
Dengan kecepatan sedang, mobil yang di kemudikan Jack melintas di jalan raya yang mengarah ke rumah yang di huni keluarganya.
Tak berapa lama, mobil itu masuk ke sebuah rumah paling mewah di sekitar tempat itu dan terparkir rapi di halaman rumah.
"Jack, sebaiknya kalian balik jangan terlalu sore. Karena paginya nak Kirana dan nak Atun kan kerja. Jadi sore sampai malam mereka bisa istirahat." pesan ibu Ida saat mereka hendak turun dari mobil.
"Iya Bu, Jack tahu itu. Jack sendiri kan juga harus jaga warung kopi Jack..!! cari biaya buat nikahi Kiran Bu. Doa kan ya Bu, biar rejeki lancar..!!" ucap jack yang membuka pintu pintu mobil.
"Aamiin, ibu selalu berdoa yang terbaik buat kalian...!" ucap ibu Ida di depan Jack dan Kiran.
"Makasih Bu..!!" ucap Jack dan Kiran bersamaan.
Yang lainnya masuk ke dalam rumah, Jack masuk ke mobil lagi untuk menggendong Aya yang tertidur pulas.
Beberapa jam kemudian, setelah sholat dhuhur dan makan siang, Jack, Kirana dan Atun berpamitan untuk kembali ke Sidoarjo.
"Ning ini dari ibu buat Ning Kiran sama Ning Atun..!!" kata Zulaikha pada Kiran dan Atun dengan membawa dua paper bag warna merah muda.
"Waduh kok malah repot-repot ngasih oleh-oleh segala nih ibu..! Kiran kemarin nggak bawain apa-apa loh..!!" ucap Kiran uang tidak enak hati.
"Nggak apa-apa, biar kalia tahu makanan khas Pasuruhan.!" ucap Ibu Ida seraya tersenyum.
"Makasih ya Bu..! biar Atau yang bawa..!!" sahut Atun yang menyadari Kiran masih menggendong Aya yang sedang ngambek nggak mau di tinggalkan oleh Papanya, Kiran dan Atun.
"Aya, mama kiran mau kerja dulu ya sayang..!!" bujuk kiran karena Aya tidak mau turun dari gendongannya.
"Nggak mau..!!" balas Aya yang tetap menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Kiran.
"Aya sayang, Papa dan mama mau kerja ya..! biar nanti bisa main lagi ke Banyu biru dan pasar malam...!" bujuk ibu Ida seraya mengusap punggung Aya.
Namun Aya tetap tak bergeming, kemudian Jack membisikkan sesuatu di telinga Aya.
"Aya, jangan minta gendong mama Kiran terus. Apa nggak kasihan mama Kiran ini dah gendong dedek bayi, masak masih gendong Aya juga.." bisik Jack seraya mengusap kepala Aya.
"Oiya, mama Kiran mau punya dedek bayi. Nenek...gendhong..!!" ucap Aya dengan manjanya.
"Ayo sini sayang..!!" kata ibu Ida dengan senyum simpulnya.
Aya pun di gendong oleh ibu Ida.
"Aya, Insya Allah kalau dedek bayinya lahir, mama Kiran janji ketemu Kiran lagi. Kita tidur sama-sama, makan dan main sama-sama..!!" bujuk Kiran pada Aya.
"Iya ma..?" tanya Aya dengan wajah menggemaskan.
"Iya sayang..!" jawab Kiran sambil mencium kening putrinya Jack itu.
"Kalau selalu dengan Aya dan dedek bayi, lha kapan ada waktu buat kita bermain kuda..?" bisik Jack di telinga Kiran.
__ADS_1
Kiran yang tahu maksud Jack mencubit lengan Jack.
"A..apa'an sih..!!" balas bisik Kiran.
"Auw..!!" seru Jack seraya mengucap-usap lengannya yang di cubit oleh Kiran sambil pasang senyum cengengesan.
"Sudah-sudah sana..! ditungguin angkutan itu lho...!" seru Ibu Ida yang mengingatkan, karena Ahmad yang sudah memberhentikan angkutan umum sedari tadi untuk kakak nya dan Kiran serta Atun.
"Iya Bu..! Kami berangkat ya Bu..!!" ucap Jack seraya mencium punggung tangan ibunda dan sedikit memberi pelukkan.
Lalu diikuti Kiran dan Atun, serta bersalaman dengan Zulaikha dan Aya juga.
"Assalamu'alaikum..!!" salam Kiran, Jack dan Atun seraya melambaikan tangan mereka.
"Wa'alaikumsalam..!!" balas Ibu Ida, Aya dan Zulaikha yang juga melambaikan tangan mereka.
Kemudian ketiganya melangkahkan kakinya menuju ke jalan raya.
"Ahmad, jaga Ibu dan Ning Zulaikha ya..!!" pesan Jack pada adik laki-lakinya.
"Iya cak...siap pokoknya...!" ucap Ahmad dengan mengacungkan jari jempolnya.
"Assalamu'alaikum..!!" salam pamit Jack saat Kiran dan Atun sudah masuk ke dalam angkutan.
"Wa'alaikumsalam..!!" balas Ahmad seraya melambaikan tangannya dan diikuti Jack, Kiran dan Atun.
Angkutan yang tidak penuh isi penumpangnya itu melaju melewati persawahan dan hutan tebu.
Demikian pula dengan Atun yang tadinya sedang ber-chat ria dengan Gilang, ikut melihat pemandangan bentangan sawah dan kebun tebu yang masih kecil.
"Bagus juga ternyata pemandangannya, udaranya juga sejuk..!" ucap Kiran yang kedua matanya terus memandang ke luar jendela kaca angkutan.
"Kalau jadi istriku, kamu akan melihatnya semau kamu aku antarkan..ha..ha..!!" goda Jack sambil tertawa.
"Kalau ke sini tiap hari, lantas kerjanya Kapan..? kalau nggak kerja nggak bisa makan donk..!!" balas Kiran yang mengulas senyum.
"Makan daun saja, di kebun kan banyak..!" goda Jack yang tetap dengan tawanya.
"Jadi embek donk..!!" sahut Kiran.
"Apa sih canda kalian..! garing tahu..!!" seru Atun yang sedikit muram.
"Aduh yang kangen sama bebebnya..!!" goda Kiran pada sahabatnya Atun.
"Iya, gara-gara kalian..! aku kangen nih sama Gilang..!!" ucap Atun dengan mulut sedikit mengerucut.
"Sudah-sudah, sebentar lagi sampai terminal nih..!" ucap Jack yang menyadari kalau angkutan yang mereka tumpangi sudah mendekati terminal Untung Suropati Pasuruhan.
__ADS_1
Setelah Angkutan yang mereka tumpangi menepi, ketiganya pun turun dan Jack membayar ongkos mereka.
Mereka segera melangkahkan kaki masuk ke dalam terminal dan mencari bus jurusan Pasuruhan- Surabaya.
Tidak sampai mereka duduk di kursi ruang tunggu, bus yang mereka cari telah menunggu mereka bertiga.
Dan ketiganya pun masuk dan mengambil tempat duduk, kali ini di tengah-tengah dengan kursi berjajar tiga.
Mereka pun duduk dengan Atun di pinggir dekat jendela, Kiran di tengah dan Jack berada di samping Kiran.
Setelah penumpang penuh, bus jurusan Pasuruhan- Surabaya itu berangkat dengan kecepatan sedang.
"Kalau kalian mau tidur, tidur saja. Nanti aku bangunkan." ucap Jack pada Kiran dan Atun.
"Telat ngomongnya, tuh Atun dah bertemu Gilang..!!" ucap Kiran seraya menunjuk dengan ibu jarinya ke arah Atun.
Jack pun tersenyum, "Kok bisa ya dia..!!" ucap Jack.
"Ya itulah Atun..! he..he..!!" ucap Kiran yang juga tersenyum.
Tak berapa lama, kondektur bus pun datang.
"Jack, biar nanti aku yang bayar..!!" seru Kiran seraya tangan kirinya memegang tangan Jack, dan tangan kanannya mengambil dompet dari tasnya.
Jack terus memandang tangan Kiran yang memegang tangannya.
"Baru kali ini Kiran memegang tanganku..!!" kata dalam hati Jack.
"Ma'af..!!" ucap Kiran yang kemudian melepaskan tangannya dengan tersipu malu
Sebetulnya jack juga demikian, namun dia pura-pura tak menggubrisnya.
Tak berapa lama, kondektur pun menghampiri mereka.
Dan Kiran pun memberikan sejumlah uang untuk ongkos tarif bus.
Selesai berurusan dengan si kondektur, Jack dan Kiran saling bercanda dan tak lupa sesekali melihat ke ponsel mereka, walau sekedar melihat jam atau pun membaca chat yang masuk.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...