
Eh, kamu sama siapa..?" tanya mama Eva yang merupakan mamanya almarhum Julian suami Kiran itu, saat melihat sosok Mr. Fu di samping Kiran.
"Oh, Beliau atasan saya ma..pa.., kenalkan Mr.Fu..!" kata Kiran yang memperkenalkan Atasannya pada Tuan Dani dan Nyonya Eva.
"Dan Mr.Fu, kenalkan ini papa Dani dan ini mama Eva. Mereka adalah mantan mertua saya." Lanjut Kiran yang memperkenalkan kedua orang tua Julian.
"Kiran..!" panggil Nyonya Eva yang kemudian menarik Kiran.
"Ada apa ma..?" tanya Kiran sambil berbisik.
"Kamu nggak ada hubungan kan sama si Mr. itu..?" tanya nyonya Eva penasaran sambil milirik Mr. Fu.
"Tidak ma. Lagi pula ma..mama akan punya cucu..!" jawab Kiran dengan mengulas senyum bahagia.
"Cucu..? kamu hamil..? anaknya Julian..?" tanya nyonya Eva sambil mengusap perut Kiran.
"Iya ma..! anak Julian..!" jawab Kiran dengan senyum mengembang.
"Tapi..masak Julian main kredit..?" tanya Nyonya Eva yang penasaran.
"Nggak ma..! kami melakukannya setelah ijab kobul..!" ucap Kiran yang kemudian memeluk nyonya Eva.
"Kamu rindu suamimu ya..?" tanya Nyonya Eva dengan berbisik.
"Banget ma..!" jawab Kiran yang kemudian melepaskan pelukannya.
"Main ke rumah ya.." pinta nyonya Eva yang mencium kening Kiran.
"Iya ma..! kalau ada yang mengantarkan..!!" kata Kiran.
"Sudah Kiran, ayo kita kembali ke tempat kerja..!!" seru Mr.Fu yang mengingatkan Kiran kalau dia masih dalam waktu bekerja.
"Maaf ya mama dan papa..! Kiran kembali bekerja dulu... Salam buat mbak Helen dan mas ILO." kata Kiran yang kemudian mencium punggung tangan ke dua orang tua Julian itu.
"Assalamu' alaikum..?
Dan di ikuti dengan Mr.Fu yang menjabat tangan ke dua orang yang baru di kenalnya.
"Wa'alaikumsalam..!" jawab kedua orang tua Julian.
Mereka pun menuju ke mobil masing-masing.
Kiran dan Mr. Fu kembali ke perusahaan sepatu tempat mereka bekerja.
Tuan Dani dan Nyonya Eva pergi ke perusahaan mereka.Yang dimana sekarang ini ILo bekerja di sana.
Dan Helen kakak Julian tetap bekerja sebagai perawat.
"Kamu sudah bersuami..?" tanya Mr.Fu di sela-sela dia mengemudi.
"Iya, tapi sudah meninggal Mr..!" jawab Kiran yang sesekali melihat ke Mr.Fu.
"Hm..Mr. Fu ini cakep juga, tapi apa Mbak Ana mau sama dia ya..?" tanya dalam hati Kiran.
"Oh, saya turut berduka cita ya..!!" ucap Mr. Fu yang mobilnya kini sudah menuju ke kawasan Industri di mana tempat mereka bekerja.
"Terima kasih Mr.,!" ucap Kiran yang sambil melihat ke sekitarnya, karena tampaknya cuaca sedang mendung.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di parkiran.
Setelah itu Mr.Fu memarkirkan mobilnya, dan mereka pun keluar dari mobil dan melangkah masuk ke ruang kerja masing-masing.
__ADS_1
Hari sudah beranjak sore, dan waktunya kerja telah usai.
Atun dan Kiran pulang kembali dengan jalan kaki.
"Ran... Mr.Fu tadi ada urusan apa denganmu..?" tanya Atun dalam perjalanan pulang mereka.
"Oh, dia naksir mbak Ana..! he..he..!" jawab Kiran sambil tersenyum.
"Oh, kirain naksir kamu..! kasihan kan si Jack. Saingannya orang berduit..!!" celoteh Atun.
"Aa...apaan sih kamu..! memangnya aku ada tampang cewek matre..? " balas tanya Kiran.
"O..jadi artinya kamu buka hati buat Jack..?" goda Atun sambil tersenyum.
"Buka hati..? itu sih belum. Aku masih merindukan sesosok seperti Julian..!!" kata Kiran yang membayangkan Alfin.
"Gila..kau buka hati buat Alfin..?" tanya Atun yang tak percaya.
"Tidak juga...! masih penjajakan..!!" jawab Kiran sambil mengulas senyumnya.
"Penjajakan..?" kata dalam hati Atun sambil mengangkat bahunya.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di depan kos.
"Itu seperti Gilang..?" tanya Kiran pada Atun saat melihat mobil yang di pakai Gilang, yang merupakan mobil Julian.
"Iya, aku duluan ya..!" kata Atun yang kemudian berjalan menghampiri Gilang.
Sementara itu Kiran menuju ke warung kopi si Jack.
"Jack nasi seperti biasa ya, makan di sini..!" pesan Kiran pada si Jack.
"Siap..!!" jawab si Jack yang kemudian menyiapkan makanan untuk perempuan yang ada di hatinya saat ini.
"Wah..dari alfin, mama dan papa..! mbak Ana dan ibu dirumah...! wah borongan semua..!" kata Kiran dalam hati dan kemudian dia sibuk membalas chat semuanya.
"Ran, apa kamu tak periksakan kandunganku..?" tanya Jack pada kiran.
"Belum kepikiran", jawab Kiran yang masih mengetik balasan chat semua yang mampir ke ponselnya.
Tiba-tiba Jack mengambil paksa ponsel Kiran.
"Jack..! apa-apa'an sih..!" seru Kiran sedikit emosi.
"Makan dulu, keburu dingin...!" ucap Jack dengan dengan nada tinggi.
"Iya-iya, awas kalau ponselku tidak kamu kembalikan...!" ucap kiran dengan nada tinggi pula.
"iya,cepat makan dulu...! ucap Jack yang sedikit memaksa.
Akhirnya Kiran pun memakan nasinya dan dia berhasil mendapatkan ponselnya kembali.
"Sayangku akhirnya kita jumpa lagi..!" ucap kiran pada ponselnya.
Jack pun hanya tersenyum melihat tingkah kiran yang seperti anak kecil itu.
Dari arah luar warung kopi, nampak Atun yang tergesa-gesa.
"Assalamu'alaikum..!!" salam Atun sembari duduk si samping Kiran.
"Wa'alaikumsalam... ll' balas Kiran dan Jack bersamaan
__ADS_1
"Atun..ada apa?" tanya jack sambil menaruh beberapa gorengannya di atas meja.
"Aku mau diajak Gilang menemui orang tuanya." jawab Atun sembari mengambil beberapa gorengan dan di masukkan dalam plastik.
"O..ceritanya mau di kenalkan mertua ya..!!" goda kiran pada sahabatnya.
"Iya begitulah...!" jawab Atun sambil membayar gorengannya.
"Ini kembalian nya..:!!" kata Jack saat mengembalikan sisa uang Atun.
"Makasih, assalamu'alaikum..." balas Atun yang kemudian melambaikan tangannya pada para sahabatnya.
"Wa'alaikumsalam..!" jawab Kiran dan Atun bersamaan.
"Ran, dari pada kamu sendirian, aku antar kamu cek kehamilan yuk..!!" kata Jack sambil duduk di samping Kiran.
"Kamu mau mengantarku..?" tanya Kiran yang tak enak hati.
"Iya..!" jawab Jack singkat.
"Makasih ya..!" kata kiran sambil menatap Jack .
"Iya, cepat kamu Sholat dan ganti
pakaian...!!" pinta Jack yang membalas tatapan Kiran.
"Kiran..kau...membuatku mengulangi saat pertama kali bersama ibunya Aya...ah Kiran..!" kata dalam hati Jack.
"Iya, oiya Jack, maaf ya tadi pagi aku sempat marah sama kamu..!" ucap Kiran pada Jack dengan rasa menyesal.
"Nggak apa-apa, sudah biasa kok..! aku nggak terlalu memikirkannya.." jawab Jack dengan mengulas senyum.
"Makasih ya..!" balas Kiran yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat kos Kiran.
Beberapa menit kemudian, Kiran telah selesai dalam urusannya.
"Ayo kita berangkat sekarang..!" seru Si Jack.
"Iya ayo..!" jawab Kiran.
"Dok..! aku tinggal sebentar ya..!" pamit Jack pada Kodok.
"Iya..! hati-hati bawa anak orang...! he..he..!!" goda kodok.
"Beres..!! Assalamu'alaikum..!" salam Jack pada kodok bersamaan dengan Kiran.
"Wa'alaikumsalam...!" balas kodok.
Jack memberikan helm pada Kiran dan Kiran menerimanya.
Mereka mengendarai sepeda motornya menuju ke bidan setempat untuk memeriksakan kandungan Kiran.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...