
"Baik mbak..!!" ucap Teguh yang kemudian bersikap biasa.
"Hai Ran, wih..lumayan jauh juga mencari penjual es kelapa muda tadi..!!" ucap Alfin yang kemudian memberikan es kelapa muda pada Kiran.
"Makasih ya, maaf merepotkan..! kata Kiran yang tak enak hati.
"Ah nggak apa-apa..! lagian sekalian isi bensin tadi..!!" ucap Alfin sembari membuka es kelapa mudanya.
"Cak Teguh mau es kelapa muda..?" tanya Kiran pada Teguh yang sibuk menata voucher kuota di etalasenya.
"Nggak Ning, itu tadi sudah buat es teh satu teko..!!" balas Teguh sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Oh, ya sudah kalau begitu. Maaf ya kami duduk di sini sebentar ya..!" pinta Kiran yang kemudian membuka plastik yang berisi es kelapa muda yang ada di tangannya.
"Silahkan..nggak apa-apa kok..!" balas Teguh sambil tersenyum.
"Makasih .!" kata Kiran dan Teguh tersenyum.
Alfin melihat hal itu dan ada perasaan tidak suka di hati Alfin dengan keakraban Kiran dan Teguh.
"Cak, bagaimana keadaan handphone kepunyaan teman saya?" tanya Alfin yang setelah itu, meminum es kelapa mudanya.
"Oh..maaf kami nggak bisa memperbaikinya, nggak ada alatnya." kata Teguh yang mengikuti kata Kiran tadi.
"Ohw begitu ya..!" balas Alfin.
Setelah selesai acara meminum es kelapa mudanya, Kiran dan Alfin kemudian berpamitan pada Teguh untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Maaf ya cak Teguh, kami harus melanjutkan perjalanan kami..!" kata Alfin yang kemudian melambaikan tangannya pada teguh. sedangkan Kiran mengulurkan tanganya sambil membungkuk.
"Senang berkenalan denganmu, Semoga kita bisa jumpa lagi. Assalamu'alaikum...!!" pamit Kiran dan uluran tangan Kiran di terima oleh teguh.
"Saya juga senang bertemu dengan anda, terima kasih. Wa'alaikumsalam..!" balas Teguh pada Kiran.
Alfin dan Kiran pun meninggalkan counter yang di jaga Teguh.
Mereka kembali naik sepeda motor milik Alfin dan terus menyusuri jalan raya.
Tak berapa lama, sepeda motor Alfin menepi dan masuk ke sebuah gang.
"Gang mawar..? tempat apa ini..??" tanya Kiran pada Alfin.
"Aku ada urusan sebentar, kita temui temanku lebih dulu" kata Alfin tanpa menghentikan laju kendaraannya.
"Gang Mawar ini panjang juga..! hei, kenapa banyak wanita berpakaian seksi di sini ya..?" kata dalam hati Kiran.
Alfin membelokkan sepeda motornya pada sebuah gang kecil yang tertulis blok H.
Jalannya cukup berkelok-kelok, dan cat dinding tiap rumah hampir sama.
Dan akhirnya sepeda motor sport itu berhenti di depan sebuah rumah yang paling besar diantara yang lain.
__ADS_1
"Tuan Alfin..! lama tak jumpa..! apa ada barang baru..?" tanya seorang pria namun bergaya kewanitaan.
"Aku mau ketemu dengan Madam, tapi aku perlu Room. Karena aku ingin incip -incip lebih dulu..!" kata Alfin yang sepertinya itu sebuah kode,
"O..mari ikut saya..!!" kata pria itu dengan lemah gemulai.
Alfin dan Kiran berjalan mengikuti pria itu.
"Alfin bicara apa..? Room.... incip-incip..? apakah sebuah kode..? lalu ini tempat apa...?" tanya Kiran dalam hati.
Kiran melihat banyak wanita berpakaian seksi yang menggelayut di tangan laki-laki berduit.
Dari situlah Kiran semakin bertanya-tanya.
"Ya Allah semoga bukan tempat yang aku pikirkan.. Aamiin ya Robbal alaamiin..!" do'a dalam hati Kiran.
Mereka tiba di depan pintu sebuah kamar yang sepertinya khusus lain dari yang lain.
"Ini tuan Room nya. Dan ini kuncinya..!" kata pria itu.
"Ok, terima kasih..!!" kata Alfin yang menerima kunci dari pria tadi dan kemudian membuka kamar tersebut.
Alfin dan Kiran pun masuk ke dalam kamar tersebut dan kemudian Alfin menguncinya.
Dan kuncinya dia masukkan dalam saku celananya.
Terlihatlah sebuah ruangan yang seperti layaknya hotel dengan tempat tidur berukuran kingsize dan ber AC dengan jendela tertutup teralis dan berkorden.
"Tempat apa ini..? katanya kita ke kantor cabang kamu yang baru..?" tanya Kiran yang mulai curiga.
"Apa maksud kamu, Al..?" tanya Kiran yang mulai waspada.
"Ah, aku tahu kamu mencintaiku. Jadi kita habiskan malam ini berdua ya..!" kata Alfin yang memegang kedua pipi Kiran dengan kedua telapak tangannya.
"A..apa..? maksud kamu apa..?" tanya Kiran yang melihat ke sekitar ruangan, dan dia melihat adanya vas bunga di atas meja, di samping tempat tidur.
"Aduh sayang aku sangat mencintaimu, kita habiskan malam ini berdua ya..?" rayuan Alfin yang menuntun Kiran duduk ke sisi pinggir tempat tidur di sampingnya.
"Apa..? ja..jadi Alfin seperti ini..? tak ku sangka...!!" kata dalam hati Kiran saat sudah duduk di sisi tempat tidur.
Kini tak ada sama sekali rasa percaya dan suka sama Alfin di diri Kiran. Semua jadi satu kebencian dan kekesalan serta rasa menyesal karena tak mendengarkan kata-kata sahabatnya
"Al, kamu hadap ke pintu sebentar ya..?" pinta Kiran.
"Kamu mau beri aku kejutan ya..?" kata Alfin yang mencoba mencium Kiran, namun menghindar secara halus.
"Iya, aku mau beri kamu kejutan." ucap Kiran dengan senyum simpulnya.
"Ok..! aku hitung sampai sepuluh ya..!!" ucap Alfin yang kemudian dia berpaling dan menghadap ke pintu kamar yang mereka berada saat ini.
"Satu..!" Alfin mulai menghitung.
__ADS_1
"Dua...!!"
Kiran mencoba meraih vas bunga yang berada di atas meja di samping tepat tidur.
"Tigaa..!!" seru Alfin yang bersemangat.
"Belum ya..!!" ucap Kiran yang terus berusaha menggapai vas bunga dan akhirnya dia bisa mendapatkan vas bunga itu.
"Empat..!" seru Alfin
"Li....ma..!!" seru Kiran yang kini sudah memegang vas bunga itu.
"Pryaaar...!" vas bunga mendarat di kepala bagian belakang Alfin.
"Aargghh..!!" Alfin mengerang kesakitan dan memegang kepala bagian belakangnya itu melihat Kiran dengan tatapan menyeramkan.
"Kau...!!" seru Alfin yang geram.
Alfin kemudian berusaha menangkap Kiran dengan susah payah karena Kiran berusaha melawannya.
"Bagh..!!"
"Bugh...!!"
"Aaagh...!"
Kiran memukul dua kali wajah Alfin, dan Alfin jatuh di atas ranjang
Kiran dengan hati-hati, mengambil kunci pintu dari saku celana Alfin.
Setelah mendapatkan kunci itu, Kiran segera membuka pintu kamar.
Kiran dengan setengah berlari menjauh dari kamar tersebut.
Sesampainya di lobby rumah tersebut. Kiran berusaha bersikap normal seperti tak terjadi apa-apa.
Akhirnya Kiran bisa keluar dari rumah tersebut.
Namun dia lupa jalan keluarnya, dan Kirana saat ini telah tersesat.
"Tadi lewat mana ya..?"tanya dalam hati Kiran yang kebingungan.
Dia terus melangkah, tiba-tiba perutnya berbunyi.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...