Love In Underground

Love In Underground
Kembali terhubung


__ADS_3

Selama tiga tahun pernikahan, akhirnya Kiran hamil,dan di karuniai anak laki-laki.


Kiran memberi nama anaknya Julian junior, sebelum Kiran memberi nama anaknya dengan nama mantan suaminya.


Kiran minta persetujuan suaminya,ayah dati anaknya.


Sedangkan Kakaknya ILO sudah di karuniai dua orang putri,dan sekarang Ilo tinggal di Surabaya.


Dan menduduki sebagai Direktur utama di perusahaan Papanya Helen.


Sedangkan Ana di karuniai satu orang putra dari pernikahannya yang sekarang dengan teman satu kantornya.


Dengan demikian membuktikan bahwa Ana memang tidak mandul.


Suatu hari, Kiran mengotak-atik media sosialnya. Dan tanpa sengaja dia menemukan media sosial Atun.


Dan mereka kembali menjalin persahabatan lewat dunia maya.


"Ran, kamu kabarnya sudah menikah lagi ya?"tanya Atun dari sebrang sana.


"iya..dan aku baru di karuniai satu putra.Kamu sudah punya anak berapa?" tanya Kiran.


"Aku sudah punya dua orang anak, Cowok cewek.Yang cowok sudah masuk Sekolah Dasar kelas empat, yang cewek baru umur dua tahun." jelas Atun dari sebrang sana.


"Eh seumuran dong dengan anak aku" kata Kiran."Nama anak kamu siapa? yang cewek?siapa tahu besok kita bisa besanan,he..he.." canda Kiran.


"Karena aku sangat merindukan kamu,aku beri nama Kirani" jawab Atun dari sebrang sana.


Jantung Kiran berdetak semakin keras


."Atun, gimana kita jodohkan anak kita? Agar bisa terulang cinta Julian dan Kiran? anakku aku beri nama Julian" Kata Kiran.


"Julian?oh my God ternyata kamu belum move on ya Ran....!! seru Atun.kaget dari sebrang sana.

__ADS_1


"Sebenarnya sih tidak bisa move on,karena Julian adalah bagian dari hidup aku. Dan suamiku pun sudah mengetahuinya, dan mengijinkan aku memberi nama Julian junior pada anak kita" jawab Kiran.


"Kapan-kapan kita ketemuan Ran, aku kangen banget..."kata Atun dari sebrang sana.


"Sama,semoga kisah kita bisa buat cerita anak cucu kita" kata Kiran


"iya..."jawab Atun dari sebrang sana.


"Kamu masih suka dengar lagu-lagu Totag?" lanjut tanya Atun dari sebrang sana.


"Nggak sering sih, kalau aku lagi nggak ada mood ngapa-ngapain. Biasanya aku dengar musik underground di medsos" jawab Kiran.


"sama dong...Oya Ran, kamu di tanyain sama Andi.sekarang dia sudah kuliah, ambil jurusan kedokteran. Katanya.dia punya cita-cita mau memberikan pengobatan gratis untuk anak-anak terlantar" kata Atun panjang dari sebrang sana.


"Oh..mulia sekali cita-cita anak itu" kata Kiran.


"Kisah persahabatan dan percintaan kita,biarlah jadi kenangan dan cerita untuk anak cucu kita." kata Atun dari sebrang sana.


"Atun.. kisah kita aku tuangkan dalam sebuah novel. Kapan-kapan baca ya..?" pinta Kiran.


"Kamu itu..dasar ya, he..he..!!" sahut Kiran, dan mereka pun saling tertawa.


"Pokoknya kamu cari deh Novel yang berjudul Hitam Bukan Hitam Hidupnya yang ada nama aku, dan kamu baca ya...!" pinta Kiran.


"Aku ingin mengenang kisah cinta dan persahabatan kita. Atun terima kasih banyak kamu mau jadi sahabat aku, terima kasih banyak telah selalu ada buat aku. Semoga kita bisa bertemu kembali.." kata Kiran yang tak terasa air matanya berlinang di pelupuk matanya.


"Seperti Every story' has a glory..." kata Atun dan Kiran besamaan. Mereka pun saling tertawa.


***


"Beb...beb.." bunyi ponsel Kiran.


"Assalamu'alaikum ini siapa ya?"tanya Kiran saat mengangkat ponsel.

__ADS_1


"Kiran...ini benar kamu Nak?i ni mama Eva Nak,mainlah ke sini.Mama rindu...rindu sekali.


Setelah papa meninggal, Mama merasakan sangat kesepian, mainlah ke sini ya Nak.." pinta suara dalam ponsel yang tak lain adalah mama Eva.


"Mama...Kiran juga kangen. Kiran ingin ke makam mas Julian Ma.." kata Kiran lirih.


"Kesini ya Nak, ajaklah anak dan suamimu. Mama sungguh-sungguh kangen.."kata Eva dari sebrang sana.


Tak terasa air mata Kiran menetes.


"Iya ma,nanti Kiran bicarakan sama Ayahnya Julian" kata Kiran.


"Julian...??" kata Eva dari sebrang sana penuh tanda tanya.


"Eh,iya ma Kiran lupa.Jagoan kecil Kiran, bernama Julian junior Ma" jawab Kiran. Berderailah air mata Eva.


"Bunda...bunda, kenapa bunda nangis? Bunda jangan nangis ya...Julian mau hapus air mata bunda" ucap seorang anak laik-laki yang memeluk Kiran, dialah Julian junior.


SELESAI


***


Author mengucapkan banyak terima kasih untuk yang berkenan membaca Novel saya yang pertama ini.


Dan juga terima kasih buat yang telah memberikan like, komentar, favorite dan votenya.


Mohon maaf bila ada kesalahan, Karena kesempurnaan hanya milik Allah Ta'alla.


Semoga kita selau diberikan kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan dengan orang di sekeliling kita.


Aamiin ya Robbal alaamiin.


Wassalamu'alaikum ....

__ADS_1


**Lanjut Novel kedua ya...


__ADS_2