
"Aku mau melakukannya sekarang .!" bisik Julian di telinga Kiran istrinya.
"Tadi di kamar mandikan sudah..!?" Kiran yang mengingatkan.
"Tadi kan baru pemanasan, Aku kan belum menanam benihku padamu sayang..!" kata Julian yang masih berbisik di telinga Kiran.
"Baiklah mas, aku siap..!" kata Kirana yang mulai naik ke ranjang.
"Terus mulainya bagaimana..?" tanya Julian yang malah jadi bingung.
Kiran menarik tubuh suaminya untuk berbaring.
"Seperti di kamar mandi tadi, mulai dari ciuman....!" kata Kiran yang kemudian menciumi suaminya dengan hasrat.
Dari bibir, leher dan dada bidang suaminya.
Julian pun mulai terr*ngs*ang, dan mereka pasangan yang belum pernah merasakannya sama sekali itu pun, kini mulai merasakannya.
Julian pun menyatukan miliknya pada milik istrinya, dan trus berpacu.
"Aaaghh..!!" jerit pelan Kiran.
"Kenapa..?" tanya Julian bingung.
"Sakit...!" jawab Kiran yang menahan sakitnya.
"Apa kita tunda..?" tanya Julian yang merasa kasihan pada istrinya itu.
"Nggak apa-apa kok..! ayo lanjuntkan saja..!" kata Kiran dan mereka kembali memuaskan hasrat mereka.
Peluh keringat mulai bercucuran, dan mereka pun mulai tertidur dengan saling berpelukan. karena kecapekan.
Satu jam kemudian, Julian mulai bangun.Dia merasakan penyakitnya yang kambuh.
Sakit kepala yang di deritanya sungguh menderanya hebat.
Julian dengan terhuyun-huyun mengambil baju gantinya di lemari dan kemudian ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Kirana bangun dan mendapati suaminya tak ada di sampingnya, kemudian dia mengambil haanduknya tadi dan melilitkan ke tubuhnya.
Ada noda darah di sepray tempat tidur, kemudian dia menarik seprai itu dan menggantinya.
Tak berapa lama, Julian keluar dari kamar mandi.
"Mas Julian, wajahmu pucat sekali..? kamu sakit lagi..?" tanya Kiran yang khawatir.
__ADS_1
"Ah nggak apa-apa..! cepat kamu mandi sana..! habis itu kita ngumpul sama yang lainnya." kata Julian yang kemudian dia duduk disamping tempat tidur.
Kiran mengambil baju gantinya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Julian merasakan sakit yang luar biasa menyerangnya.
Dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Julian memejamkan matanya.Darah segar keluar dari hidungnya.
Kiran keluar dari kamar mandi. Di lihatnya Julian terbaring,
"Mas Julian....!"teriak Kiran
."Kiran..,sakit rasanya,aku nggak sanggup lagi" kata Julian saat tahu Kiran disampingnya.
Tahu Julian mimisan, Kiran mengambil tisu dan mengusap darah di hidung Julian.
"Mas bertahan, kamu jangan sakit lagi...!" Isak Kiran sambil memangku kepala Julian.
"Aku tak kuat lagi Kiran..!" kata Julian dengan nada parau menahan sakit.
Melihat Julian seperti kesakitan, Kiran memeluk suaminya.
"Ki...ran, bila aku tiada kamu jangan nangis lagi ya.." pinta Julian dengan nafas tak beraturan
"Jangan ngomong seperti itu,kamu tetap hidup.
Gadis itu menciumi suaminya.
"Bertahan sayang, yang kuat...kamu mau apa? Kiran akan lakukan, asal kamu tetap hidup bersama Kiran" Gadis itu terus meneteskan air matanya.
"Sampaikan salamku buat semuanya maaf tidak bisa foto bersama, kamu jaga diri baik-baik, jangan lupa dengan gitarku.." kata Julian terbata-bata.
Julian menghembuskan nafas yang terakhir.
"Mas..kamu bercanda kan? kamu hanya pingsan kan? mas jangan tinggalin ...!?"Kiran kaget, dia meraba hidung dan nadi suaminya.
Kiran terus menciumi suaminya, berharap suaminya bernafas lagi.
"Innalilahi wa innalilahi roji'uun,selamat jalan suamiku. Kamu lah laki-laki yang akan selalu ada dalam hatiku. Julian....juliaaaaan...!kenapa kamu nggak bawa aku sekalian?! Juliaaaaan...." Kiran menangis lagi sejadi-jadinya.
Sementara itu di ruang tamu.Semua mendengar jeritan Kiran.
"Julian...apa yang dilakukan anak itu!" gumam Papa Julian.
"Namanya pengantin baru, mungkin terlalu semangat.ha..ha..!" Gilang menambahkan
__ADS_1
"Hust..!!"Atun menyenggol Gilang
"Ada yang tidak beres...?! dengar jeritan dan tangisan Kiran..!!" kata ILO.
"i..ya,ada sesuatu..," Helen penasaran, dia bergegas ke pintu kamar Julian.
Dia mengetuk pintu kamar Julian."Julian..Kiran...kalian kenapa?" tanya Helen.
"Julian...Julian...banguun!!" tangis Kiran menjadi-jadi.Helen semakin penasaran,seperti ada perasaan tidak enak yang dirasakannya.
"Tokk..tokk..tokk..!!"
Helen mengetuk pintu, dan Kirana perlahan melangkahkan kakinya dan membuka pintu masih dengan isakan.
"Apa yang terjadi, kamu kenapa dik?!" tanya Helen sambil mendekati Kiran.
"Julian mbak..Julian pergi. Pergi selama-lamanya..." Isak Kiran.
"Adikku..." kata Helen yang kemudian mendekati Julian.
Helen terduduk lemas di samping tempat tidur.
Ilo menangkap Helen dan membenarkan posisi duduk Helen yang tak sesuai posisi. Setelah itu ILO mendekati Kiran.
"Sudah ikhlaskan Julian pergi. Mungkin ini terbaik untuk Julian, dia sudah tidak sakit lagi" Kata ILO sambil melepaskan pelukan Kiran pada Julian dan memposisikan Julian bersedekap.
"Aku nggak nyangka secepat ini, baru saja kita menikah...." Isak Kiran.
Ilo memeluk Kiran seolah merasakan kepedihan adiknya.
ILO melepaskan pelukannya dan bergegas memberitahu keluarganya yang berada di luar kamar.
"Mohon perhatian semuanya, kebahagiaan ini hanya sementara. Kini kita akan merasakan kesedihan...!!" kata ILO.
"ILO apa maksud kamu?" tanya ayah ILO.
"Ju...lian....Meninggal dunia" jawab ILO dengan dadanya yang penuh sesak..
"Innalillahi wa innalilahi ro ji'uun.." ucap semuanya serempak.
Mereka pun bergantian masuk ke kamar melihat keadaan Julian.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dengan memberi like/komen/fav/rate 5/gift maupun vote pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...