
Mentari pagi telah bersinar dari ufuk timur, para pedagang pun banyak yang menawarkan dagangannya.
Soto, bubur ayam, susu, roti sampai surat kabar pun menjadi alunan lagu setiap hari di pagi hari.
"Yur...sayur....! sayurnya Bu...!!"
Dan tak ketinggalan tukang sayur yang suaranya sangat khas, walaupun kadang yang beli para gadis maupun bapak-bapak.
Kiran dan Ana telah selesai memasak dan mereka segera mandi dan berganti pakaian untuk mereka bekerja.
"Tokk...tokk...tokkk...!!"
Ada yang mengetuk pintu, dari luar rumah.
"Assalamu'alaikum....!" ucap salam seorang gadis dari luar pintu.
"Wa'alaikumsalam..! sebentar...!" balas Kiran yang sudah selesai berganti pakaian dan berhiasnya.
Dia melangkahkan kakinya menuju pintu, dimana ada suara ketukan pintu tadi.
"Ceklek...!!"
"Eh Atun...! tumben pagi..? ayo masuk....!!" ajak Kiran saat mengetahui yang datang itu Atun.
"Ran, numpang sarapan..!! he..he..!!" ucap Atun seraya berjalan masuk ke rumah.
"Ayo kebetulan kita juga mau sarapan...!" ucap Kiran dan mereka melangkahkan kaki mereka menuju ruang makan.
"Siapa yang datang Ran..?" tanya Ana yang keluar dari kamarnya.
"Atun mbak..!" jawab Kiran yang sudah duduk bersama Atun di ruang makan.
"Ma'af Mbak Ana, saya numpang makan...! he..he..!" kata Atun nggak enak hati.
"Nggak apa-apa, malah aku senang...kamu bantu habisin masakan kita, iya kan Ran..!" kata Ana.
"Ho..oh..! habisnya cuma kita berdua, dan kadang sorenya mbak Ana makan di luar..!!" sahut Kiran seraya mengambilkan nasi untuk kakaknya, Atun dan dirinya.
"Hari ini kan Jack nggak jualan, jadinya ya bingung mau cari sarapan. Di tempat lain, nggak cocok di lidah masakannya..!" kata Atun yang menerima sepiring nasi dari Kiran.
"Wah semoga saja kamu cocok dengan masakan kami..! he .he..!!" ucap Ana seraya menyendok nasi dan sayurnya, kemudian memasukkannya dalam mulutnya.
"Saya kan sudah sering makan di sini mbak..! dan cocok rasanya, walau kadang sedikit manis..! he..he..!!" kata Atun tanpa tedeng aling-aling.
"Kan ciri khas masakan orang Solo kan manis..!" balas Ana.
"Iya seperti orang-orang Solo, buktinya Kiran. Sampai-sampai Julian dan Jack terpikat..! he..he..!!" goda Atun. Dan Ana pun tersenyum seraya melirik adik perempuannya itu.
"Apa sih...pagi-pagi bikin pipiku merah nih..!!" celetuk Kiran yang memang pipinya saat ini memerah seperti udang rebus.
__ADS_1
"Sudah, cepat selesaikan makannya dan kita segera berangkat kerja..!!" kata Ana dan mereka menyetujuinya.
Selesai makan, mereka pun berangkat bekerja.
Seperti biasa, Atun dan Kiran memilih berjalan kaki menuju ke tempat kerjanya.
"Ran, ada kabar Jack balik nggak..??" tanya Atun dalam perjalanan mereka menuju ke tempat kerja.
"Pagi ini dia balik dari sana...!" kata Kiran yang mensejajarkan langkah kakinya pada Atun.
"Oh, memang repot kalau Jack libur. Masak aku nebeng makan terus..!! he .he..!!" kata Atun sambil mengulas senyum.
"Ya nggak apa-apalah..!!" balas Kiran yang tak terasa mereka telah sampai di depan perusahaan tempat mereka bekerja.
Kemudian mereka menghampiri mesin check clock, yang sekarang lebih canggih.
Hanya dengan menggunakan sidik jari jempol, mereka sudah bisa masuk kerja.
"Hm..ada kemajuan, perusahaan kita..!" ucap Atun seraya tersenyum.
"Perusahaan kita..? Hallo...kita hanya karyawan eh salah karyawati..! perusahaan kita-perusahaan kita..! kayak punya saham aja..! ha..ha..!!" kaya Kiran sambil tersenyum.
"Yah, khayal sebelum bekerja kan nggak apa-apa..!" kata Atun yang kini mereka berjalan masuk ke tempat bagian mereka bekerja.
Ketika menghampiri meja kejanya, tiba-tiba Kiran di kejutkan dengan seabrek berkas-berkas dan agenda-agenda kerja gudang yang dia pegang.
"Apa ini..!! siapa yang menaruhnya di sini..!" seru Kiran yang kemudian bertanya pada teman-teman kerjanya.
"Apa-apaan Mr.Fu itu..!!" seru Kiran yang hendak menghardik atasannya itu.
"Kiran...! kamu mau apa..!! kamu bisa di pecat lho..!!" ucap Mila yang takut kehilangan rekan kerjanya.
"Aku tidak takut, selama aku benar..! Di kiranya aku nggak bisa marah begitu..!! mau seenaknya sendiri..!!" gerutu Kiran yang kedua tangannya sudah mengepal dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Mr. Fu.
"Tokk...tokk...tokk...!!"
"Permisi Mr.Fu...!" ucap Kiran saat masuk ke ruangan Mr. Fu.
"Oh, hai Kiran..! ngapain kamu ke sini..? pekerjaan kamu kan banyak..!!" seru Mr.Fu yang merasa tak bersalah.
"Pekerjaan ku banyak..? itu pekerjaan yang untuk tiga bulan ke depan..! Ngapain Mr taruh di meja saya..? apa Mr. mau membunuh saya secara pelan-pelan..!!" seru Kiran yang geram.
"Tinggal kerjain saja kok repot sih kamu..!" balas Mr. Fu sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
"Kalau kerjaan sewajarnya, saya akan kerjakan .!! tapi itu pekerjaan seperti kerja rodi, saya tidak terima...!!" seru Kiran yang semakin jengkel dengan Mr.Fu.
"Hei, gadis Solo bisa marah juga..! kamu manis juga kalau marah seperti itu, jadi gemas aku..!!" ucap Mr.Fu yang tangannya hendak memegang dagu Kiran.
Namun dengan cepat Kiran tepis, dan wajahnya semakin memerah karena marah.
__ADS_1
"Kau kira aku dari Solo itu perempuan lemah..! aku tidak terima kesewenang-wenangan ini..!!" seru Kiran.
"Aku suka ini, jadilah istriku saja. Kamu akan aku buat seperti ratu...!!" rayu Mr.Fu.
"Mencoba merayuku Mr...! tidak mempan..!" seru Kiran yang hendak keluar ruangan.
Tiba-tiba lengan sebelah kiri Kiran di tarik Mr. Fu dan Kiran pun masuk dalam pelukan Mr. Fu.
"Kurang ajar..! Kabag Mesum..!!" umpat Kiran yang kemudian menginjak kaki sebelah kanan Mr. Fu dan Kiran mendorongnya hingga Mr. Fu terjungkal ke belakang.
"Dugh...!!"
"Aargh...!!"
"Bruughh...!!"
"Aaaaghhh...!!"
"Ka..kau sadis juga..!!" umpat kesal Mr.Fu yang jatuh terduduk.
"Aku laporkan anda pada mbak Ana..!!" seru Kiran yang kemudian berlari keluar dari ruangan Mr. Fu.
"Hah..sial..! ternyata dia tidak selemah yang aku kira..!!" gerutu Mr.Fu yang kemudian dia berdiri.
Sementara itu kiran yang berlari menuju ke ruangan kakaknya.
Namun di tengah jalan, Kiran bertemu dengan Agung Prasetya, manager HRD perusahaan dimana Kiran bekerja.
"Kiran..! ada apa..?" tanya Agung Prasetya yang melihat Kiran yang setengah berlari.
"Pak...! hosst....hosst...!!" Kiran mengatur nafasnya.
"Kamu sedang hamil, jangan berlarian seperti itu..! ada apa..?" tanya Agung Prasetya lagi.
"Pak...Mr. Fu mau mesum padaku...host...!!" ucap kiran yang sambil mengatur nafasnya.
"Mesum..??" tanya Agung penasaran.
Kiran pun menceritakan kejadian dimana Mr.Fu memberinya tumpukan tugas hingga saat berada di ruangan Mr.Fu, yang berusaha merayunya.
Setelah paham apa yang terjadi, Agung Prasetya mendatangi Mr.Fu dengan mengajak Kiran.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...