
Beberapa Jam kemudian, Mobil yang di kendarai Ana dan keluarganya telah sampai di rumah mereka di kota Solo.
"Alhamdulillah kita sampai dengan selamat..!" ucap pak Warso saat keluar dari mobil dan di ikuti Kiran, ibu Watik dan juga Ana.
"Iya..Lega sekali kalau sudah sampai di kampung halaman seperti ini...!!" seru ibu Watik seraya meregangkan kedua tangannya.
"Hmmm...sejuknya udara..!!" seru Kiran yang menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan.
Ana dan pak Warso mengangkut dan memindahkan barang-barangnya ke dalam rumah.
Setelah makan dan istirahat, mereka mulai merenovasi dan membersihkan rumah, karena akanada dua pernikahan yang di jadikan satu.
Ngunduh mantu ILO dan Helen, serta pernikahan Ana dan Agung Prasetya.
Walaupun sederhana tetap ada kesan mewah dan sakralnya.
...****...
Sebulan kemudian hari yang di nantikan, berlangsungnya dua pernikahan dan juga usia kandungan Kiran yang sudah waktu ya.
Pernikahan sudah di gelar dengan meriahnya, walaupun acara resepsi telah selesai, para tamu masih berdatangan.
Tiba-tiba semua pasang mata tertuju pada sebuah mobil mewah warna hitam yang terparkir diantara kendaraan para tamu pernikahan.
Keluarlah dua orang laki-laki beda usia, dan salah satunya kiran mengenalnya.
"Pak Syaiful..?" kiran yang sangat terkejut saat melihat salah satu laki-laki itu.
"Itu bukannya Pak Syaiful..? Direktur utama perusahaan sabun X yang berdampingan dengan perusahaan tempat kita bekerja..?" tanya Agung Prasetya yang memang mengenal pak Syaiful.
"I..ya, mau apa dia kemari..? siapa yang mengundang..?" jawab dan sekaligus tanya Ana saat melihat kedua laki-laki itu berjabat tangan dengan para among tamu.
"Beliau ayahnya Jack mbak, apa mungkin yang di sampingnya itu Jack...!!" seru Kiran yang terus memperhatikan laki-laki muda nan gagah, tampan dan berwibawa itu.
"Mohon ma'af jika kedatangan kami mengganggu. Saya Syaiful Ramadhan dan putra sulung saya...!!" jelas Syaiful seraya menunjuk pada laki-laki di sampingnya.
"Saya Muhamad Jaka Pratama, datang kemari untuk memenuhi janji saya beberapa bulan yang lalu..!" ucap laki-laki muda yang tak lain adalah Jack yang kini berpenampilan beda 180 derajat dari sebelumnya.
"Ja..jadi ka..kau benar putra pak Syaiful..!!" seru Ana yang sangat terkejut.
"Iya, dan Kiran sudah tahu semuanya." jawab Jack seraya melihat memandang Kiran yang kini jauh berbeda, karena perutnya yang sudah membesar.
Kiran hanya bisa menangis, antara bahagia dan kini merasakan perutnya yang mules tak tertahankan.
"Ibu...sa..sakit..!!" seru Kiran yang terus memegangi perutnya.
"Wes wayahe nduk..! Kiran mau melahirkan..!!" seru ibunda Kiran.
__ADS_1
Dan semua pun jadi heboh, akhirnya Kiran bersama ibunya naik mobil Jack bersama pak Syaiful menuju ke bidan persalinan terdekat.
Sedangkan yang lainnya melanjutkan acara pernikahan.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di bidan persalinan Bu Dibyo.
Kiran di bawa ke sebuah ruangan dan yang lainnya menunggu di ruang tunggu.
"Ya Allah berikanlah kelancaran dan kesehatan untuk putri dan cucuku yang akan lahir...!!" ucap dia ibunya Kiran.
"Aamiin, do'a yang terbaik untuk semuanya ya Bu...!!" kata Jack seraya memegang tangan calon ibu mertuanya itu.
Tak berapa lama terdengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring.
"Oeee......ooeee.....ooeee.....!!"
"Alhamdulillah..!!" ucap syukur ketiganya.
Tak berapa lama datang perawat yang membantu persalinan Kiran.
"Mohon ma'af, suami dari ibu Kiran bisa meng-Adzan-ni dedek bayinya..!!" seru perawat itu.
Ibunda Kiran pun menepuk bahu Jack dan berkata,
"Nak, tolong Adzan-ni cucuku. Kamu kan yang akan jadi bapaknya nanti. Kami merestuimu..!!" ucap ibunda Kiran sambil tersenyum pada Jack.
Jack pun membalas dengan senyum sumringah, dan bergegas dia masuk ke ruangan di mana Kiran terbaring dan bidan Dibyo yang menggendong bayi.
"Aamiin, terima kasih Bu..!!" balas Jack seraya menerima bayi Kiran.
Jack kemudian mengumandangkan Adzan di telinga kanan dan Iqomah di telinga kiri bayi Kiran.
"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya Kau pertemukan aku kembali pada Jack..!" kata Kiran dalam hati Kiran dengan penuh kelegaan.
Lega karena melahirkan secara normal, lancar dan sehat semua serta lega karena Jack ada di sampingnya.
"Ibu Kiran, coba ASI-nya sudah keluar apa belum? nanti di biasakan minum asi ya Bu..! biar dedek bayinya sehat, kuat dan cerdas..!!"kata bidan Dibyo.
"Iya Bu .!" jawab Kiran.
"Tokk...tokk...tokkk...!!"
"Boleh masuk Bu..!!" ijin ibunda Kiran yang sangat ingin bertemu putri dan cucu pertamanya itu.
"Boleh..boleh..silahkan Bu, tolong bantu ibu bayi agar bisa menyusui ya..!!"kata Bu bidan Dibyo pada ibu Watik.
"I..iya bu..!!" balas ibu Watik uang segera masuk dan menemui Kiran yang berbaring bersama bayinya.
"Rupanya Kiran sangat keletihan Bu, biarkan dia istirahat dulu..!" ucap Jack yang melihat Kiran tertidur pulas.
__ADS_1
"Iya, bayinya ganteng banget..! mirip Julian..!!" seru ibu Kiran saat melihat cucunya yang tertidur di samping Kiran.
"Dan semoga dia menjadi anak yang kuat seperti ibunya..! Aamiin..!!" ucap Jack, memandang Kiran yang tertidur pulas.
Tak berapa lama, Kiran bangun dan mulai belajar menyusui bayinya.
"Hmm...hmmm..!! Jack.. bisa persi sebentar..?" pinta Kiran pada Jack, karena dirinya akan menyusui bayinya.
"I..iya..iya aku akan keluar...! dedek bayi yang banyak ya minumnya, biar kenyang..!!" kata Jack seraya mencium kening bayi Kiran yang mulutya mulai bereaksi celamitan minta minum.
"Iya papa Jack..!!" ucap Kiran menirukan suara anak kecil.
Ibu Watik pun tersenyum melihat polah tingkah Kiran dan Jack.
Setelah Jack keluar, Kiran mulai belajar menyusui.
Dan Jack menemui ayahnya yang duduk di ruang tunggu sambil nonton televisi.
"Kenapa keluar..?" tanya pak Syaiful saat Jack duduk di sampingnya.
"Kiran sedang menyusui Yah .!!" jawab Jack yang duduk dengan posisi membuatnya rileks.
...****...
Sehari kemudian, Kiran sudah di perbolehkan pulang.
Dan kembali mengendarai mobil milik Jack.
Sesampainya di rumah orang tua Kiran, terlihat masih banyak oran yang berkemas-kemas membereskan sisa-sisa acara pernikahan.
Mereka di sambut bahagia oleh semua keluarga, karena keluarga dari Agung Prasetya dan Helen masih tinggal di rumah pak Warso.
Karena mereka sekalian menunggu datangnya malaikat kecil dari rahim Kiran.
Dan kini semuanya berkumpul di ruang tamu, saling bertukar cerita dan informasi.
Makanan kecil dan minuman tak ketinggalan diantara mereka.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1
.