Love In Underground

Love In Underground
Janji Jack


__ADS_3

Saat berada di teras, tanpa sengaja Jack dan Kiran mendengar pembicaraan dari dalam rumah.


"Aku tidak suka Kiran bersama si Jack, dia sepertinya orang yang urakan begitu...!!" ucap ibunda Kiran seraya mengambil makanan ringan di atas meja.


"Iya, apalagi dia cuma pengusaha warung kopi, duda beranak satu lagi. Kiran kan sebentar lagi juga punya anak, apa bisa membiayai semuanya..! Bisa-bisa Kiran yang bekerja dan dia yang momong anak nantinya..!!" ucap Ayah Kiran menambahi.


"Ibunda, Ayah..terlepas dari masalah finansial dan penampilan, yang jelas Si Jack telah berkali-kali menolong Kiran dari orang-orang jahat..!" pendapat Ana yang sedikit


"Kami tetap tidak setuju..! iya kan Bun..!" seru Bapaknya Kiran yang meminta dukungan pada istrinya.


"Iya, Ibunda juga tidak suka dengan laki-laki gondrong seperti itu..!!" seru Ibundanya Kiran.


Sementara itu Kiran dan Jack yang berada di teras depan rumah, mendengarkan semua pembicaraan kedua orang tua dan kakak-kakaknya.


Kiran membalikkan badannya menghadap ke arah Jack, dan dia menatap mata Jack dengan berkaca-kaca.


"Jack...! orang tuaku tak menginginkanmu..!" bisik Kiran yang kini air matanya berjatuhan.


"Sssst..! kita hadapi bersama, Ok..!!" ucap Jack seraya menyeka air mata Kiran.


Kiran pun menganggukan kepalanya dan menerima tangannya di gandeng oleh Jack.


"Tokk...tokk...tokk..!!"


"Assalamu'alaikum...! permisi saya kembali mau mengambil kunci saya yang tertinggal..!!" salam dan penjelasan Jack, yang mampu membuat semua orang yang ada di ruang tamu itu menoleh pada sosok Jack.


"Wa'alaikumsalam...!" jawab semuanya kompak dan dengan perasaan berkecamuk tak kala melihat Kiran yang di gandeng Jack terisak, menangis.


"Jack, apa kalian mendengar yang kami bicarakan tadi..?" tanya Ana yang merasa bersalah.


"Iya mbak Ana, kami mendengarkannya dengan sangat jelas sekali...!" kata Jack seraya mengambil kunci motornya yang berada di atas meja.


"Baguslah, sebaiknya kamu menjauhlah dari Kiran sekarang juga..!!" seru Ayahnya Kiran yang bernama Warso dan Ibunda Kiran yang bernama Watik.


Jack tiba-tiba menghampiri Pak Warso dan memegang tangan lalu berlutut tepat di hadapan pak Warso.


"Ayah, saya janji..saya akan jaga putri anda sepenuh hati. Bila baiklah, akan saya usahakan untuk merubah penampilan..!" ucap Jack dengan memohon.


"Baiklah sampai batas waktu Kiran melahirkan, kau harus punya pekerjaan yang layak dan penampilanmu juga harus berbeda dari sekarang..!!" seru Pak Warso pada Jack, yang hatinya sedikit melunak melihat ketulusan Jack.


"Oiya, jika kamu tak ada perubahan juga, siap-siap Kiran ayah jodohkan sama putra sahabat Ayah. Yang sudah buka Wira usaha sendiri di bidang pakan ternak dan pupuk organik di kampung." ucap pak Warso yang sedikit ancaman.

__ADS_1


"Saya mengerti, jangan khawatir pak..! saya akan berjuang demi putri bapak..!" kata Jack yang kemudian bangkit dari berlututnya dan menemui Kiran yang masih terus terisak.


"Jack..hiks....hiks...!!" panggil Kiran yang masih terisak.


"Hei wanita hamil dilarang bersedih, kasihan dedek bayinya. nanti ikut nangis jadinya..!" kata Jack yang mengusap kembali air mata Kiran dengan sedikit senyum yang menutupi luka perih di hatinya.


Jack menuntun Kiran untuk duduk di kursi yang ada di teras depan rumah.


"Kiran, jangan khawatir ya..! beri Jack senyum yang termanis , agak si Jack ini semangat dalam memperjuangkan cinta kita..! senyum ya, sekali.... saja. Nggak apa-apa kan..?" bujuk rayu Jack yang berhasil membuat Kiran tersenyum.


"Iya Jack....!" ucap Kiran yang mengulas senyumnya.


"Nah begitu kan cantik .! Iya kan dedek, mama cantik kalau tersenyum..?!" ucap Jack seraya berjongkok di hadapan Kiran dan menatap perut Kiran yang sudah kelihatan sedikit membulat, seolah bebicara dengan janin yang ada di perut Kiran.


"Iya mama cantik kalau tersenyum...!!" ucap Jack dengan menirukan suara Aya putrinya.


"Jaaack....kamu berhasil buat aku tersenyum. Makasih ya..!!" ucap Kiran yang menyeka air matanya.


"Sama-sama, Jack juga terima kasih telah tersenyum untuk Jack..!" balas Jack yang kemudian bangkit dari duduknya.


"Iya Jack..!" kata Kiran.


"Iya papa Jack, hati-hati di jalan, jangan ngebut...!!" ucap pesan Kiran yang mengulas senyumnya.


"Daa.. Kiran cantik, daa..Dedek manis..! Assalamu'alaikum..!" ucap salam Jack seraya melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam..daa.. Jack..!!" balas Kiran yang juga melambaikan tangannya.


Setelah Jack menghilang dari pandangan, Kiran masuk kedalam rumah.


"Kiran, maaf kalau ayah dan bunda sedikit keras. Maksud kami agar kamu nggak di sepelekan lelaki."kaya ibunda Watik seraya memeluk Kiran.


"Iya bunda, Kiran mau sholat Isya' setelah itu saya mau Kiran mau istirahat..?" kata Kiran yang kemudian berlalu menuju ke kamar mandi.


"Apa kalian yakin, kalau si Jack itu akan memenuhi janjinya?" tanya ibu Watik yang penasaran.


"Kalau dia berubah, mungkin dia jodoh Kiran. kita lihat saja besok Bu..! "kata ILO yang sedari tadi berdiam diri.


...****...


Sementara itu Jack yang mengendarai sepeda motornya dengan pereasaan tak karuan.

__ADS_1


Tiba di samping warung kopinya,dia segera memasukan sepedA motornya kedalam warung kopi dan menutup kembali pintu warung kopinya.


Namun tiba-tiba ada dua orang yang datang dan memaksa untuk masuk.


"Pergi kalian...! aku sudah tak mau lagi dengan barang haram itu..! pergi kalian..!" seru Jack pada kedua teman lamanya itu yang membawa bungkusan plastik yang berisi tiga botol minuman keras.


"Ayolah Jack, kita pesta malam ini. Mumpung aku dapat undian kemarin.,!!" ucap teman lama jack yang satu.


"Sudah aku bilang, aku tak mau menyentuh itu lagi..! pergi kalian..!!"seru Jack dengan kesalnya.


Kedua laki-laki itu bukannya pergi setelah di bentak Jack, mereka malah duduk dan membuka bungkusannya itu dan menaruh tiga botol yang nampak menggoda itu di atas meja.


Jack menelan ludahnya dan ada terbesit rasa ingin merasakan kembali minuman itu, karena saat ini dia merasa membutuhkan minuman itu.


Untuk melepas sementara beban berat yang saat ini menderanya.


Ketika hendak mengambil botol itu, bayangan putri cantik dan keluarganya ada matanya, dan muncul bayangan Kiran dan keluaga Kiran.


"Aku sudah janji pada diriku sendiri dan juga janjiku pada Kiran, aku tidak boleh menyentuh barang haram itu lagi,...!" kata dalam hati si Jack,


"Jack...! ayo, apa kamu nggak sayang jika satu botol ini terbuang percuma..?"kata salah satu teman lama Jack yang terus memaksa Jack.


"Braakkk....!!"


Jack menggebrak meja di depannya.


"Pergi.,..!! aku tidak butuh kalian...! Pergi sekarang juga..!!" teriak Jack dan berhasil membuat teman kabur secara tunggang langgang keluar dari warung kopi.


Jack pun tersenyum lega dan menutup dan bkembali pintu warung kopinya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2