki belum nikah saja..!! he..he..!!" ucap Jack sambil terkekeh.


"Iya..ya! tapi nama jajanan berondong itu sudah lama, bahkan sejak aku belum lahir jajanan berondong itu sudah ada. Jadi kemungkinan kata gaul yang ikut-ikutan..!! he..he..!!" ucap Kiran sambil terkekeh.


"Bisa aja kamu, coba lihat yang lainnya.." pinta Jack.


Kiran pun mengambil makanan lainnya yang ada di dalam paperbag itu.



"Ini..apa ya..?" tanya Kiran pada Jack seraya membuka dan memakan satu kue, untuk merasakannya.


"Ini namanya kue Satru, terbuat dari kacang hijau..!!" jawab Jack yang ikut makan kue Satru itu.


"Hmm....hampir sama dengan kue sagon di tempatku, bedanya kalau kue sagon pakai kelapa. Tapi ada juga yang pakai kacang hijau." kata Kiran yang masih merasakan enaknya kue Satru itu.


"Bisa sama ya..?" tanya Jack yang penasaran.


"Yang beda mungki cara pembuatan dan sedikit bahannya..!" jawab Kiran setelah minum air mineral dalam botol kemasan tanggungnya.


"Iya mungkin saja..? coba ada lagi nggak..?" tanya Jack yang masih penasaran.


__ADS_1


"Permen jahe...ya ini sering aku beli di pedagang asongan, di saat naik bus mau ke Surabaya maupun pulang ke Solo..!!" ucap Kiran yang langsung membuka satu bungkus permen jahe dan memakannya.


"Kapan-kapan kasih tahu makanan khas kota kamu ya..!!" ucap yang terus menatap Kiran.


"Iya, pasti itu..!!" jawab Kiran sambil tersenyum.


Tak berapa lama bus sudah masuk ke kawasan Sidoarjo, dan Kiran membangunkan Atun yang tertidur pulas.


"Atun bangun, dah sampai...!!" ucap Kiran seraya menggoyangkan tubuh Atun.


"Yang terakhir... terakhir... Bungur... bunguur... bungur....!!" seru kondektur bus yang memberitahukan bahwa sudah dekat dengan kota yang di sebutkan.


Atun membuka matanya, dan kemudian memposisikan dirinya untuk duduk tegap berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Sudah sampai ya..?" tanya Atun yang masih dalam kondisi mengumpulkan nyawanya.


"Iya..!' balas Kiran yang menggeserkan duduknya, karena Jack telah berdiri dari duduknya.


Setelah bus berhenti, mereka segera turun dan melangkahkan kaki mereka ke Masjid di Terminal Bungurasih itu.


"Tun, sudah kamu chat Gilang, kalau kita dah sampai di Bungurasih .?" tanya Kiran seraya duduk di depan masjid, membiarkan Jack sholat Ashar lebih dulu.


"Sudah, dia baru dalam perjalanan kemari katanya...!! nanti kita tunggu dia di tempat kemarin kita di turunkan dari mobil Gilang kemarin saja...!" seru Kiran sambil melihat ke sekelilingnya.


"Iya itu lebih baik..!!' balas Atun yang sedang berkomunikasi dengan Gilang.


Tak berapa lama Jack telah selesai sholat, kini giliran Kiran dan Atun yang sholat Ashar.


Dan Jack ganti menunggui barang-barang Kiran dan Atun.


tahu keberadaan Gilang.


Mereka bertiga menyusuri jalan yang menuju ke tempat di mana kemarin berpisah dengan Gilang.


Tak di sangka, ternyata Gilang sudah menunggu mereka.


"Sudah lama Lang nunggunya..?" tanya Atun saat menghampiri Gilang.


"Lumayan juga..!!" jawab Gilang yang kemudian membuka pintu mobil untuk Atun.


Dan Jack membuka pintu untuk Kiran, setelah itu Jack masuk ke mobil dari sisi yang lainya.


Gilang pun mengemudi dengan kecepatan sedang menyusuri jalan Bundaran Waru Sidoarjo.


"Kiran aku diantar di rumah mbak Ana apa di kosan Atun..?" tanya Gilang tanpa menengok kebelakang.


"Di depan Warung kopi si Jack Saja..!!" canda Si Jack.


"Huhu...mau kamu tuh..!!" seru Atun seraya melempari Jack kotak tisu mobil.


"Eh..tapi benar kan, kalau ke tempat kosannya Atun. Berarti mobilnya kan berhenti di depan warung kopi si Jack..! kalau nggak di situ, mau di mana lagi..?" jelas Jack yang sempat menangkap kotak tisu yang di lemparkan Atun.


"Bener juga ...!!" Seru Gilang.


"He .he..iya juga..! sorry deh Jack..!" ucap Atun menutupi malunya.


Dan semuanya tertawa melihat rona merah di wajah Atun.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mereka pun telah sampai, dan semuanya pun turun dari mobil.


"Lang kamu mau langsung balik..?" tanya Atun saat Gilang berpamitan.


"Iya, masih banyak tugas dirumah..!" jawab Gilang sambil melambaikan tangannya.


"Hati-hati ya..!!" seru Atun seraya membalas lambaian tangan Gilang.


"Iya, Assalamu'alaikum..!!" ucap salam pamit Gilang.


"Wa'alaikumsalam..!!" jawab Jack, Kiran dan Atun bersama'an.


"Kalian berdua, selepas Sholat Maghrib ke Warung kopi ya..!" pinta Si Jack.


"Untuk apa lagi Jack..?" Atun yang penasaran.


Ya makanlah..!! apa kalian tidak lapar..! ha..?" tanya Si Jack sambil tersenyum.


"Oiya..bener..bener Tun. Kan waktunya kita makan..!" ucap Kirana membenarkan ucapan Si Jack.


"ok, by Jack...!!" seru Atun seraya melangkahkan kakinya menuju kawasan tempat kosnya.


"Sampai nanti ya Jack..!Assalamu'alaikum...!" ucap salam Kiran seraya melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam...! aku tunggu lho..!!" balas Jack yang juga membalas lambaian tangan Kiran.


Kiran pun mengangguk dan tersenyum seraya melangkahkan kakinya menuju ke kawasan kosan Atun.


Dan Jack melangkahkan kakinya menuju ke warung kopinya.


...****...


Selesai sholat Maghrib, Kiran dan Atun jadi pergi ke warung kopi si Jack.


Sesampainya si sana, Jack sudah memasak nasi di penanak nasi listrik (magic com).


"Ini ada nya telur, cabe sama bawang..! " kata Jack yang meminta usul pendapat dua perempuan di depannya.


"Buat telur geprek aja..! simpel dan nikmat..!!" ide kiran dan di setujui Atun dan Jack.


Menu makan malam mereka kali ini hanya telur geprek dan teh hangat saja.


Setelah acara makan selesai, kiran dan Atun beranjak meninggalkan warung kopi dan kembali ke kamar kos mereka.


Dan Jack di warung kopi itu sendirian, karena Kodok masih dalam suasana bahagia.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2