Love In Underground

Love In Underground
Usaha Menyelamatkan Kiran


__ADS_3

Sementara itu Atun saat ini bersama Rosida, dia dua kali menerima share lokasi dari Kiran.


"Da, ini dimana ya..? Gang Mawar..?" tanya Atun pada Rosida.


"Itu tempatnya kupu-kupu malam..! memang kenapa..?" tanya Rosida penasaran.


"Gawat, Alfin membawa Kiran ke sana..!! aku segera memberi tahu Gilang dan Jack...!!" seru Atun yang kemudian mencari nama Gilang di kontak ponselnya.


"Apa..! Alfin sampai segitunya..? keterlaluan..! Kiran sih di bilangin nggak percaya..!! Alfin itu orang nggak beres..!!" gerutu Rosida yang kemudian mengepalkan kedua telapak tangannya.


Atun menelepon Gilang saat sudah menemukan nama dan nomor Gilang.


...📞📞📞📞📞...


Gilang


"Assalamu'alaikum..!"


^^^Atun^^^


^^^"Wa'alaikumsalam..! Gilang..! apa bisa ke sini sekarang?"^^^


Gilang


"Bisa, kebetulan Andy tadi bantu ngantar pesanan..! memangnya ada apa..?"


^^^Atun^^^


^^^"Gilang...! Kiran sepertinya dalam bahaya..!"^^^


Gilang


"Bahaya..? bagaimana ceritanya..?"


^^^Atun^^^


^^^"Nanti aku ceritakan..! cepatlah kemari..!!"^^^


Gilang


"Baik...! aku on the way..!!"


^^^Atun^^^


^^^"Assalamu'alaikum..!"^^^


Gilang


"Wa'alaikumsalam..!"


...📞📞📞📞📞...


"Da...! aku cari Kiran dulu ya..!" pamit Atun yang kemudian menuju kamarnya untuk mengambil tas dan kemudian menutup dan mengunci kamarnya.


"Hati-hati ya Tun..! semoga tak terjadi apa-apa pada Kiran..!!" seru Rosida saat Atun melewatinya.


"Aamiin..! Assalamu'alaikum..!!" salam pamit Atun.


"Wa'alaikumsalam .!!" balas Rosida, dan Atun segera menuruni tangga dan berjalan keluar dari tempat kosnya.


Setelah keluar dari tempat kos, Atun segera melangkahkan kakinya menuju ke warung kopi tempat si Jack.


"Assalamu'alaikum..!" salam Atun saat mendekat ke warung kopi itu.


"Wa'alaikumsalam..!!" jawab seseorang dari dalam yang kemudian dia keluar dan menghampiri Atun.


"Ada apa tun..? tadi kan habis beli nasi..? sekarang mau apa lagi..?" tanya seseorang itu yang tak lain si Jack yang habis sholat Maghrib.

__ADS_1


"Jack..! Kiran dalam bahaya..!!" seru Atun yang kemudian membuka ponselnya dan memberitahukan lokasi terkini sahabatnya itu.


"Kiran ada di gang mawar..? siapa yang membawanya ke sana..?" tanya Jack geram.


"Alfin..!! tadi sepulang kerja, dia menjemput Kiran. Awalnya Kiran tidak mau, tapi Alfin terus membujuk kiran..!!" seru Atun yang sangat cemas.


"Kamu sedang nunggu siapa..?" tanya Jack pada Atun yang dilihatnya masih memegang ponsel dan seperti menunggu kabar dari seseorang.


"Gilang, aku nunggu Gilang..!!" jawab Atun yang tak berapa lama Gilang datang dengan membawa sepeda motor yang tadi di pakai Andy saat mengantar pesanan di counter handphone .


"Assalamu'alaikum...!!" salam Gilang yang kemudian melepas helmnya.


"Wa'alaikumsalam..!" jawab Atun dan Jack bersamaan.


"Andy tadi bilang sempat ketemu Kiran di counter handphone..!!" ucap Gilang yang memberitahukan kabar dari Andy.


"Iya, Kiran juga sempat share lokasi di sebuah counter handphone. Hanya yang terakhir dia share lokasi di Gang Mawar..!" kata Atun yang tetap dengan rasa cemasnya.


"Apa gang Mawar..!!" seru Jack dan Gilang bersamaan.


"Kita harus cepat kesana..!" seru Jack yang kemudian dia menuju ke sepeda motornya.


"Atun..! coba kamu cari nomer om Ari, dan beritahukan kalau Kiran ada di gang mawar dan sekarang dalam bahaya..!!" seru Gilang yang menyerahkan ponselnya pada Atun yang sedang memakai helmnya.


"Siapa om Ari..?!" tanya Atun saat Gilang sudah menyalakan sepeda motornya.


"Adik om Dani, seorang polisi bagian kriminal..!!" jawab Gilang dan Atun sudah duduk di belakangnya.


"Oh..ok..!!" ucap Atun yang segera mencari nomor Om Ari sesuai arahan Gilang.


Dua sepeda motor itu secara beriringan menuju ke gang mawar sesuai petunjuk dari Kiran.


Kurang lebih setengah jam perjalanan, mereka telah sampai di depan gang Mawar.


Dalam perjalanan masuk ke dalam gang Mawar itu, Atun sempat melihat ada Kiran, namun Atun tidak sadar kalau itu Kiran.


Sepeda motor Si Jack berhenti di persimpangan jalan dan Gilang ikut memberhentikan sepeda motornya.


Atun turun dari sepeda motor ya dan melihat sekelilingnya , banyak wanita yang memakai pakaian seksi.


"Jack..! ada apa..?" tanya Gilang saat turun dari sepeda motornya dan dia menghampiri si Jack.


"Aku lihat Alfin di antara para preman itu..!!" seru Jack yang kemudian berlari menghampiri Alfin.


Sementara itu Gilang memberikan kunci motornya pada Atun.


"Kalau situasi tak memungkinkan, cepat kabur. Dan cari bantuan..!!" ucap Gilang sambil menggenggam tangan Atun.


"Ba..baik..! kamu hati-hati ya..!!" balas Atun yang menatap Gilang.


"Ya...!" jawab Gilang di barengi dengan anggukan kepalanya.


Gilang masih di tempat, dia mengamati situasi yang akan terjadi.


Sementara itu si Jack yang berlari menghampiri Alfin, sudah berada di depan laki-laki bernama Alfin itu.


"Alfin...apa kabarmu..?" sapa Jack pada Alfin.


"Kau..baik aku baik saja!" jawab Alfin sedikit gugup.


"Di mana Kiran..?" tanya Jack yang menatap Alfin tajam.


"A..apa..?" Alfin yang pura-pura tak mendengar.


"Aku bilang, di mana Kiran...!!" seru Jack yang geram.


"A..aku tidak bersamanya..!!" jawab Alfin dengan gugup.

__ADS_1


"Bullshit...!! Kiran mengirim lokasi kalau dia di sini..!!" seru Jack yang meraih kerah depan baju Alfin.


Hal ini membuat anak buah madam Mawar sedikit bereaksi.


"I..iya tadi dia di sini..! tapi sekarang dia menghilang. Kami juga mencari dia saat ini..!!" balas Alfin yang semakin gugup.


"Buat apa kau membawa Kiran kemari ha..!!" seru Jack yang masih menarik kerah baju Alfin dengan sedikit mengangkat tubuh Alfin.


"Iya karena gadis itu akan jadi primadona di sini, dan Doku mengalir padanya..!!" kata laki-laki yang bergaya kewanitaan itu sambil menunjuk ke arah Alfin.


"Apa...! kau menjual Kiran..! kurang ajar....! B*ngs****t...!!" umpat Jack yang geram seraya mendorong kuat Alfin sampai jatuh terduduk.


"Brugh ..!!"


"Aaaugh...!!"


Alfin mengerang kesakitan.


Dengan gerak cepat, anak buah madam mawar yang sedari tadi diam, kini bereaksi.


Mereka mengepung Jack dan bersiap menghajar Jack.


"Demi Kiran..! aku hajar kalian, majulah..!!" ucap Jack dengan jari tangan kanannya memberi kode agar lawanya untuk maju.


"Beh...! sombong sekali kau..!!" seru salah satu anak buah Madam Mawar yang bersiap melawan Jack.


Enam orang telah mengepung si Jack. Dan Jack yang sudah siap siaga.


"Majuu...!" perintah salah satu anak buah Madam mawar yang diikuti dua orang maju menyerang Si Jack.


"Bagh..!!"


"Bugh ...!!"


"Bagh..!!"


"Bugh ...!!"


"Bagh..!!"


"Bugh ...!!"


"Aaagh...!!"


Perkelahian yang tak seimbang itu pun tak terhindarkan.


Satu dan dua orang bisa di kalahkan oleh Jack.


Namun beberapa menit kemudian, Jack yang tesudut.


"Aaaugh.....! aaugh...!!"


Dua pukulan mengenai pipi kiri dan bagian perut Jack.


Darah segar mengalir di sudut bibirnya, dengan cepat Jack menyeka darah di sudut bibirnya itu.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2