Love In Underground

Love In Underground
Masih di Rumah Peninggalan Julian


__ADS_3

"Kamu belum bisa move on dari mendiang suamimu ya..?" tanya Jack lirih.


"Jack....!" panggil Kiran lirih.


"Lupakanlah dia.. kamu sangat mencintainya bukan? biarkanlah dia tenang. Buka lembaran baru, hidupmu masih panjang. Ada Julian junior di rahimmu. Ingatlah itu Kiran...!" nasehat Jack seraya memberikan tissu yang ada di atas meja tamu di depannya.


"Makasih Jack..! aku akan berusaha melupakan Julian..! tapi aku ingin mengenangnya sebentar..!!" kata Kiran yang kemudian bangkit dari duduknya dan dia melangkahkan kakinya menuju kamar Julian.


Kamar di mana Kiran melihat Julian mengamuk dan terbongkarlah apa yang di alami Julian.


πŸ“†Flashback On


Julian yang selalu memberi nasehat pada Gilang untuk tidak minum dan merokok.


"Anehnya, Julian suka menasehati orang. Tapi giliran disuruh kemo tidak mau" gumam Gilang.


"Kemo..Julian sakit apa?" tanya Kiran penasaran


"Kangker..." belum sempat Gilang melanjutkan kata-katanya, Julian masuk rumah


"Gilang...!" teriak Julian dengan wajah agak memerah. "Ma..maaf Julian" kata Gilang ketakutan.


Melihat hal tersebut, Kiran dan Atun saling berpandangan.


Kiran pun segera berdiri, dan menuntun Julian untuk duduk bersama mereka.


"Julian, jangan salahkan Gilang.Tapi salahkan aku, aku yang ingin tahu..." Kata Kiran


Julian menatap gadis pujaannya dengan berkaca-kaca.


"Aku kan mau jadi istrimu, jadi aku ingin tahu tentang kamu,kamu sakit apa?" tanya Kiran sambil mengusap air mata Julian.


"Setelah kamu tahu, apa mungkin kamu mencintaiku.aku yang pesakitan??" tanya Julian dengan suara parau karena merasakan sesak di dadanya.


"Aku sakit kangker darah, puasss....!!" teriak Julian sambil berdiri, berusaha menjauhi teman-temannya.


Kiran kaget, tapi dia sadar dan segera mengikuti Julian.


Gilang dan Atun saling pandang, ada perasaan bersalah dari lubuk Gilang.


Julian menuju kamarnya. Dia mengamuk, melempar semua yang ada.


"Kenapa aku harus sakit, aku nggak mau sakit seperti ini...aku benci hidupku!" teriak Julian.


Ketika hendak melempar gelas yang ada di meja, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


"Julian, hentikan..! kau membuatku takut" kata gadis yang memeluk Julian dari belakang yang tak lain adalah Kiran.


Sadar ada gadis pujaannya, Julian berusaha menenangkan dirinya.


Melihat Julian sudah tenang, Kiran memposisikan dirinya berhadapan dengan Julian.


"Aku bersedia jadi istrimu, jadi terima apa pun yang akan terjadi padamu. Kalaupun kamu sakit parah,aku ingin merawatmu. Aku ingin selalu bersamamu.." Kata Kiran menyakinkan Julian.


Tubuh Julian gemetar, dia terduduk bersimpuh di depan Kiran. Kiran pun ikut duduk mensejajarkan dirinya dengan Julian.


Dada Julian bergejolak, dia takut mengecewakan pujaan hatinya.


"Yang aku takutkan, aku akan meninggal disaat kita cinta kita sedang bersemi..." kata Julian lirih.

__ADS_1


"Jangan mendahului Kuasa Allah, kita pasrahkan semuanya kepada Allah. karena hanya Allah lah yang mengetahui apa yang tidak kita ketahui." kata Kiran berusaha menenangkan calon suaminya itu.


"Lusa papa dan mama ku pulang dari Singapura, kita jemput mereka ya?!" pinta Julian


"Iya sayang" kata Kiran sambil mengelus pipi Julian.


"Aku lapar, makan yuk..!" lanjut Kiran.


Julian mengangguk, merekapun berdiri melangkah keluar kamar.


Gilang dan Atun yang semula mengintip, setengah berlari kembali ketempat semula.


πŸ“† flashback off


Mata Kiran semakin sembab saat berada di dalam kamar Julian.


"Hiks....! Julian I love you, I am lucky every day when I am with you." kata Kiran lirih.


(Julian Aku mencintaimu, Aku beruntung setiap hari ketika aku bersamamu.)


"Every moment I spent with you is like a beautiful dream come true." Lanjutnya seraya mengusap air matanya.


(Waktu yang kuhabiskan bersamamu seperti mimpi indah menjadi nyata).


Jack yang mengikuti Kiran saat


ini berada di depan pintu kamar, dan memandang kearah Kiran dengan tatapan sendu.


"Kiran.. Meeting you was fate, becoming your friend was choice, but falling in love with you was completely out of my control." kata Jack yang melangkah menghampiri Kiran.


(Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh cinta padamu benar-benar di luar kendaliku)


"A..apa aku tak salah dengar....?" tanya Kiran tak percaya.


" I love you, I am who I am because of you. Yo are every reason, every hope and every dream I’ve ever had and no matter what happens to us in the future, everyday we are together is the greatest day of my life, I will always be yours." Kata Jack saat menatap wajah Kiran yang sembab.


(Aku mencintaimu. Aku seperti sekarang ini, itu karena kamu. Setiap harapan dan mimpi yang aku buat, semua adalah karenamu. Tak peduli apa yang akan terjadi esok, karena setiap hari saat ini adalah hal yang luar biasa bagi hidupku. Aku akan selalu menjadi milikmu).


"Ya Allah, di tempat ini aku dua laki-laki menyatakan cintanya padaku..? aku harus bagaimana..?" kata dalam hati Kiran.


"Jack, maaf aku belum bisa menerima kamu. Tapi aku ingin kamu tetap di sisiku. Hingga aku bisa menghapus semua bayang-bayang Julian dan aku bisa menerima kamu seutuhnya," kata Kiran sambil memegang tangan Jack.


"Kiran...I will wait for you like the sand waits for the sea." Kata Jack.


(Aku akan menunggumu seperti pasir menunggu laut.)


"Aku akan menunggu, sampai kau mau menerimaku apa adanya..!!" lanjut kata Jack.


"Terima kasih Jack..! you're my best friend...! tentunya setelah Atun..he..he..!" kata Kiran sambil tersenyum.


"Nah, begitu kan cantik. Sudah jangan nangis terus...!!" kata Jack yang belum selesai, terpotong deheman Atun dan Gilang.


"Hm..hm..! duh .duh..asyiknya..! es batunya sampai mencair tuh..!" seru Atun yang membuat Kiran dan Jack terkejut dan kemudian tersenyum.


"Iya-iya, ayo Jack..!" balas Kiran seraya menarik lengan si Jack.


Kiran pun mengobati Si Jack dan Atun mengobati Gilang.


Sementara itu di luar, radio yang di putar Andy dan teman-temannya sedang memutar lagu kesukaan mereka.

__ADS_1


"Ran...Total Tragedy tuh...!!" seru Atun di sela-sela mengobati Gilang.


"Andy, lebih keras lagi suaranya...!!" seru gilang.


"Baik mas..!!" balas Andy.


Dan kemudian Andy menyuruh teman-temannya untuk melebihkan volume radionya.


"Woi..kencengin radionya..!!" seru Andy.


Dan terdengarlah alunan musik underground gothic, dari band Total Tragedy.


...🎡🎡🎡🎡🎡...


....EVERY STORY HAS A GLORY...


...Every story has told...


...Under light of thousand north star...


...When glorious to be wizard...


...When we proud for the silent...


...I have tried and tried...


...Looking for thousand milestones...


...Of yours, like the shadows...


...Till I found your grace...


...Every story has a glory...


...When glorious to be wizard...


...When we proud for silent...


...Happiness fade to deep misery...


...It seems like moon of beauty...


...It seems like a star upon sea tide...


...A dropped blood beat the happiness....


...🎡🎡🎡🎡🎡...


Mereka semua seperti terhipnotis tak mau beranjak dari duduk mereka, karena ingin tetap mendengarkan lagu kesukaan mereka itu.


...~Β₯~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2