
Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan rumah mendiang Julian, yang seharusnya menjadi milik Kiran.
Namun karena jauh dari tempat kerjanya, Kiran lebih memilih tinggal bersama kakak perempuannya dan terkadang tidur di tempat kos Atun.
Terlihat ada beberapa anak muda sedang bercengkrama di teras rumah.
Sayup-sayup mereka sedang mendengarkan musik yang tak asing di telinga mereka.
"Mereka pasti sedang mendengarkan radio Wijaya..!!" tebak Kiran saat turun dari sepeda motor yang di kendarai oleh Jack.
"Bukti penggemar Underground, sampai tahu stasiun radio mana yang memutar lagu-lagu Underground pada jam-jam begini...!!" ucap Gilang sambil menuntun sepeda motornya masuk ke garasi dan di ikuti oleh Jack.
"Siapa dulu yang mengenalkannya.." balas Kiran sambil menepuk pundak Atun.
"Sudahlah ayo kita gabung sama mereka..!!" ucap Atun seraya menarik tangan Kiran.
Atun dan Kiran mendekati anak-anak muda yang sedang mendengarkan radio itu.
"Assalamu'alaikum...! hai Andy..!!" sapa Kiran saat tahu salah satu diantara anak muda itu.
"Wa'alaikumsalam...mbak kiran..!!" balas Andy yang langsung menghampiri Kiran dan mencium punggung tangan Kiran dan juga Atun, diikuti oleh yang lainnya.
"Band apa saja yang sudah di putar tadi..?" tanya Atun setelah teman-teman Andy mencium punggung tangannya.
"Wafat, Jagal dan Power metal...!!" jawab Andy yang memberi kursi kayu tanpa sandaran pada kedua perempuan di sampingnya.
"Jadi Total Tragedy belum di putar ya..??" tanya Kiran yang telah menerima kursi dari Andy.
"Wah, belum mbak..!!" jawab Andy dan beberapa temannya bersamaan.
"Oh kita tunggu saja, Ran..!" seru Atun yang membenarkan cara duduknya.
"Boleh..!!" balas Kiran.
"Mbak..kaosnya pas tuh di badan mbak Kiran..!" ucap Andy tiba-tiba.
"Oiya Ndy..! makasih kaosnya..! tadi kaos ini jadi penyelamat aku waktu di kejar penjahat." kata Kiran bersemangat.
"Hmm...hmmm...!!"
Terdengar deheman dua laki-laki yang suaranya semakin mendekat.
"Kalian kenapa nggak tidur...! besok sekolah lho..!!" seru Gilang yang dari garasi bersama Jack menuju ke teras rumah.
"Nungguin sampai selesai musik Undergroundnya mas..!!" balas teman Andy.
"Oh ya sudah, tapi setelah ini lekas tidur ya..!!" ucap Gilang yang sudah berada diantara mereka.
"Lang..! ada es batu dan P3K nggak..?" tanya Jack seraya menahan sakit.
"Oh ada..! ayo kita masuk..!!" ucap Gilang yang kemudian masuk ke rumah.
"Ran..ayo kita ikut masuk..!!" bisik Atun sambil siku tangannya menyenggol lengan Kiran.
"Untuk apa..?" tanya Kiran yang juga berbisik.
"Apa kamu nggak tahu, Gilang dan Jack luka lebam begitu .??" Atun yang balik bertanya.
"Oh..iya, ayo..!!" ucap Kiran yang kemudian berdiri.
"Andy dan semuanya, maaf saya mau ke dalam dulu ya..!!" pamit Kiran.
__ADS_1
"Baik mbak..!" jawab Andy.
"Oiya Andy, boleh suka lagu Underground. Tapi ingat Say No To Drugs...! paham..?" kata Kiran sebelum melangkahkan kakinya.
"Paham mbak..! kami ingat itu yang selalu mas Julian tekankan saat mengajar kami dulu..!!" ucap Andy.
"Bagus..!!" kata Kiran sambil menunjukkan dua jari jempolnya.
Kiran dan Atun segera masuk mengikuti Gilang dan Jack.
"Gilang ada dimana Jack..?" tanya Atun yang melihat Jack sendirian.
"Sedang mengambil air es..! di dapur.." ucap yang masih menahan sakitnya.
"Oh..! aku susul dia..!!" ucap Atun yang kemudian melangkahkan kaki ke dapur.
"Oke..!!" balas Kiran.
Kemudian Kiran duduk di samping Jack dengan cahaya lampu, Kiran melihat luka lebam di wajah Jack.
"Jack..! kamu nggak apa-apa kan..?" tanya Kiran yang khawatir.
"Nggak apa-apa, sudah biasa..!!" jawab Jack sedikit santai. Agar Kiran tak terlalu mengkhawatirkannya.
Kiran menatap Jack, seolah mengingatkan pada kenangan silamnya.
📆Flashback On.
(Kejadian saat Julian berusaha menolong ILo kakak laki-laki Kiran dan juga Kiran dari mantan kakak Ipar Kiran.)
Tiba-tiba Julian menghentikan mobilnya.
Di lihatnya ada sepeda motor yang teronggok di pinggir jalan.
Dan ada empat buah motor yang tak di ketahuinya "ada kecelakaan kah?" kata Julian.
Kiran pun melihat sekeliling, dan dia mengenali salah satu sepeda motor tersebut.
Mereka melihat kerumunan, seperti mengepung seseorang.
"Mas ILO...!" pekik Kiran dan Kiran bergegas keluar mobil.
Julian melihat sesuatu yang tak di inginkan "Kiran jangan keluar..!" teriakan Julian seperti tak di dengarkan oleh Kiran.
"Papa,telfon om Ari dan Ambulan..!" seru Julian pada Papanya. Dan Julian keluar menyusul Kiran yang setengah berlari menuju kerumunan tersebut.
Dia pun menyibak orang yang menghalangi pandangannya, mencoba mencari tahu siapa korban kecelakaan itu.
"Mas ILO...!" jerit Kiran.
"Kiran pergi dari sini...!" perintah ILO.
"Kenapa harus prgi?" kata Kiran dalam hati, lalu dia mengalihkan pandangannya ke sekeliling, dia pun mundur beberapa langkah.
"Mas Angga..."desis Kiran.
"Hallo manis, pucuk di cinta ulam pun tiba" kata pria yang sebelumnya memegang kerah baju ILO dan menyadari kemunculan Kiran dia melepaskannya.
"Ayo manis ikut denganku kita bersenang-senang.." kata Angga
"Mau apa kalian, kenapa kau sakiti Mas ILO?" tanya Kiran.
__ADS_1
"Alah hanya buat kenang-kenangan saja" jawab Angga.
Ayo sini, kita lanjutkan yang dulu tertunda" kata Angga.
"Siapa dia bos?" tanya salah seorang anak buah Angga.
"Dialah yang aku cari selama ini" jawab Angga.
"pantesan kinyis-kinyis, lebih ranum dari kakaknya ha..ha.." kata anak buah Angga yang lainnya dan mereka tertawa di antara ketakutan Kiran dan ILO.
"Pergi...!" jerit ILO saat memukul salah satu anak buah Angga dari belakang.
.Melihat ada kesempatan untuk lari, Kiran segera lari menjauhi tempat itu.
"Tolong-tolong...!!" jerit Kiran berusaha mencari bantuan.
"Kiran.," panggil Julian yang tadi menyusul Kiran dari belakang.
"Ternyata ada pahlawan kesiangan" kata Angga dengan senyum sinisnya.
"Serahkan gadis itu, maka aku biarkan kau pergi!" pinta Angga.
Julian memposisikan dirinya didepan Kiran.
"Tak kan kubiarkan.." bentak Julian.
"Kiran cepat masuk mobil" bisik Julian.
Kiran tanpa berkata-kata melangkahkan kakinya menuju mobil.
"Kurang ajar..serang dia!!" perintah Angga pada anak buahnya.
Karena kalah jumlah, jelas saja Julian kewalahan.
Baru beberapa jurus Julian terpukul mundur. "Julian..." teriak Kiran bersamaan dengan mama Julian.
"Pa..Ari cepat suruh kesini" pinta mama Julian
"Sudah ma, Sudah dalam perjalanan kesini" kata papa Julian.
"Kalian disini, aku bantu Julian...!" lanjutnya.Papa Julian pun keluar dari mobil.
Dia tak tega anaknya di kepung delapan penjahat.
📆Flashback Off
"Kiran....hei...hei..!!" seru Jack sambil mengibaskan tangannya di depan Kiran.
"Julian...!!" ucap Kiran lirih yang tak lama kemudian, airmatanya menetes di pipinya.
"Kamu belum bisa move on dari mendiang suamimu ya..?" tanya Jack lirih.
"Jack....!"
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...