Love In Underground

Love In Underground
Mewujudkan impian ll


__ADS_3

Sementara itu, Julian dan yang lainnya telah sampai dirumah.


Mereka segera masuk rumah,dan semuanya berkumpul di kamar Julian.


Setelah menata selimut Julian, Kiran pun segera mengisi baterai ponselnya yang sedari tadi sudah habis.


"Julian makan ya Nak?"pinta Mama Julian.


"Ma..aku sudah minta bibi untuk buatkan bubur dan menyiapkan makanan buat kita"kata Helen.


"Iya, kita makan disini saja. Bareng sama Julian" kata Mama Julian sambil menatap Julian.


"Dan kita semua juga tidur disini. Biar Julian tidak kesepian" lanjut Mama Julian.


"Iya Ma" balas Helen kemudian berjalan menuju dapur, membantu bibi menyiapkan makanan.


Julian menatap Kiran, gadis itu sedang melihat-lihat suasana kamar Julian.


Banyak piala dan piagam, gitar serta foto-foto Julian masa kecil sampai sakarang.


Kiran menatap foto-foto saat Julian nge-band.


"Ma..Julian dulu ngeband ya Ma? dia vokalisnya?"tanya Kiran pada Mama Julian.


"Iya, dulu waktu Julian masih duduk di bangku SMA. Karena pergaulan bebas, Julian jadi seperti ini" cerita Mama Julian yang duduk disamping kanan Julian dan Kiran pun duduk disamping kiri Julian dengan membawa album foto Julian.


"Maksud Mama?" tanya Kiran penasaran.


"Karena selama nge-band, Julian berteman dengan teman yang menjerumuskannya dalam barang haram. Julian yang sebelumnya alim, jadi perokok peminum sampai kecanduan ekstasi" cerita Mama Julian sambil mengusap rambut Julian.


Kiran mendengarkan dengan seksama dan sekali-kali melihat Julian.

__ADS_1


Julian berkaca-kaca seolah-olah menyesali kehidupannya yang dulu.


"Suatu hari dia merasakan tubuhnya sakit luar biasa.waktu itu hanya ada bibi, mama dan papa ada diluar negeri. Helen waktu itu pergi entah kemana" lanjut cerita Mama Julian dan sesekali mengusap air matanya.


Kiran ikut meneteskan air mata, seolah mengetahui betapa sakitnya Julian waktu itu.


"Bibi waktu itu memanggil dokter keluarga, dan Julian di bawa ke kliniknya." kata mama Julian.


"Setelah di periksa dokter, Julian di vonis menderita Leukimia. Sejak saat itu,.mama menyuruh Julian untuk berhenti nge-band.


Karena tidak mau larut dalam kesedihan,


Julian menyibukkan diri membuka usaha sablon kaos.Karena itu, kemampuan dia saat itu." lanjut cerita mama Julian.


"Setelah usaha sablonnya berkembang, Julian merekrut, anak jalanan untuk punya penghasilan yang halal. Ternyata Julian juga punya banyak anak didik ,kalau Gilang tidak cerita kami juga tidak tahu" cerita Mama Julian.


"Sebetulnya Julian sudah divonis,meninggal enam bulan yang lalu. Suatu hari Julian cerita sama Papa kalau Julian mimpi bertemu seorang gadis. Dan mimpi itu selalu datang berulang kali. Sejak saat itu, Julian seperti punya semangat hidup. Julian bertekat bertemu gadis itu" Papa Julian menambahkan.


"Ayo makan dulu.." kata Helen saat masuk ke kamar Julian. "Kiran,tolong kamu suapin Julian ya" lanjut Helen sambil memberi semangkok bubur kepada Kiran.


"iya mbak" sahut Kiran sambil menerima mangkok berisi bubur dari tangan Helen.


"Makan dulu ya kasihku, sayangku dan cintaku" kata Kiran sambil meniup bubur yang ternyata masih panas.


Julian yan tadinya no respon,tiba-tiba tersenyum setelah mendengar kata-kata Kiran.


"Cintaku makan dulu ya ...aaa" kata Kiran


"Pinter ya anak Mama Eva yang satu ini" rayu Kiran. "lagi ya..aaa" lanjut Kiran


"Cakepnya anak papa Dani ini" kata Kiran.

__ADS_1


Semua yang mendengar tersenyum tanpa kecuali Julian


."Mi...minum.."Julian mengeluarkan suara dengan serak dan parau.


Semuanya kaget..


Yang semula duduk, mereka semua berdiri dan berjalan mendekati Julian.


"Sayang kamu bicara...eh minum ya" kata Kiran. yang segera terbangun dari kagetnya. Di ambilnya satu gelas air putih di atas meja di samping tempat tidur Julian.


Kiran pun meminumkannya pada Julian perlahan-lahan.


"Makan lagi ya.. setelah itu minum vitaminnya ya.." pinta Kiran pada Julian.


"Tadi apa benar suara Julian? tanya mama Julian tak percaya.


"Iya ma.. mas Julian tadi minta minum." kata Kiran.


"Syukurlah ada peningkatan, Julian Papa janji kalau kamu sembuh, akan percepat pernikahan kalian" kata papa Julian.


"Kamu dengar sayang , makanya cepat sembuh ya...!" kata Kiran selesai menyuapi Julian makan. Dan kemudian menyuapi vitamin untuk Julian.


***


**Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Yuk simak terus kelanjutannya..


Mohon like, komentar, favorite dan votenya ya..


Terima kasih**..

__ADS_1


__ADS_2