Love In Underground

Love In Underground
Julian..kamu mengerikan!


__ADS_3

"Kiran,apa kamu bahagia menerima aku yang sakit-sakitan?" tanya Julian pada Kiran.


"Maksud mas Julian?" tanya Kiran.


"Aku takut hanya jadi beban hidupmu" jawab Julian menatap Kiran sayu.


"Mas, kita melangkah sejauh ini. Mas Julian mencintai Kiran dan Kiran pun mencintai Mas Julian, kedua keluarga kita juga sudah setuju dan besok kita akan menikah. Apa masih ada yang kurang?"tanya Kiran sambil ambil posisi duduk samping tempat tidur Julian.


"Bolehkan aku menciummu? sekali saja?" permintaan Julian.


"Mau ciuman, tidur bareng atau yang lain aku siap mas, tapi setelah ijab besok ya.Yang sabar, makanya yang semangat ya.." jawab Kiran tetap menatap dan mengelus tangan Julian


"Yah, aku kepinginnya sekarang"Julian mendesah.


"Dasar ya..!!." Kiran tersenyum dan hendak beranjak dari tempat tidur .Tapi belum sempat beranjak,Julian mengaitkan kedua tangannya ke perut Kiran.


"Saat melihat kemesraan mu dengan mas ILO tadi, membuatku cemburu. Aku tak ingin kamu mesra dengan pria lain selain aku" kata Julian yang terus mendekap Kiran.


Gadis itu tak berdaya


"Julian cemburu?seperti inikah kalau seorang cemburu..?" pertanyaan dalam hati Kiran.


Kiran membalikan badannya dan memegang kedua pipi Julian dengan kedua telapak tangannya.


"Sayang,mas ILO kan kakak kandungku. Sejak kecil selalu bersamanya. Aku mencintai Mas ILO kan sebatas kakak kandung bukan kekasih. Beda dengan dirimu sayang" kata Kiran mencoba menyakinkan Julian.


Pria itu tak bisa menahan sesak di dadanya. Dia memeluk Kiran dengan kuatnya,dan mencoba mencium Kiran.


Gadis itu berontak, "mas Julian,kau membuatku takut..lepaskan! tunggu sampai besok sayang!" teriak Kiran.

__ADS_1


Julian tidak menghiraukan Kiran yang terus meronta.Julian seperti tak bisa mengendalikan nafsunya.


"Julian tadi begitu lemah, tapi kenapa sekarang seperti ini? ada apa dengan Julian?" pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam hati Kiran.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.


Julian melepaskan pelukannya. Dan menarik selimutnya.


Kiran merapikan rambutnya yang acak-acakan.


"Julian, Kiran ayo makan dulu!" suara Helen dari luar pintu kamar Julian.


"iya mbak.." sahut Kiran.


"Aku ambil makanan dulu ya" kata Kiran pada Julian.


"Iya,tapi kamu juga makan disini" pinta Julian.


Kiran menarik nafas dan menutup matanya sejenak, dalam hati berkata " Seandainya tak ada ketukan pintu dari mbak Helen, entah apa yang akan terjadi.Julian....kamu mengerikan!!!"


Kiran menuju kamar makan,dan semuanya berkumpul untuk makan bersama.


"Eh nak Kiran, Julian apa kabarnya?"tanya mamanya Julian


."Sudah lebih baik Ma,Julian minta Kiran makan di kamar bersama Julian Ma" jawab Kiran.


Setelah mengambil makanan, Kiran menghampiri ILO. "Julian marah saat kita bersama tadi Mas" kata Kiran berbisik.


"hm...dia cemburu. he...he" kata ILO sambil tertawa.

__ADS_1


"Tapi aku takut,mas!" kata Kiran.


"Sudah,cepat sana. Dia nanti semakin marah.Yang sabar meladeni orang yang lagi cemburu" kata ILO.


"sabar ya.,"kata Kiran menuju kamar dengan langkah berat.


"Kiran ngomong apa Mas?" tanya Helen.


"ah nggak apa-apa, Julian cemburu saat Kiran menyambutku tadi pagi" kata ILO sambil makan.


"oh...Akupun cemburu" kata Helen pelan.


Ilo tersedak, segera dia minum air putih di sampingnya.


"kan kamu tahu Kiran itu adikku"kata ILO.


Mendengar perkataan Helen dan ILO, semuanya tertawa.


"Sudah-sudah, makanya kamu dan Kiran harus jaga sikap, kalian sudah gede sudah punya pasangan. Hargai perasaan mereka." kata Bunda ILO di Sergai anggukan dari ayah ILO.


"Iya Bun, perlahan ILO perbaiki sikap ILO." jawab ILO.


"Nah gitu dong..!!" seru bunda ILO.


Dan semuanya kembali melanjutkan makannya.


***.


Ada apa dengan Julian?

__ADS_1


Mohon like, komentar, favorite dan votenya ya..


Terima kasih..


__ADS_2