Love In Underground

Love In Underground
Kemarahan sang Ibu dan pesona Banyu Biru


__ADS_3

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang telah menunggu mereka sejak tadi.


"I..ibu..!" panggil Jack saat mengetahui siapa yang sedang menunggunya.


Kemudian Jack dan Kiran mencium punggung tangan ibu Ida bergantian.


"Jack..!! sini kamu..!" ucap ibu Ida pada putra sulungnya itu.


"Ada apa Bu..??" tanya Jack.


Ibu Ida tidak langsung menjawab, melainkan menarik telinga putra sulungnya itu.


"Aaaduh...duh....! ibu...!! sakit Bu..!!" rintih Jack yang pura-pura kesakitan.


Semula Kiran terkejut, namun akhirnya dia tertawa.


"Dasar anak tak tahu diri..! kamu bawa nak Kiran ke mana saja sampai Maghrib begini..??" tanya ibu Ida yang sudah melepaskan tangannya dari telinga Jack.


"Maaf Bu, hanya melihat matahari terbenam di danau belakang rumah saja..!" jawab Jack yang mengusap telinganya yang memerah.


"Kamu itu lupa atau bagaimana sih..? kan tahu nak Kiran itu sedang hamil..! keluar rumah kok sampai waktu sholat Maghrib..!!" seru ibu Ida dengan nada gemas.


"Jack minta maaf Bu, tapi disambung nanti ya Bu..! kita sholat Maghrib dulu..!!" ucap Jack seraya menangkupkan telapak tangannya di depan dadanya.


"Oiya, ayo nak Kiran kita sholat Maghrib dulu..!!" ucap ibu Ida yang kemudian menggandeng Kiran masuk ke rumah.


"Eh iya Bu..!" kata Kiran yang ingin tertawa tapi takut dosa.


Setelah membersihkan diri dan berwudlu, Kiran melangkahkan kakinya menuju ke musholla keluarga Jack.


Dan saat di musholla, ternyata semuanya telah menunggu Kiran.


Dan semuanya pun sholat Maghrib berjama'ah, dengan Jack sebagai imamnya.


Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai menunaikan sholat Maghrib.


Disaat semua hendak meninggalkan musholla, Ibu Ida memanggil Jack dan Kiran untuk duduk di depannya.


"Jack..Kiran..!! kemari..!!" panggi ibu Ida sehabis melipat mukenanya.


"Ada apa Bu.." jawab Jack yang duduk bersila di depan ibundanya demikian pula dengan Kiran.


"Jack..besok jangan ulangi lagi ya, ibu tak mau terjadi sesuatu dengan kandungan Kiran..." ucap ibu Ida yang nadanya sudah tak meninggi lagi.


"Iya Bu, Jack janji tak akan mengulanginya lagi.." kata Jack sambil menundukkan kepalanya.


Dari situ Kiran mengambil kesimpulan, boleh tampang dan penampilan Underground. Tapi hatinya tetap laki-laki yang Sholeh, penyayang dan bertanggung jawab.


"Jack...! Aku semakin mencintaimu..!" ucap Kiran dalam hati dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu mau balik ke Sidoarjo kapan..?" tanya ibu Ida pada Jack.

__ADS_1


"Besok siang Bu, mau ajak Kiran dan Atun ke Banyu biru..!" kata Jack pada ibunya.


"Baiklah, tapi ingat saat di banyu biru nanti kalian jangan mandi atau berenang, mengerti..?" pesan Ibu Jack.


"Baik Bu.,;" balas Jack seraya mencium punggung tangan ibunya.


Adzan Isya pun berkumandang, merekapun segera menunaikan sholat isya berjama'ah.


Dan tak berapa lama, mereka menuju ke peraduan masing-masing.


...****...


Pagi harinya setelah sarapan, Jack mengadakan piknik bersama dengan keluarganya.


"kita mau kemana sih cak?" tanya Ahmad seraya membuka pintu mobil yang akan mereka gunakan.


"Nanti juga tahu..!!" ucap Jack saat memakai sabuk pengamannya seraya tersenyum.


"Jack, bawanya pelan-pelan saja ya. Jangan ngebut.,!" pesan ibu ida yang khawatir.


"Iya Bu.,..! semua sudah siap..!!" jawab sekaligus seru Jack.


"Sudah..!!" jawab semuanya bersamaan.


Jack pun melajukan minibus milik ayahnya Syaiful yang sengaja dia tinggalkan di rumah.


Sedangkan yang pak Syaiful bawa mobil sedan keluaran terbarunya.


Mereka menikmati perjalanan sambil bersendau-gurau.


"Cak, ke Banyu biru ya..?" ucap Ahmad saat mengetahui lokasi yang di tujunya.


"Iya, kita sering kesini dulu sama Ayah. Sebelum caca' Nikah..!!" ucap Jack yang mengenang masa lalu keluarga mereka.


"Banyu biru itu tempat apa sih..? aku sering dengar, tapi masih simpang siur..!" ucap Atun sambil melihat keluar jendela mobil.


"Pemandian Banyu Biru adalah sebuah tempat wisata renang alam yang terletak di desa Sumber rejo  kecamatan  Winongan, Pasuruhan. Tempat wisata ini memiliki 4 kolam renang. Dua di antaranya adalah kolam yang airnya dari sumber alam, berwarna jernih agak kebiru-biruan karena dalamnya. Itu sebabnya tempat tersebut dinamai "Banyu Biru", "air biru" dalam bahasa Jawa. Dulu kolam ini disebut "Telaga Wilis" jelas Jack.


"Di Banyu Biru juga terdapat kolam renang buatan dan sarana seperti tempat bermain, panggung, lapangan tenis, stand pameran dan kolam ikan." kata Zulaikha menambahi.


" Dan di tiap hari Jumat Legi  dalam pasaran Jawa, pengunjung datang ke Banyu Biru untuk mandi dalam kolam. Menurut dongeng, siapa pun yang mandi di kolam ini akan awet muda lho Nak Kiran dan Nak Atun..!!" Ibu Ida yang ikut menambahi.


"Hmm...begitu ya..?" ucap Kiran yang tambah informasinya.


" Kolam di Banyu Biru juga dihuni oleh banyak ikan sejenis wader yang disebut dengan nama lokal "ikan sengkaring"; konon ikan ini dapat mencapai panjang lebih dari 1 meter..." Ahmad yang ikut menambahi.


Kiran dan Atun menganggukkan kepala tanda mengerti.


Tak berapa lama, Jack menepikan mobilnya dan berhenti untuk parkir.


Setelah itu mereka pun masuk ke pemandian Banyu biru itu.

__ADS_1




Kiran dan Atun melihat ke sekitar dan membaca beberapa informasi tentang pemandian Banyu biru itu.


Sejarah pemandian banyu biru ini tidak lepas dari serpihan peninggalan Majapahit dengan cerita turun temurun dan fragmen candi yang bisa di jumpai di pemandian Banyu biru.


Terdapat beberapa patung atau arca yang dikumpulkan di sudut pemandian. 


Pada tahun 1929 arca-arca ini sudah diidentifikasi oleh arkeolog asal Belanda. Peninggalan yang paling menarik adalah "KALA" yang merupakan bagian dari struktur candi. Konon, pemandian banyu biru merupakan pemandian kuno yang pernah dikunjungi oleh "Hayan Waruk" saat dalam perjalanan menuju Lumajang.


Itulah sebagian informasi yang di baca Kiran dan Atun.


"Yang jelas ayo kita nikmati liburan kita..!!" ucap Jack semangat.


"Iya...!" jawab Kiran.


Zulaikha, Atun dan Ahmad dengan berenang, itulah cara mereka menikmati liburan di Pemandian Banyu biru.


Sementara ibu Ida duduk bersama Aya tak jauh dari ketiganya yang berenang dengan menggelar tikar.


Sedangkan Jack mengajak Kiran untuk jalan-jalan melihat keindahan lainnya di lokasi pemandian Banyu biru tersebut.


"Ran...! kapan-kapan aku juga ingin lihat tempat wisata di tempat kamu..!!" ucap Jack yang tak lepaskan pandangannya dari Kiran.


"Tentu saja Jack..!!" balas Kiran sembari tersenyum.


"Yuk kita gabung dengan yang lain..!" ajak Jack karena cukup lama meninggalkan keluarganya.


"Ayo..." jawab Kiran dan mereka melangkahkan kaki mereka kembali ke lokasi di mana ibu Ida dan Aya berada.


Matahari sudah meninggi, dan mereka pun meninggalkan pemandian Banyu Biru.


Dengan kecepatan sedang, mobil yang di kemudikan Jack melintas di jalan raya yang mengarah ke rumah yang di huni keluarganya.


Tak berapa lama, mobil itu masuk ke sebuah rumah paling mewah di sekitar tempat itu dan terparkir rapi di halaman rumah.


...~¥~...


...*Kisah ini terinspirasi dari kisah sahabat author, Mas Nur yang berdomisili di kota Pasuruhan. Yang pernah mengajak Author dan sahabat author lainnya ke pemandian Banyu Biru Pasuruhan....


...(Jadi kangen ingin kesana lagi, he..he..)...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2