Love In Underground

Love In Underground
Meninggalkan Kota Sidoarjo


__ADS_3

"Kata ibu bidan tadi, kamu banyak pikiran...! sebetulnya apa yang kamu pikirkan sayang..?" tanya ibu Watik dengan lirih.


"Apakah ayah yang keterlaluan ya, dengan hubungan putri kita dan Jack...?" tanya ayah Kiran yang sedikit cemas dengan keadaan Kiran.


"Iya mungkin saja Yah, tapi ibu tak suka penampilannya..! terlalu urakan..!" balas ibu Watik.


"Ayah juga begitu, kurang sreg di hati..! mana dia cuma pedagang warung kopi dan masing menghidupi anak, adik dan ibunya..! nantinya Kiran mau di kasih apa..?Kita kan sebagai orang tua menginginkan yang terbaik untuk putri kita. Setelah menikah harus selalu bahagia, bukannya malah sengsara...!!" kata ayah Kiran yang memikirkan masa depan putrinya.


"Ibu pun demikian Yah...!" ucap ibu Watik seraya mengecup kening putrinya dengan lembut.


"Ayo kita keluar Bu, biarkan Kiran istirahat..!!" ajak ayah Kiran pada istrinya.


"Iya Yah..!" balas ibu Watik, dan mereka pun melangkahkan kaki keluar dari kamar Kiran.


Kiran yang terbaring lemah , itu tiba-tiba meneteskan air matanya.


Dan perlahan Kiran membuka matanya, dan menyeka air matanya yang terus berjatuhan.


"Ibu, Ayah...maafkan Kiran jika Kiran selalu membuat kalian khawatir. Maafkan Kiran yang tak bisa kelain hati, Kiran akan tetap menunggu kabar dari Jack...karena Jack pasti suatu saat akan menemui Kiran....!!" ucap Kiran dalam hati.


...****...


Beberapa hari kemudian, tiba waktu pernikahan ILO.


Semua keluarga Kiran berada di acara pernikahan, kecuali Kiran yang belum di perbolehkan kemana-mana.


Kiran di rumah Ana di temani sahabatnya Atun yang kebetulan hari libur kerja.


"Tokk...tokk...tokk..!!'


"Assalamu'alaikum...!!"


Tiba-tiba pintu ada yang mengetuk dari luar dan memberi salam.


"Atun, kamu dengar tidak..?" tanya Kiran yang ser sandar di sofa ruang tamu.


"Iya, Aku dengar Ran. Siapa ya yang bertamu..?" jawab sekaligus tanya Atun yang bangkit dari duduknya.


"Jangan-jangan Jack Tun..! cepat buka Tun..!!" kata Kiran yang sangat berharap itu Jack.


"Wa'alaikumsalam..!!" jawab Atun yang kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke pintu, lalu dia mengintip dari balik korden jendela.


Setelah tahu siapa yang di luar, Atun membuka pintunya.


"Siapa Tun..?" tanya Kiran yang penasaran.


"Kodok dan istrinya Ran...!!" jawab Atun yang kemudian mempersilahkan kedua tamunya masuk dan duduk di kursi ruang tamu dimana Kiran duduk.


Setelah bersalaman, Kiran mempersilahkan Kodok dan istrinya untuk duduk.

__ADS_1


Sedangkan Atun membuatkan minuman untuk kodok dan istrinya.


"Apa kabarnya kalian, kok kalian ke sini? maksud aku apa kalian tinggal di Warung kopinya Jack..?" tanya Kiran penasaran.


"Kabar kami baik malas samgat baik, benar kami di suruh Jack menggantikannya berjualan di warung kopi..!!" jawab Kodok.


"Trus dimana Jack sekarang.?" tanya Kiran yang sungguh berharap ada kabar dari Jack.


"Jack sekarang ada di Pasuruhan..!!" jawab kodok dengan hati-hati.


"Kenapa dia tak memberi kabar sih..?" tanya Kiran yang penasaran.


"Maka dari itu, kami akan memberitahukan kalau ponsel Jack tertinggal di warung kopi..!" jawab kodok seraya memberikan ponsel Jack pada Kiran.


"Pantas saja di hubungi nggak ada respon dari Jack..!" sahut Atun seraya menaruh dua gelas minuman di atas meja di depan Kodok dan istrinya.


"Tapi kenapa mendadak sekalli pulangnya..?" tanya Kiran yang khawatir.


"Ibu Ida kambuh lagi, dan harus di rawat di rumah sakit...!" jawab Kodok seraya menatap ke arah Kiran.


"Ya Allah, semoga ibu Ida lekas Sembuh. Aamiin ya Robbal alaamiin...! " doa Kiran dan di Aamiin-kan oleh Atun, Kodok dan Istri Kodok.


"Aamiin.."


"Aku dengar Ning Kiran sakit ya..?" tanya istri Kodok yang khawatir.


"Sekarang kamu nggak boleh berpikir macam-macam, Jack nggak apa-apa kok..! dia sedang mengurusi ibunya yang sedang sakit." kata Kodok.


"Iya, aku sedikit tenang jadinya..!" ucap Kiran yang sedikit mengulas senyumnya.


Mereka pun kemudian berbincang-bincang dengan topik berbeda sambil bersendau gurau.


Dan tak berapa lama, kodok pun undur diri.


...****...


Beberapa hari setelah pernikahan ILO dan Helen, Kiran sudah mengajukan cuti hamil dan Atun dan Ana mengajukan cuti menikah.


Atun sudah berpamitan dengan Kiran dan keluarga Kiran pulang lebih dulu ke Nganjuk.


Dan kini Kiran dan keluarganya persiapan pulang ke Solo.


"Ran, ayo..! kamu mau di rumah sendirian..?" ajak Ana saat semua sudah masuk ke dalam mobil.


Kiran yang usia kandungannya hampir sembilan bulan masih duduk di ruang tamu.


Dia sangat berharap bertemu dengan Jack sebelum dia pulang ke Solo.


"Jack ..kenapa kamu tak memberi kabar sih..? apa kamu tak rindu padaku..? Aku sangat merindukanmu Jack..!!" gumam dalam hati Kiran yang kini kedua matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


"Jack lagi ya..? ngapain sih kamu masih saja mikirin dia..! sedangkan dia bisa jadi tak mikirin kamu..! Sudah cukup air mata kamu buat laki-laki tak tahu diri seperti dia..! ingat Kiran, kamu mau melahirkan...! jaga kondisi kamu..!' ucap Ana yang sebenarnya sangat kesal sekali dengan Jack.


"Hiks...Iya mbak..!" kat Kiran seraya menyeka air matanya.


Kiran dan Ana kemudian melangkahkan kaki meninggalkan rumah dan menuju ke mobil di mana semua keluarganya sedang berkumpul.


Dengan berat hati, Kiran meninggalkan Sidoarjo dan pulang ke Solo.


"Sudahlah Ran, jangan di tangisi orang seperti itu. Dengan kejadian seperti ini, kamu kan jadi tahu seperti apa Jack itu yang sebenarnya .!!" ucap pak Warso saat di dalam mobil.


"Kamu jangan memikirkan yang macam-macam, yang terpenting kamu dan bayi kamu sehat itu yang kami harapkan."Kata ibu Watik seraya mengusap pundak putrinya Kiran.


"Iya ibu, ayah...Kiran ingat itu..!!" ucap Kiran yang masih terisak.


"Ana, kamu tadi sudah mengunci rumah kamu dengan benar..?" tanya pak Warso memperingatkan pada putrinya.


"Sudah, memngnya ada apa Yah..?" tanya Ana yang tetap mengemudi.


"Beberapa hari yang lalu, ayah merasa ada yang mengawasi rumah kamu..!!" ucap pak Warso dengan sungguh-sungguh.


"Apa yang ayah maksud mobil sedan mewah warna hitam yang biasa parkir di sebrang jalan ya Yah..!" sahut Kiran yang juga merasa ada yang mengawasi rumah Ana.


".Mungkin tamu tetangga Ana..?" kata Ana yang tak mau berpikir macam-macam.


"Kalau tamu, kenapa tiap sore ada di situ dan bahkan tidak keluar dari mobilnya..?" tanya Kiran yang penasaran.


"Ah, sudahlah..! semoga saja dia orang baik..!!" ucap Ana yang sekali-kali melihat ke samping dimana Kiran duduk.


"Aamiin ya Robbal alaamiin..!" sahut semuanya.


"Ana, kalau mengemudinya capek dan mengantuk, lebih baik kita berhenti dulu..!" pesan ibu watik karena Ana sendirian yang mengemudi, tak ada penggantinya.


...~¥~...


Nggak nyangka sampai juga di epsode ke 100..


Detik-detik mau tamat nih..🙏🏻😍


...💖💖💖💖💖💖...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2