
Jack mengangkat tubuh ayahnya yang sedang berlutut dan kemudian memeluk ayahnya dengan erat.
"Ambil hikmah dari apa yang terjadi. Jack kalau kamu tidak berpisah dengan Sulima, apa mungkin kamu akan mendirikan warung kopi..? dan apa mungkin kamu bisa bertemu denganku..? Aku juga berusaha mengambil hikmah dari apa yang terjadi padaku. Andai Julian masih hidup, aku juga belum tentu mau denganmu Jack..! Ikhlaskan semua yang terjadi, yang terpenting apa yang terbaik untuk masa depan kita, semua sudah di gariskan oleh-Nya." nasehat Kiran yang membuat Jack kini lebih tenang dan berusaha menerima kenyataan.
"Hai kamu..! kemari...!!" seru Sulima yang menarik lengan Kiran dan menggeser agak menjauh dari Jack dan Pak Syaiful.
"Aaaghh....!! Lepas...!!" seru Kiran yang merasakan cengkraman Sulima yang begitu erat dan membekas.
"Sulima...!! apa yang kau lakukan.!!" seru Jack yang khawatir akan kondisi Kiran.
Jack pun mengejar Sulima yang menarik lengan Kiran.
"Kau siapa..? berani-beraninya masuk dalam keluargaku..! jangan coba ambil Aya dariku..!!" seru Sulima dengan geram.
"Aku bukan siapa-siapa, aku hanya seorang wanita yang ingin mempunyai pendamping tanpa harus menyakiti hati wanita lain..!!" jelas Kiran dengan lantang.
Mendengar apa yang di katakan wanita di depannya itu, seakan kata-kata itu ditujukan pada dirinya. Dan itu sangat menyayat hati Sulima.
"Kau...! dasar wanita....!!" seru Sulima yang akan melayangkan tangannya, ke arah pipi Kiran.
Namun dengan cepat Jack menangkap tangan Sulima yang mantan istrinya itu, ketika hendak melayangkan tangannya ke pipi kekasihnya Kiran.
"Wanita apa..? katakan apa yang akan kamu katakan pada Kiran..!!" seru Jack dengan nada tinggi.
"Hah...awas kau...!!" ancam Sulima yang kemudian melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Jack.
Sulima berlari meninggalkan Jack, Kiran dan juga Syaiful dengan isakan tangisnya.
"Kiran, kamu tak apa-apa..??" tanya Jack pada Kiran yang sedikit shock.
"Tidak..aku tidak apa-apa Jack..!!" ucap Kiran yang sedikit melegakan hati kekasihnya itu.
"Nak, maafkan Sulima..! Ayah menyesal menikahi dia, sekarang ayah tahu seperti apa sifat dan tingkah lakunya. Dia hanya ingin harta Ayah saja..!!" ucap Pak Syaiful dengan penyesalan.
"Iya pak, saya mengerti..!" jawab Kiran dengan sedikit mengulas senyumnya.
"Ayah, apa Ayah mau ketemu Zulaikha sama Ahmad..?" tanya Jack pada Ayahnya.
"Iya, Ayah ingin bertemu mereka. Ayah rindu sekali pada kedua adikmu itu...!" kata Pak Syaiful dengan penuh semangat.
"Baiklah, ayo Yah .!!" ucap Jack yang kemudian menggandeng ayahnya dengan tangan sebelah kanan.
"Oiya..!!" balas pak Syaiful yang sedikit gugup karena akan bertemu kedua adik Jack.
"Ayo Ran..!!" ajak Jack dengan menggandeng Kiran dengan tangan sebelah kirinya.
"Eh iya Jack..!" balas Kiran yang menerima uluran tangan Jack.
__ADS_1
Ketiganya melangkahkan kakinya menuju ke meja di mana keluarga Jack berada dan sedang menyantap hidangan dari acara pernikahan Kodok.
"Assalamu'alaikum.!!" ucap salam pak Syaiful saat menghampiri meja Bu Ida, Zulaikha , Ahmad, Atun dan Aya.
Kelima orang itu menoleh dan serempak menjawab,
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh..!"
"Ayah..! Cak..kenapa bawa Ayah kemari..!" seru Zulaikha yang tidak suka dan tetap duduk di kursinya.
Kiran kemudian melangkahkan kakinya untuk duduk di samping sahabatnya Atun.
Dan Atun memberikan kursi pada Sahabatnya itu.
"Zulaikha, Ahmad.. dengarkan penjelasan ayah dulu..! kemarilah kalian..!" ucap Jack yang menyuruh kedua adiknya mendekat.
Dengan langkah berat, Zulaikha dan Ahmad pun menghampiri Jack kakak sulung mereka.
"Zulaikha, Ahmad..Ayah minta ma'af..! Ayah salah pada kalian..! Maukah kalian mema'afkan Ayah..?" ucap pak Syaiful dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Caca' harap kalian mau mema'afkan Ayah. Karena tak ada yang namanya bekas Ayah, dan setiap manusia pasti ada khilafnya. Rasulullah mengajarkan kita untuk saling memaafkan, jadi belajarlah untuk memaafkan Ayah kita, kalian mau kan mema'afkan Ayah..?" nasehat sekaligus tanya Jack.
"I..iya cak..!!" ucap Zulaikha dan Ahmad bersamaan.
Zulaikha melangkahkan kakinya menghampiri pak Syaiful, dan kemudian memeluk erat Ayahnya.
Masih ada rasa kangen diantara kemarahan mereka.
Tak berapa lama tangis yang berderai, dan suasana menjadi mengharu biru.
Kiran dan Atun pun sesekali menyeka air mata mereka. Dan juga bu Ida yang memangku Aya.
"Ayah minta maaf nak..!!" ucap pak Syaiful dengan suara paraunya.
"Iya Yah, kami juga minta ma'af sempat marah sama Ayah." kata Ahmad yang dalam pelukan mereka.
"Aya, Aya peluk kakek ya...!!" ucap Bu Ida pada Aya yang memperhatikan Om dan tantenya memeluk seorang lelaki tua di depannya.
Pak Syaiful pun melepaskan pelukannya pada kedua putra dan putrinya.
Dia menghampiri ibu Ida dan juga Aya.
"Zubaidah...maafkan aku..!!" kata Pak Syaiful pada mantan istrinya.
"Aku sudah memaafkanmu sejak dulu pak..! Semoga apa yang terjadi bisa membuat pembelajaran buat kita semua..!!" kata ibu Ida.
Pak Syaiful hendak memeluk mantan istrinya itu, namun ditolak oleh ibu Ida.
__ADS_1
"Maaf Pak, kita bukan lagi muhrim..!" kata ibu Ida seraya menangkupkan kedua telapak tangannya.
Dan pak Syaiful pun memahaminya.
"Aya sama kakek ya..!" kata ibu Ida yang meminta Aya untuk ikut kakeknya.
Awalnya Aya tak mau, namun akhirnya mau juga.
Syaiful pun memeluk dan menciumi cucu pertamAnya itu, dan Aya tertawa geli karenanya.
Suasana pun kembali menghangat, dan mereka pun melanjutkan acara makan mereka.
Dan semua tamu undangan yang melihat drama keluarga pak Syaiful itupun ikut terharu.
Berbanding terbalik dengan keadaan Sulima yang berada di kamar mandi, berkali-kali dia mencuci mukanya.
Agar tak ada lagi air matanya yang keluar, namun tetap saja air matanya jatuh membasahi pipinya.
"Aku mengharapkan mendapat laki-laki kaya, agar hidupku lebih baik..! nyatanya selama ini aku hanya di nikahi Siri..! dan sekarang suamiku kembali pada keluarganya..!" racau Sulima yang penuh penyesalan.
"Sedangkan aku disini, seperti loser...! tak ada suami dan tak ada anak..!! Aaaagh... kenapa ini terjadi padaku....!! brengs***k semuanya...!!" racauan dan umpatan keluar dari bibir merah Sulima.
"Tokk...tokk....tokk....!!"
"Ning...ning Sulima, Ning tidak apa-apa kan..??" tanya seseorang dari luar pintu kamar mandi.
Sulima pun tersadar dari emosinya, dan dia pun membuka pintu kamar mandi tersebut.
"Aku tidak apa-apa Fiah..!" jawab Sulima saat membuka pintu kamar mandi tersebut.
"Makanya Ning..! jangan suka main api, sekarang Ning yang terkena sendiri akibatnya..!" ucap Fiah panggilan dari Rufiah, Istri Kodok yang sedang istirahat sebentar dan akan berganti gaun pengantin lagi.
"Iya .iya..! Ning tahu..!" ucap Sulima yang sedikit kesal dan meninggalkan Rufiah yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah saudara sepupunya itu.
Sulima tanpa sengaja melihat kemesraan dan kehangatan mantan keluarganya dari kejauhan.
"Andai aku tak melakukan kesalahan, aku ada diantara mereka saat ini...!!" kata dalam hati Sulima dengan rasa penyesalannya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...