
Beberapa hari telah terlewati, tiba saatnya hari dimana Kiran diajak Julian menjemput orang tuanya di bandara.
Atun dan Kiran sudah pulang kerja. Setelah membersihkan diri, Kiran keluar dari kos bersama Atun.
"Di tunggu di warung kopi saja Ran, aku sekalian makan" kata Atun.
"Iya,ayo" jawab Kiran sambil berjalan keluar dari kawasan kos.
Setelah sampai di tempat yang di tuju, Atun segera memesan makanan. Sementara Kiran melihat-lihat sekelilingnya.
"Belum datang ya, makan dulu aja Ran" kata Atun
"Iya, lagian aku juga lapar" Kiran menjawab.
Setelah pesanan di sajikan, mereka segera menyantapnya.
"Pada mau kemana?" tanya Jack dari dalam warung kopi.
"Kiran, mau jemput mertua" kata Atun sambil melirik Kiran.
Kiran hanya tersenyum, mendengar kata-kata sahabatnya itu.
"Oh, jadi dah mantap nih sama cowok itu?nggak mau kelain hati?" tanya Kodok sambil membawa gorengan,dan menaruhnya di meja.
"hm.,maunya tuh!" timpal Atun.
"ha...ha..kurang cepat kamu Dok!" seru Jack sambil minum kopinya. Dan semuanya pun tertawa.
Ada rasa kecewa di hati Kodok, "Mencintai tak harus memiliki. Melihatmu bahagia,akupun ikut bahagia" batin Kodok.
Selang berapa lama, ada sebuah mobil menepi.
"Sang pangeran datang tuh...!" seru Jack.
Kiran pun menoleh dan segera menghampiri mobil yang menepi itu.
"Jadi kita ke bandara?" tanya Kiran pada pengemudi mobil itu yang tak lain adalah Julian.
"Iya,buruan masuk" pinta Julian.
Kiran pun melambaikan tangan ke arah sahabat dan teman-temannya.Kemudian segera dia masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
""Atun tolong bayarin dulu ya makananku tadi, nanti aku ganti..!" seru Kiran saat membuKa jendela mobil.
"Bereslah..." jawab Atun sambil mengangkat kedua jempolnya.
Dalam perjalanan, Kiran tak henti-hentinya melihat ke spion mobil.
"kamu kenapa yang?" tanya Julian pada Kiran.
"Aku sudah cantik belum?" Kata Kiran balik bertanya dan masih sibuk melihat ke spion dengan merapikan poninya.
Mendengar kata-kata Kiran, Julian tertawa dan segera menepikan mobilnya.
Julian tak bisa menghentikan tawanya. Tahu di tertawakan Julian, Kiran memasang wajah cemberut.
Julian pun mengusap rambut gadis itu,lalu memperhatikan Kiran dari atas sampai bawah.
Merasa Julian melihatnya dari atas sampai bawah, membuat Kiran jadi sedikit risih.
Karena hari ini gadis itu memakai dress warna merah muda dengan panjang selutut.
"Pinky.." kata Julian dan masih melanjutkan tawanya.
Julian meraih tangan gadis itu, kemudian mencium tangan gadis itu dan berkata "kamu sudah cantik sayang, jangan lebih ya.. aku nggak mau banyak orang yang terpikat padamu" rayu Julian.
"Bisa aja.." kata Kiran dengan rona pipi memerah.
"Sudah tenang? jalan lagi ya" tanya Julian.
"iya.." jawab Kiran dengn senyum semangatnya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
Selang beberapa lama mereka sampai di bandara.
Julian segera memarkiran mobilnya di tempat parkir. Setelah turun dari mobil, mereka bergegas ke ruang informasi.
Mengetahui jadwal pesawat dari Singapura masih setengah jam lagi,
Julian membeli dua botol air mineral dan mengajak gadis pujaannya itu duduk di ruang tunggu.
Julian pun segera memberikan satu botol air mineral kepada Kiran
__ADS_1
"Ayo diminum.." kata Julian.
Kiran pun menerima botol air mineral tersebut dan meminumnya.
Setelah minum, Julian tak henti-hentinya menatap gadis pujaannya itu. Lagi-lagi pandangan Julian membuat Kiran risih.
"Sudahlah jangan pandangi aku seperti itu" kata Kiran menunduk.
"Andaikan boleh, aku ingin menciummu atau menerkammu,herr..!" kata Julian menggoda.
"Apa sih..mau nyium ya, aku pukul nih...rasakan" kata Kiran sambil melancarkan pukulan-pukulan ringannya.
"Auw..habisnya kamu terlalu cantik sih" kata Julian membela diri. Kiran pun berganti dengan cubitan,yang membuat Julian menggeliat berusaha menghindarinya.
"hm..hm..wah lagi asyik ya!" seru seorang pria paruh baya dan ada wanita paruh baya juga di sampingnya.
"Mama...papa" kata Julian yang langsung berdiri dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya, disusul dengan Kiran.
"Om,.Tante" kata Kiran sambil mencium punggung tangan kedua orang tua Julian.
"Siapa gadis ini Jul, tadi mama lihat kalian asyik sekali?" tanya mamanya Julian.
"Ini gadis yang pernah Julian ceritakan Ma" kata Julian.
"Kopernya biar Julian bawa Ma" kata Julian sambil mengambil koper dari tangan Mamanya.
Mereka pun terus berjalan menuju parkiran mobil.
"Nama kamu siapa Nak? dan kamu dari mana?" tanya mamanya Julian sambil berjalan.
"Kiran Tante, saya dari Solo" jawab Kiran.
"Ohw..kapan-kapan bawain kain batiknya ya" pinta mama Julian sambil tersenyum.
"Iya Tante.." jawab Kiran dan semuanya tersenyum.
Setelah sampai diparkiran, mereka bergegas menuju ke mobil.
Setelah memasukan koper-koper ke bagasi mobil, Julian pun masuk ke mobil menyusul yang lainnya.
Kemudian Julian melajukan mobilnya keluar bandara.
__ADS_1