Love In Underground

Love In Underground
Ngidam Rujak Cingur


__ADS_3

Jack mengantarkan Kiran ke bidan Padmi yang ada di dekat dengan rumah Ana.


Antrian di Bidan tersebut lumayan panjang, namun Jack dengan sabar menunggu sampai giliran Kiran.


"Bagaimana Bu..dengan kandungan saya..?" tanya Kiran yang penasaran setelah di periksa oleh bidan Padmi.


"Masih usia muda, belum begitu kelihatan. Tapi janinnya sehat, cuma ibunya harus banyak istirahat dan banyak minum air putih. Sering pusing kan..?" tanya bidan Padmi.


"Iya Bu, akhir-akhir ini jarang minum air putih. Bawaannya mau muntah Bu, kalau minum air tawar...!" jawab Kiran.


"Mulai hari ini biasakan minum air putih ya..!!" pesan Bidan Padmi.


"In syaa Allah Bu..!" kata Kiran sambil tersenyum.


"Ini saya buatkan buku pink, untuk mencatat setiap perkembangan janin dan bayi anda nanti. Simpan baik-baik ya..!!" jelas bidan Padmi.


"Iya Bu, makasih..!!" jawab Kiran dan Dia berdiri dan mengulurkan tangannya pada bidan Padmi.


"Ingat, jangan terlalu capek...!!" pesan Bidan Padmi sekali lagi sambil membalas uluran tangan Kiran.


"Iya, terima kasih Bu..!!" balas Kiran.


Kiran pun menghampiri Jack dan mereka kemudian berjalan menuju tempat parkir sepeda dimana sepeda motor si Jack terparkir.


"Jack...! aku kok kepingin rujak cingur ya..? kayak nya enak gitu..!" kata Kiran yang sambil mengusap-usap perutnya.


"Rujak cingur..? menjelang Maghrib dimana yang jual ya..??" tanya Jack yang bingung.


"Pokoknya aku mau rujak cingur Jack..! Sekarang...!!" ucap Kiran yang memaksa.


"Oh iya Jack aku ingat..! di Wonokromo...iya..! kita kesana Jack..! Sekalian kita mampir ke rumahnya mama dan papa Julian ya..! aku ingin makan di kamar mas Julian...!" pinta Kiran yang masih dengan memaksa.


"Permintaanmu kok aneh sekali..? jangan-jangan kamu ngidam ya..?" tanya Jack yang sedikit paham akan hal itu.


Karena dulu mantan istrinya juga suka ngidam yang aneh-aneh.


"Ngidam..? apa begini ya rasanya ngidam..?" tanya Kiran yang juga penasaran.


"Dimana tadi..? Wonokromo ya..? kita kesana ya..!!" ucap si Jack yang menyanggupi permintaan Kiran.


Sepeda motor bebek keluaran tahun '80an itu pun melaju dengan kecepatan sedang ke jalan raya.


Dari Wadung Asri melewati kawasan Rungkut Industri, mereka perlahan-lahan melewati jalan Ahmad Yani


Mereka pun sampai di Wonokromo, setelah sebelumnya melewati beberapa gedung Instansi pemerintahan.


"Ini sudah masuk di wilayah pasar Wonokromo, kita ke mana lagi..?" tanya Jack yang tetap sabar meladeni kiran yang kadang suka badmood.


"Belok ke kiri Jack..!!" kata Kiran dan sepeda motor pun melaju dengan kecepatan sedang.


"Nah..itu..tu..! ibu itu yang jual Rujak cingurnya..!!" seru Kiran dan Si Jack pun memberhentikan sepeda motornya di samping warung rujak cingur itu.


"Bu pesan rujak cingur ya dua di makan di sini ya..!!" pesan Jack pada penjual rujak cingur itu.

__ADS_1


"Oh tidak dua buk..lima ya..! di bungkus saja..!!" kata Kiran yang meralat pesanan si Jack.


"Lima..? buat siapa saja Ran..?" tanya Jack yang bingung.


"Kan aku sudah bilang, kalau aku maunya makan rujak cingurnya di kamar Julian...!! jadi nanti nanti buat mama Eva satu, papa Dani satu, Kiran satu, Jack satu dan satunya buat Julian...!" jelas Kiran sambil tersenyum.


"Julian..? Julian kan sudah nggak ada...?" tanya Jack yang bingung.


"Sudahlah..nanti juga ada yang makan..!" ucap Kiran sambil mengulas senyumnya.


Satu jam kemudian, pesanan Kiran telah selesai.


Sepeda motor Jack berjalan menuju rumah mewah di daerah perumahan elit di Surabaya.


"Rumah Julian sebelah mana..?" tanya Jack yang penasaran namun tetap mengemudi.


"Itu yang pagarnya biru." ucap Kiran.


Jack kemudian menepikan kendaraannya saat sepelum melewati rumah mewah berpagar biru.


"Assalamu'alaikum...!!" salam Kiran saat di depan pagar warna biru itu.


"Wa'alaikumsalam...!!" jawab satpam penjaga rumah.


"Eh ning Kiran ya..? lama nggak ke sini ning...?" tanya satpam itu pada Kiran.


"Iya sedang repot Pak. Mama dan papa ada pak..?"jawab dan tanya Kiran.


"Oh ada, masuk saja. Biasanya jam segini ada di ruang tamu."jawab satpam itu.


"Assalamu'alaikum...!!" salam Kiran saat sampai di depan pintu yang memang masih terbuka.


"Wa'alaikumsalam..!'" jawab seorang laki-laki yang ada di dalam ruang tamu yang tak lain adalah tuan Dani, papa Helen dan mendiang Julian.


"Kiran..! lho kamu sama siapa lagi..?" tanya tuan Dani saat melihat dan mengulurkan tangannya dan di sambut ciuman di punggung tangannya oleh Kiran.


"Oiya ini Jack, teman Kiran dan Atun pa..!" kata Kiran yang memperkenalkan Jack pada papanya Julian.


Dan Jack juga menjabat tangan papa mertua Kiran.


"Jaka om, biasa di panggil Jack..!!" Jack yang memperkenalkan diri.


"Dani, papanya Helen dan mendiang Julian..!" balas tuan Dani.


"Mama mana pa..?" tanya Kiran pada papa mertuanya.


"Sedang sholat Isya' di kamar...!" jawab tuan Dani. Yang menyilahkan Kiran dan Jack untuk duduk.


"Pa..Kiran bawa rujak cingur. Kiran siapkan ya pa..!!" kata Kiran.


"Iya sana, dah tahukan dapurnya..!?" canda tuan Dani.


"Ah papa, bercanda aja..!" kata Kiran sambil tersenyum.

__ADS_1


Kiran kemudian ke dapur dan memindahkan rujak cingur itu ke piring satu persatu.


"Kiran...!!" panggil seorang wanita yang tak lain mamanya Julian.


"Mama..!!" balas Kiran yang kemudian mencium punggung tangan mama mendiang Julian.


"Kamu ngapain..?" tanya nyonya Eva yang melihat aktivitas Kiran yang memindahkan rujak cingur itu ke atas piring.


"Mama makan ya rujak cingurnya..!!" pinta Kiran sambil menyodorkan satu piring yang berisi rujak cingur itu.


"Ini kok ada lima..? buat siapa saja..?" tanya nyonya Eva yang kemudian membantu Kiran membawa piring yang berisi rujak cingur itu ke ruang makan.


"Mama, papa, Jack, Kiran dan Julian..!!" jawab Kiran santai.


"Kiran, Julian sudah tidak di antara kita. Kamu yang tabah ya... !" kata nyonya Eva yang tiba-tiba berhenti.


"Kiran tahu ma, Kiran hanya kangen saja..!!" kata Kiran yang mendadak bersedih.


"Kiran.." panggil nyonya Eva lirih.


"Kiran panggil papa dan Jack ya ma..!" seru Kiran yang kemudian ke ruang tamu, dimana Jack dan tuan Dani berbincang-bincang.


"Iya..!" jawab mama mendiang Julian.


"Papa dan Jack, kita makan keruang makan saja yuk..!" ajak Kiran saat masuk menemui kedua laki-laki beda usia itu.


"Iya, ayo Jack kita keruang makan..!" ajak tuan Dani yang kemudian berdiri.


"Baik om..!" kata Jack yang kemudian berdiri.


Dan keduanya melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan.


Sesampainya di ruang makan,


"Mama..papa, Kiran mau makan di kamar sama mas Julian." pinta Kiran pada kedua mertuanya.


"Iya boleh, pintunya tidak di kunci..!!" jawab nyonya Eva.


Kiran pun segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar Julian dengan membawa dua piring rujak cingur di kedua tangannya.


"Om dan Tante, nampaknya Kiran sedang ngidam..!!" kata Si Jack yang sudah duduk di kursi ruang makan itu.


"Ngidam..? jadi benar dia hamil..??" tanya nyonya Eva dan tuan Dani bersamaan.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2