Love In Underground

Love In Underground
Mewujudkan Impian lll


__ADS_3

"Sudah selesai, sekarang mas Julian istirahat. Kiran makan dulu ya...?" kata Kiran.


Julian mengangguk dan kemudian memejamkan matanya.


Kiran pun bergabung dengan yang lain, dan mereka saling bercerita.


"Assalamu'alaikum..wah lagi asyik ya?" sapa seorang pria yang baru datang,yang tak lain Gilang.


"Wa'alaikumsalam.. eh Gilang, ayo sekalian makan. Belum makan pastinya ya?" jawab Helen.


"Mbak Helen tahu saja"Gilang tersipu.


Mereka pun makan bersama.


Selesai makan-makan, Helen dan Kiran membereskan piring dan sisa makanan.


Setelah itu, Gilang membantu Papanya Julian menata kasur-kasur lantai di dekat tempat tidur Julian. Semua akan tidur di dekat Julian.


Karena semua tidak mau menghilangkan moment bersama Julian. Dan membuat mereka selalu ada buat Julian.


"Gilang kamu tidur disini?" tanya Papa Julian


""Oh saya di sofa ruang tamu saja om. Kalo semua di sini, nggak enak sama Kiran dan mbak Helen. Lagian selama ini saya selalu bersama Julian."kata Gilang.


Saat ini kesempatan buat Julian bersama-sama dengan keluarganya" jelas Gilang.


" Oya, baju saya mana?" tanya Kiran


"Sebentar..ini tasnya. Atun berpesan supaya kamu jaga kesehatan." kata Gilang.


"Ok..!" jawab Kiran.


”Atun.. kamu memang best friend" kata dalam hati Kiran saat mengambil satu baju dan kemudian dia berjalan menuju kamar mandi.


"Oiya Om dan Tante, besok pagi keluarga Kiran mau kesini. Kata mereka mau menjenguk Julian dan juga Kiran.


"Oya, kebetulan kita bisa bermusyawarah" kata mama Julian.

__ADS_1


"Ki...kiran..Kiran mana?" tanya Julian saat terbangun.


"Julian...Kiran ada dikamar mandi sayang" jawab mama Julian sambil membelai rambut anak laki-lakinya itu.


"Julian, papa tadi mendengar kamu sudah mulai bicara. Kamu usahakan bisa bicara lagi ya? Besok kalau keluarga Kiran datang, Papa mau ngomong kalau pernikahan kamu dimajukan. Sederhana nggak apa-apa kan? yang penting sah." tanya papa Julian.


"Papa..."Julian bersuara yang masih parau.


Kiran masuk kendalam kamar.Gadis itu duduk di samping Julian.


Kiran berusaha untuk tetap tersenyum, agar tidak membebani kekasihnya.


Julian memberikan kode pada Kiran untuk mengganti posisinya menjadi duduk.


Kiran pun mengubah posisi Julian. Karena saling berdekatan Julian mencium bibir Kiran.


"Ju...julian.,!" Kiran rasanya mau menampar Julian, tapi gadis itu tak kuasa. Dia terduduk lemas samping tempat tidur, dan menenggelamkan diri dalam lipatan kedua tangannya.


Melihat Kiran seperti itu. Julian merasa bersalah.


"aits...kesempatan dalam kesempitan kamu dek!!" seru Helen yang melihat kejadian Julian mencium Kiran.


"Sudah larut malam,ayo semuanya Istirahat. Pasti kalian sudah capek..!"seru Mamanya Julian.


Mendengar ijab kabul,Julian sedikit berbinar.


"Semoga aku masih bertahan saat hari H" kata


Julian lirih.


Kiran yang mendengar ucapan papanya Julian dan Julian tadi,segera menghentikan tangisnya.


.


"Karena kamu sudah menciumku, kita harus segera menikah. Mas Julian yang semangat,agar kesehatan mas Julian pulih.." pinta Kiran sambil mengusap air matanya.


"Pasti sayang..!" kata Julian sambil mengusap rambut Kiran.

__ADS_1


Julian dan Kiran pun saling pandang dan keduanya saling tersenyum.


"Kiran tidurlah Nak, biar mama yang ganti menunggui Julian.." pinta mama Julian.


"Iya ma.." jawab Kiran.


Namun ketika hendak berdiri, tiba-tiba Julian memegang tangan Kiran.


Dan Kiran melihat hal tersebut dan menoleh ke arah mama Julian.


"Rupanya Julian masih ingin kamu temani nak Kiran. Kalau begitu mama tidur dulu ya." kata mama Julian yang berjalan ke kasur yang sudah di siapkan tadi.


"iya ma, selamat tidur ma.." kata Kiran dan gadis itu masih duduk di kursi samping tempat tidur Julian.


Suasana pun jadi hening, semuanya sudah terlelap dalam mimpi masing-masing.


Hanya Kiran dan Julian yang masih terjaga.


Kiran sibuk mengotak-atik ponselnya yang habis di isi baterainya.


Melihat Kiran yang sibuk main ponsel, timbul niat jahil Julian.


Tangan Julian meraih tangan Kiran, dan Kiran pun memerhatikan Julian. Mungkin Julian butuh sesuatu,pikirnya.


Mulut Julian komat-kamit tanpa suara, mengakibatkan gadis itu mendekatkan telinganya ke muka Julian.


"cup...!"


Julian mendaratkan ciuman ke pipi Kiran.


Kedua pipi Kiran memerah, antara marah dan malu.


"Dasar jahil ya..kamu...!!"seru Kiraan sambil mengusap rambut atas kepala Julian.


***


Mohon like dan dukungannya ya..

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2