
"Kiran..kamu kenapa .??" tanya Ana yang sudah bangun dan sedang berada di dapur.
"Nggak tahu mbak, mungkin masuk angin..!!" jawab Kiran yang kemudian dia mual kembali.
"Huekkk....hueekkk..!!"
"Jangan-jangan kamu hamil Ran..? tapi apa kamu sama Julian sudah berhubungan sebelum nikah..?" tanya Ana yang curiga, karena Julian Suami Kiran telah meninggal ketika selesai resepsi pernikahan.
"Astagfirullah mbak..! kami nggak melakukannya sebelum nikah, kami melakukannya setelah nikah..! waktu kami ganti baju, mas Julian minta ya Kiran layanilah..!!" jawab Kiran yang sebenarnya.
"Wah Julian, sebelum meninggal tanam benih dulu ..! he..he..!' celetuk Ana sambil tersenyum.
"Apa sih mbak..? tanam benih-tanam benih segala..!!" ucap Kiran tersipu malu.
"Ya iya kan benih cinta kalian..!"seru Ana.
"Kamu istirahat saja dulu, kalau ada apa-apa mbak ada di dapur. Nanti jam sembilan pagi kamu mandi dan pergi ke Apotik. Beli test pack serta pereda mual." saran Ana.
"Oiya, nanti kamu libur dulu. Karena kelihatannya kamu masih lemah. Biar mbak yang beritahu ke kepala Bagian kamu nanti..." lanjut Ana.
"Iya mbak, Kiran merasa badan Kiran juga lemas..!!" kata Kiran yang kemudian kembali ke kamarnya dan Ana bergegas ke dapur untuk menanak nasi.
Selesai masak, Ana segera membersihkan diri dan begitu juga dengan Kiran.,
Setelah itu, mereka sarapan bersama-sama.
"Mbak berangkat ya..!! hati-hati di rumah...! kunci pintunya dan jangan di buka kalau tidak kenal..!" pesan Ana.
"Baik mbak..!!" ucap Kiran.
Ana bergegas mengambil tas dan kunci mobilnya, dan perlahan-lahan meninggalkan kiran yang berada di rumahnya.
"Assalamu'alaikum..!' sapa seorang gadis yang tak lain Atun sahabatnya. Dia yang biasa selalu bersama Kiran kemana saja Kiran pergi.
"Wa'alaikumsalam..!!" balas Kiran yang kemudian menghampiri sahabatnya itu.
"Lho kamu kok belum siap-siap?" tanya Atun saat melihat Kirana yang tak memakai seragam perusahaan tempat mereka bekerja.
"Aku nggak enak badan Tun, tolong bilang ke mbak Sulis ya..!!" kata Kiran pada sahabatnya itu.
"Beres..! cepat sembuh ya..!! dan kita berangkat kerja lagi berdua..!!" ucap Atun.
"Iya, nanti juga mau ke apotik buat beli obat..!!" kata Kiran.
"Ok kalau begitu, aku kerja dulu ya..! Assalamu' Alaikum..!!" salam pamit Atun sambil melambaikan tangannya.
"Wa'alaikumsalam..!" balas Kiran yang juga melambaikan tangannya.
Setelah Atun menghilang dari pandangannya, Kiran pun masuk ke rumah dan menguncinya.
Kiran pun masuk ke kamar dan melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 06.45 pagi.
"Sambil nunggu apotik buka, nyuci baju dulu lah..! eh..tak lupa, dengar musik Underground dulu..! biar semangaat..!" ucap Kiran yang menyalakan ponselnya.
Dan terdengarlah alunan lagu band cadas aliran metal gothic.
...🎵🎵🎵🎵🎵...
...SINAR BATAS SEPI...
...Syahdu lembut kilau embun...
...Arungi langkah malam...
...Bersinar anggun cahaya bulan...
...Terbentang bagai sepi...
...Terbentang bagai sepi...
__ADS_1
...Syahdu lembut kilau embun...
...Arungi langkah malam...
...Bersinar anggun cahaya bulan...
...Terbentang bagai sepi...
...Malam kian berlalu...
...Rangkai seribu bintang koyakkan sunyi...
...Sinar batas sepi...
...Larutkan langkah malam...
...Angkuh dinding hatimu...
...Runtuh segala anganku...
...Terbentang bagai sepi...
...🎵🎵🎵🎵🎵...
Dan berlanjut ke lagu yang kedua.
...🎵🎵🎵🎵🎵...
...HILANG...
...Gemuruh gelombang...
...Kupandang silih berganti...
...Kubentang, Kuterawang...
...Isi lembaran hari esok...
...Lihat senyum dan keindahanmu...
...Berubah misteri...
...Yang berjalan di darahku...
...Lihat senyum dan keindahanmu...
...Berubah misteri...
...Terbanglah dan jauh ke sana...
...Tinggalkan sayatan luka...
...Gemuruh gelombang...
...Kupandang silih berganti...
...Kubentang, Kuterawang...
...Isi lembaran hari esok...
...Kubentang kuterawang...
...Isi lembaran...
...(tipis semua hari esokku)...
...Isi lembaran...
...Laksana bertabur berjuta bintang...
__ADS_1
...Kuhirup bebas indahnya...
...Hidup ini tanpa sebuah janji...
...Kerinduan yang tlah lama hilang...
...🎵🎵🎵🎵🎵...
Pukul 08.30, Kiran telah selesai mencuci dan menjemur pakaiannya.
"Masih setengah jam, nggak apa-apalah. Jalan kaki saja sambil lihat suasana..!!" kata dalam hati Kirana.
Kiran pun mengambil tas dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar rumah.
Setelah menutup dan mengunci pintu rumah, Kiran melangkahkan kaki ke arah apotik.
Apotik yang dituju Kiran berada di deretan ruko-ruko.
Terdapat toko ponsel, toko roti, dan sebuah kantor untuk pemasaran produk kompor gas dan Blender.
Setelah menerima test pack dan beberapa obat dan vitamin, Kiran melangkahkan kakinya untuk pulang.
Saat melangkahkan kaki, Kiran melihat rombongan orang yang membawa kardus-kardus yang berisi kompor gas dan Blender.
Tanpa sengaja, kiran saat melihat sesosok laki-laki yang sangat di rindukannya.
"Mas Julian...!!" panggil dalam hati Kiran yang melihat sesosok laki-laki yang mirip dengan mendiang suaminya.
Kiran memandang terpaku laki-laki itu.
Tanpa di sadari, laki-laki itu menghampirinya.
"Maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya..?" tanya laki-laki itu pada Kiran.
"Oiya, maaf anda sangat mirip dengan mendiang suami saya..!!" kata Kirana yang terus terang.
"Betulkah..? boleh dong kita kenalan..?" tanya laki-laki itu pada Kiran.
"Oh, iya saya Kiran..!" kata Kiran sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Alfin, kerjaan saya ya..seperti ini. Sales Kompor..!!" kata laki-laki itu yang bernama Alfin.
"Ya nggak apa-apa, asalkan halal..!" kata Kirana.
"Alfin..! ayo berangkat sekarang..!!" kata seorang teman Alfin yang juga Sales Kompor.
"Iya, sebentar..!!" seru Alfin pada temannya itu.
"Oiya, ini nomor telepon saya. Kalau ada apa-apa hubungi saya ya..!!" ucap Alfin yang memberikan kartu namanya.
"Iya...! Daaa..!" balas Kiran yang telah menerima kartu nama Alfin itu, sambil melambaikan tangannya.
"Ya Allah..! senyumnya mirip sekali, ya walaupun lebih cakepan mas Julian sih..!" kata dalam hati Kiran sambil tersenyum tipis.
Kemudian dia memasukkan kartu nama Alfin dalam tasnya, dan Kiran pun melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah Ana.
...~Â¥~...
*Alhamdulillah...
Akhirnya setelah ganti judul, novel ini sudah di kontrak oleh NT.
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...