
Setelah mendengarkan Musik Underground dan selesai mengobati Gilang dan Jack, Kiran dan ketiga sahabatnya segera menunaikan sholat Isya'.
Beberapa menit kemudian mereka selesai menjalankan sholat Isya'.
Malam semakin larut, Kiran dan Atun tidur di kamar Julian. Jack dan Gilang tidur di kamar Gilang dan Andy beserta teman-temannya tidur di kamar tamu dan sebagian di sofa.
"Ran...nggak sangka, Jack menyukaimu..!" ucap Atun saat mereka di tempat tidur.
"Iya..! Semoga dia bisa menggantikan Julian..!!"kata Kiran lirih.
"Sebentar lagi kodok nikah..! Berarti kita bakal main ke kampung halaman Jack..! iya kan Ran..?" tanya Atun, dan yang di tanya sudah ke alam mimpinya.
"Yee..dah pulas..!!" Atun kemudian memposisikan dirinya untuk tidur senyaman mungkin.
Dan kini semuanya pun tertidur dengan pulas.
Pukul 02.30wib, Kiran terbangun dan menjalankan sholat malam.
Selesai menjalankan sholat malam, Kiran menuju ke dapur.
"Mau balik tidur, dah nggak bisa. Sebaiknya aku buat sarapan saja...!" kata Kiran dalam hati yang kemudian mencari sesuatu di dalam lemari es maupun lemari kabinet.
"Nggak ada apa-apa, yang ada cuma mie instan goreng. Ah, buat mie goreng sajalah." kata dalam hati Kiran.
Kiran pun sibuk membuat mie goreng.
Tanpa di sadari Kiran, Jack ada di belakang mengawasinya.
"Apa tidak tidur kamu Ran.??" tanya Jack yang bersedekap dan bersandar di kusen pintu masuk dapur.
"Eh kamu Jack, habis sholat malam trus tidak bisa tidur." jawab Kiran masih sibuk masak.
"Oh...!!" seru Jack sambil melangkahkan kaki duduk di kursi meja makan.
"Aku buatkan teh manis ya..!” Kiran yang menawarkan diri.
"Boleh..! jangan manis-manis ya, soalnya yang buat sudah manis..!" Kata Jack yang ngegombal.
"Hm...pagi-pagi ngegombal..!!" balas Kiran sambil memanyunkan mulutnya.
"Di bilangin yang buat manis nggak percaya..!He..he..!!" goda Jack.
Kiran pun membawa dua gelas teh beserta dua piring mie goreng.
"Adanya ini, kita sarapan sekalian. Habis sholat subuh kita balik ke warung kopi..!" kata Kiran yang kemudian Jack.
"Oke..!" jawab Jack sambil meniup teh manisnya.
Dan setelah berdoa mereka pun sarapan bersama.
"Hari ini Warung kopi libur..!" kata Jack setelah menyelesaikan acara makan mie gorengnya.
__ADS_1
"Lho..! kenapa..?" tanya Kiran yang juga menyelesaikan sarapannya.
"Mau pulang kampung, Eko kan mau menikah..!!" ucap Jack setelah minum teh manisnya.
"Oiya, trus acara resepsinya kapan..?" tanya Kiran yang juga menyelesaikan sarapannya.
"Seminggu lagi..! Apa kamu mau kesana..?" tanya jack yang menatap Kiran penuh arti .
"Iya, sekalian aku ingin ketemu Aya..! kebetulan pas tanggal merah ya dua hari...!" kata Kiran dengan mengulas senyum.
"Pasti Aya akan senang lihat calon ibunya..!" goda si Jack yang juga mengula senyumnya.
"Ah bisa saja..!!" balas kiran yang kemudian mengambil piring yang telah mereka pakai.
"pagi-pagi ramai sekali ..!" kata si Atun yang kemudian duduk di kursi meja makan.
"Eh kamu Tun..! sarapan sekalian tun..!" ucap Jack menawarin Atun.
"Iya, maunya begitu..!!" ucap Atun sambil menerima teh dan mie goreng dari Kiran.
"Wah, ikutan nimbrung nih..!!" ucap Gilang yang baru datang.
"Boleh..sekalian aku buatkan..!!" ucap Kiran yang kembali ke dapur mengambil teh manis dan juga mie goreng untuk Gilang di bantu Jack, yang masih tahap pedekate sama Kiran.
"Atun, seminggu lagi Kodok nikahan, kita datang ya..!!" ucap Kiran yang kemudian duduk kembali di kursinya.
"Boleh, sekalian kepingin tahu calon mertuanya sahabatku..!" kata Atun sambil melirik ke arah Kiran.
"Calon mertua apaan sih..?" kata kiran yang tersipu memerahkan pipinya.
Jack hanya tersenyum melihat rona wajah perempuan pujaannya merona.
"Aa..aapaa sih kalian...ah..! pagi-pagi dah bikin keki..!!" ucap Kiran yang kemudian berdiri, hendak kembali ke kamar Julian.
Namun tangannya telah di raih oleh Jack.
"Sudahlah, jangan menghindar terus. Kamu terima kan cinta tulus aku..? kita sudah pernah menikah sebelumnya, tak usah pakai acara pacaran. Setelah kamu melahirkan, kita menikah..!!" ucap Jack bersungguh-sungguh.
"Aku kok merasa ada Julian di sini ya..!!" bisik Gilang pada Atun.
"Memang Jack itu sifatnya mirip Julian. Hanya saja dia dari golongan menengah ke bawah sejak di tinggal ayahnya yang selingkuh dengan istrinya." kata Atun.
"Astaghfirullah...tragis sekali nasibmu Jack..!!" kata Gilang yang masih berbisik.
"Jack..kamu bersungguh-sungguh kan..?" tanya Kiran yang mencoba mencari kebenarannya dari netra laki-laki di hadapannya itu.
"Iya, nanti kalau kamu datang ke nikahannya kodok. Aku kenalkan sama ibu, putriku dan adik-adikku..!" ucap Jack yang membalas tatapan mata Kiran.
Kiran mengangguk seraya tersenyum tanda menyetujuinya.
Terdengar sayup-sayup Adzan sholat subuh dari toa masjid.
__ADS_1
"Kita sholat Subuh berjama'ah yuk..! habis itu kita ke tempat kos .!!" ajak Gilang.
"Iya ayo..!!" semua menyetujui, dan bergegas mengambil air wudlu, beberapa menit kemudian menunaikan sholat subuh berjamaah.
Setelah selesai dengan sholat subuh, dua sepeda motor melaju meninggalkan rumah peninggalan Julian itu.
Kurang lebih setengah jam lamanya, akhirnya mereka sampai di tujuan.
"Atun dan Kiran, aku langsung saja ya..! soalnya mau mengatur anak-anak ngantar pesanan kaos." ucap Gilang saat sampai di depan pintu pagar kos.
"Iya ,hati-hati Lang..!!" ucap Atun.
"Iya, ayo Jack..! Assalamu'alaikum .!!" pamit Gilang yang ke udian putar balik sepeda motornya.
"Wa'alaikumsalam..!" balas ketiga orang itu seraya melambaikan tangan mereka.
"Aku juga pamit, aku mau berkemas untuk pulang kampung. Kalian hati-hati ya, terutama kamu Ran..!!" ucap Jack seraya menatap Kiran.
"Ok boss..!!" jawab Kiran dan Atun bersamaan, dan Jack tersenyum karenanya.
"Assalamu'alaikum....!! salam pamit si jack sambil melambaikan tangannya.
"Wa'alaikumsalam..!" balas Kiran dan Atun yang juga melambaikan tangan mereka.
Setelah itu, Kiran dan Atun masuk ke dalam komplek kos dan segera menuju ke kamarnya.
Mereka berdua bergegas untuk mandi, sebelum antrian di kamar mandi membludak.
Selesai mandi, mereka segera berhias.
"Assalamu'alaikum..!" ucap salam seorang gadis tetangga kos.
"Wa'alaikumsalam.. eh Kamu Da, sini masuk..!" ajak Kiran sambil merapikan rambutnya.
"Mau tanya keadaanmu Ran..! katanya kamu di bawa Alfin ke gang mawar, apa benar itu..?" tanya Rosida penasaran.
"Benar..!" jawab Kiran, yang kemudian dia menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhirnya selamat.
"Syukurlah kamu nggak apa-apa..!!" ucap Rosida lega.
"Sudahlah..yuk berangkat..!!" ajak Atun.
Mereka pun berangkat untuk bekerja, dengan menuruni tangga terlebih dahulu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...