Love In Underground

Love In Underground
Pertunangan


__ADS_3

"Jadi kamu seorang penyanyi rock?" tanya Ana.


"Iya kurang lebihnya begitu." jawab Julian.


"Jadi mbak Ana dan mas ILO.. nggak semua orang yang ber penampilan hitam itu hidupnya juga hitam." pendapat Kiran.


"Kami benar Kiran, penampilan itu tak akan menjamin hidup seseorang. Mbak juga berkaca dari pengalaman mbak sama mantan suami mbak. Mas Angga yang seharusnya seorang pelayaran kapal pesiar, yang gajinya dollar. Tapi kenyataannya, semua kebutuhannya mbak yang nanggung." kata Ana yang meneteskan air matanya.


ILO yang posisinya dekat dengan Ana pun segera memeluk kakaknya.


"Kiran dan Julian.. Mas ILO dan Mbak Ana sudah dapat pelajaran dari semua ini. Jadi kami menerima kamu Julian jadi bagian dari keluarga kami, dan mas ILO akan berusaha menghilangkan pandangan negatif mas sama musik rock maupun underground." jelas ILO.


Dan semua pun tersenyum lega.


Julian bergegas menjalankan mobil yang dikendarainya kembali menuju rumah Ana.


Akhirnya mereka sampai di rumah Ana. Dan setelah menurunkan semua menurunkan barang-barang, Julian hendak mengajak Kiran membeli sesuatu.


"Ran..keluar sebentar yuk!"pinta Julian."Kemana?"tanya Kiran."Ada deh nanti juga tahu.."jawab Julian.


"Mbak Ana,saya pinjam sepeda motornya ya"kata Julian pada Ana.


"iya,kuncinya ada diatas lemari es"jawab Ana.


"Kenapa sih nggak bawa mobil saja,kan sekalian mobilnya sudah ada diluar?"tanya Kiran.


"Biar bisa dipeluk kamu"Jawab Julian sambil memberikan helm pada Kiran.


"Dasar ya genit.."kata Kiran sambil mencubit Julian.Mereka pun segera berangkat.


"Kita pergi kemana sih?" tanya Kiran penasaran.

__ADS_1


"Nanti juga tahu.." jawab Julian santai.


Julian berhenti di toko mas terbesar di Surabaya yang sudah menjadi langganan keluarganya.


"Eh mas Julian,lho tidak bersama Nyonya mas?" tanya salah seorang karyawati di toko mas tersebut.


"Mama ada dirumah,saya cari cincin buat pertunangan" kata Julian.


"Ada mas,untuk siapa ya mas?" tanya karyawati tersebut.


"Untuk saya,dan ini calon istri saya"jawab Julian


."wah selamat ya mas,semoga cepat kepelaminan" kata karyawati tersebut


."Aamiin" jawab Julian dan Kiran bersamaan.


Kini Kiran tahu maksud Julian mengajaknya. Kiran pun tersenyum melihat keseriusan Julian dalam memilih cincin pertunangan mereka.


"Di coba sayang,pas nggak?" pinta Julian pada Kiran.


Mereka membeli pakaian yang serasi.Kiran dengan dress panjang warna putih dan Julian stelan jas warna putih juga.


"Aku sebetulnya kurang pede dengan warna putih,apa mungkin karena aku terbiasa pakai hitam ya?"kata Julian.


"Mungkin saja,tapi kamu ganteng lho" kata Kiran terpesona lihat Julian yang mencoba jasnya."kamu juga cantik"rayu Julian.


Setelah cocok dengan pilihan mereka,Julian pun segera membayar baju mereka.Dan mereka bergegas kembali kerumah Ana.


Sesampainya dirumah Ana, ternyata Ayah dan Bunda Kiran baru tiba dari Solo.


Turun dari sepeda motor, Kiran mengajak Julian masuk.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum..ayah bunda" tahu Ayah bundanya datang,Kiran pun langsung memeluk mereka.


"Wa'alaikumsalam.." jawab Ayah dan bunda Kiran bersamaan.


"ohya Ayah Bunda,ini Julian" kata Kiran memperkenalkan Julian sama kedua orang tuanya.


Julian pun langsung mencium tangan mereka.


"oh ini tho calon menantuku"kata ayah Kiran sambil memeluk Julian."kalian memang cocok,satu ganteng dan satunya cantik." kata Bunda Kiran.


"Bisa saja om dan tante ini" kata Julian.


Julian kemudian undur diri.Kiran mengantarnya sampai keteras sambil menunggu ojek online.


"Aku pulang dulu ya,nanti malam aku kesini lagi.Dandan yang cantik ya?" pinta Julian sambil mengusap rambut Kiran.


"iya sayang,cepat pulang jangan mampir-mampir lagi,sampai rumah istirahat, Biar nanti malam kesini lebih fress"kata Kiran


."itu jemputan dah datang" lanjut Kiran.Julian segera mencium kening Kiran dan berjalan menuju Taksi online.Kiran dan Julian saling melambai kan tangan.


"Daaa..." teriak Kiran.Setelah Taksi online yang di tumpang Julian hilang dari pandangan mata, Kiran segera masuk kedalam rumah.


"Kiran, jadi nanti keluarga Julian mau kesini?"tanya Ana."iya mbak"jawab Kiran.


"Kita harus segera beres-beres dan buat makanan, mau kedatangan tamu agung" kata Ana sambil melirik Kiran.


"Kiran kamu bagian beres-beres, mbak mau buat makanannya.Ilo,Ayah dan bunda biar mereka istirahat" kata Ana membagi tugas.


"Siap mbak" kata Kiran tanda mengerti.


***

__ADS_1


Mohon like, komentar, favorite dan votenya ya..


Terima kasih..


__ADS_2