
"Jack..!!" seru Gilang yang khawatir.
"Atun..! aku bantu Jack..! cepat kamu cari bantuan..!!" seru Gilang yang merasa ada yang tak beres.
Atun segera mengikuti saran dari Gilang, dia dengan sepeda motor Gilang pergi meninggalkan lokasi tersebut.
Sementara Gilang membantu memapah Jack untuk menuju ke sepeda motor milik Jack.
Namun para anak buah madam Mawar tak membiarkan mereka pergi.
Dengan terpaksa Gilang meladeni mereka. Dan juga Jack dengan sisa-sisa tenaganya.
"Bagh....!!"
"Bugh.....!!"
"Bagh....!!"
"Bugh.....!!"
"Aagh....!!"
"Bagh....!!"
"Bugh.....!!'
"Aghh...!!"
Perkelahian yang seru itu pun terjadi lagi dan kini lebih seru karena berimbang.
Anak buah Madam mawar pun banyak yang terkapar.
Tak berapa lama, pasukan polisi yang sudah datang. Mereka di bawah komando Ari yaitu paman Julian
"Kalian tidak apa-apa..?" tanya Om Ari yang masih kelihatan gagah di usia yang hampir mendekati pensiun.
"Kami tidak apa-apa, Om bantu kami mencari Kiran..!!" pinta Gilang dengan sungguh -sungguh itu.
"Ada apa dengan menantu kakakku itu..?" tanya Om Ari yang penasaran.
"Kiran tadi dibawa salah satu laki-laki diantara mereka, dan hendak di jual di sini" jawab Gilang yang berada di hadapan om Ari.
"Astaghfirullah..Baiklah..! setelah berurusan dengan mereka, aku akan bantu mencari Kiran. Dan aku butuh kesaksian dia." ucap om Ari dengan tegas.
"Terima kasih Om..!" jawab Gilang dan Jack bersamaan.
Jack dan Gilang pun mulai pencarian mereka yang berkeliling bertanya-tanya pada orang-orang di sekitar gang tersebut.
Sementara itu Kiran yang dengan penyamarannya ikut dengan pak Umar, menjadi pemulung.
Mereka sudah sampai di gapura keluar dari gang Mawar tersebut.
Dan Atun yang mengendarai sepeda motor yang di pakai Gilang telah sampai di jalan depan jalan masuk ke gang Mawar.
Atun yang sebelumnya melihat mobil patroli yang masuk ke kawasan gang Mawar.
"Syukurlah, polisi sudah datang. Gilang dan Jack bisa selamat." kata dalam hati Atun.
Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sesosok perempuan memakai kaos hitam yang berjalan mendorong gerobak yang penuh dengan kardus dan botol.
"Aneh, ada anak Underground di tempat ini..? cewek lagi..!!' ucap Atun yang terus memperhatikan perempuan pendorong gerobak bermuatan kardus dan botol plastik itu.
__ADS_1
"Eh...Apa aku tak salah lihat..? i..itu Kiran..?" gumam Atun yang penasaran dengan sesosok perempuan yang di kenalnya itu.
"Kiraaan...!!" panggil Atun yang sudah yakin kalau itu sahabatnya.
Pada awalnya Kiran tak mendengar panggilan dari sahabatnya itu.
"Kiraaan...!!"
Sekali lagi Atun memanggil perempuan berkaos hitam dengan rambut sepunggung yang terurai.
Kali ini Kiran mendengar suara yang akrab ditelinganya itu. Dan dia pun menoleh ke sumber suara.
"Atun...!! pak, saya sampai di sini ya..! terima kasih telah menolong saya..!!" kata Kiran yang kemudian memberi beberapa lembar uang pada pak Umar.
"Saya menolong Ning itu tulus, uangnya buat kepentingan Ning saja...!!" kata pak Umar yang mengembalikan kembali uang dari Kiran.
"Terima kasih pak, semoga Allah membalas semua kebaikan bapak..!!" ucap Kiran sambil menangkupkan kedua telapak tangannya.
"Apakan Ning sudah aman di sini..??" tanya pak Umar yang masih mengkhawatirkan keadaan perempuan yang di tolongnya itu.
"Itu teman saya pak .!" jawab Kiran seraya menunjukkan tangannya pada Atun yang menghampirinya.
"Jadi benar kamu benar Kiran..!!" seru Atun yang berjalan menghampiri Kiran dan kemudian memeluk sahabatnya itu.
"Alhamdulillah aku masih bisa melihat dan memelukmu Tun..!!" ucap Kiran saat mereka saling berpelukan.
"Nah kalau begini, aku kan bisa lega meninggalkan Ning di sini." ucap pak Umar pada Kiran.
"Iya pak, kenalkan teman saya Atun, dan Atun ini pak Umar yang menolongku sampai di sini." ucap Kiran yang memperkenalkan Atun yang lepas dari pelukan mereka pada pak Umar.
Pak Umar dan Atun saling menjabat tangan dan mengenalkan diri.
"Kalau begitu aku bisa meninggalkan Ning di sini..!" ucap pak Umar.
Pak Umar menyambutnya dan kemudian mengundurkan diri dari kedua perempuan di hadapannya.
"Assalamu'alaikum..!" salam pamit pak Umar.
"Wa'alaikumsalam...!" balas Kiran dan Atun bersamaan.
Pak Umar pun meninggalkan Kiran dan Atun.
"Atun, tadi Jack dan Gilang ada di dalam. Mereka berkelahi dengan Alfin dan beberapa laki-laki berpakaian preman ." kata Atun yang menggandeng Kiran dan mengajaknya mendekat pada sepeda motornya.
"Jack dan Gilang, mereka berkelahi di dalam..??" tanya Kiran untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"Iya, tapi tadi sudah ada polisi yang membantu mereka." jawab Atun.
"Sebaiknya kamu hubungi Gilang atau Jack sekarang..!!" ucap Kiran pada Atun.
"Kenapa dengan ponsel kamu?' tanya Atun seraya mengambil ponselnya.
"Ponselku kelaparan..!" jawab Kiran sekenanya.
"Ohw..!!" Atun yang tahu maksud Kiran dan segera mengotak-atik ponselnya.
...📞📞📞📞📞...
Gilang
"Assalamu'alaikum..! ada apa Tun..?"
__ADS_1
^^^Atun^^^
^^^"Wa'alaikumsalam...! Gilang...! Kiran sudah bersama denganku, kami di depan gapura gang Mawar..!!"^^^
Gilang
"Alhamdulillah .! Oke..kami akan kesana sekarang juga..!!"
^^^Atun^^^
^^^"Ya kami tunggu..! Assalamu'alaikum...!!"^^^
Gilang
"Wa'alaikumsalam...!"
...📞📞📞📞📞...
"Mereka akan ke sini...!!" ucap Atun yang segera menyimpan ponsel dalam tasnya.
Tak berapa lama, ada sepeda motor bebek yang di tumpangi dua orang laki-laki itu menghampiri mereka.
"Gilang...!!" panggil Atun saat melihat Gilang yang membonceng si Jack.
Kiran dan Atun sangat terkejut melihat kondisi kedua lelaki tersebut, yang penuh lebam.
Atun segera menghampiri Gilang dan Kiran menghampiri si Jack.
"Kalian nggak apa-apa kan..?" tanya Kiran saat dia sudah di depan Jack dan Gilang.
"Kiran..!!" reflek Jack memeluk Kiran, dan di saksikan Atun dan Gilang yang saling pandang.
"Hulp...oh..Jack aku nggak bisa benafas.." ucap Kiran dalam pelukan Jack.
"Ups.,maaf aku terlalu mengkhawatirkanmu Kiran..!" ucap Jack yang langsung melepaskan pelukannya.
"Jack..! belum halal, main peluk saja..! Halalin dulu..!!" goda Gilang sambil tersenyum begitu pula dengan Atun.
"Halal...apaan sih maksud kalian..??" tanya Kiran yang tak mengerti.
"Sudahlah..! ayo kita segera pergi dari sini..! Tak baik lama-lama di sini." ucap Jack yang disetujui semuanya.
"Sudah larut malam, kalian sebaiknya menginap di rumahku saja. Eh, maksud aku di rumah usaha Julian..!!" ajak Gilang karena jarak ke rumah usaha Julian lebih dekat dari pada ke tempat kos.
"Lagi pula karena sudah malam, pintu tempat kos pasti di tutup..!!" tambah Atun yang menyetujui hal itu, karena ingin mengobati Gilang kekasihnya.
"Baiklah kita ke rumah usaha Julian, ayo kita berangkat sekarang..!!" ucap Kiran yang kemudian memakai helmnya.
Kembali Kiran di bonceng Jack dan Atun di bonceng sama Gilang.
Mereka melajukan sepeda motor yang beda tahun pembuatannya itu membelah gelapnya malam.
...~Â¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...