Love In Underground

Love In Underground
Antara Kabag Produksi dan pimpinan HRD


__ADS_3

Seperti biasa setelah Check clock (absen), kedua perempuan itu menuju ke bagian mereka masing-masing.


"Kiran, tadi pak Agung nyariin kamu..!" kata Mila saat Kiran baru masuk ke ruangannya.


"Ada apa ya..?" tanya Kiran penasaran.


"Nggak tahu .! coba saja ke ruangannya. Siapa tahu penting." kata Mila.


"Baiklah..!" jawab Kiran.


Kiran pun melangkahkan kaki menuju ke ruangan HRD, Agung Prasetyo.


"Tokk...tokk...tokk..!!"


"Asalamu'alaikum...!!" Kiran yang mengetuk pintu dan memberi salam pada penghuni ruangan HRD itu


"Wa'alaikumsalam...! oh hai Kiran, masuk..!" balas orang yang ada di dalam ruangan itu yang tak lain adalah Agung Prasetya.


"Pak Agung mencari saya..?" tanya Kiran yang kemudian masuk ke ruangan itu.


"Kiran, apa yang mr.Fu bicarakan kemarin padamu..?" tanya Agung Prasetya yang penasaran.


"Oh, mau ketemuan sama mbak Ana..!" kata Kiran tanpa tedeng aling-aling.


"Ya Allah..! apa dia nggak paham juga ya..?" kata Agung Prasetya seraya mengusap wajahnya kasar.


"Memangnya ada apa ya pak..?" tanya kiran penasaran.


"Hari ini mbak kamu pulang, jadi bilang ke Mr.Fu untuk datang ke rumah Ana..!" kata Agung Prasetya secara yakin.


"Ada apa ya..?" tanya Kiran yang semakin penasaran.


"Nanti kamu juga akan tahu..!" kata Agung prasetya sambil melipat lengannya di dadanya.


"Hadeuh...pusing ah..! urusan orang dewasa ..!!" seru Kiran yang kemudian keluar dari ruangan Agung Prastya.


Kiran pun melangkahkan kaki ya menuju ke ruang kerjanya.


Ternyata Mr. Fu sudah menghadang Kiran di depan pintu dengan kedua tangan masuk ke saku celananya.


"Dari mana saja kamu..??" tanya Mr.Fu yang menunjukkan watak aslinya.


"Saya tadi di panggil pak Agung Prastya, dan mengatakan bahwa mbak Ana hari ini sudah pulang..!!" kata Kiran yang sebenarnya.


"Sudah pulang..?" tanya Mr Fu memastikannya.


"Iya, Mr.Fu...! maaf saya harus kembali bekerja...!" seru Kiran yang kemudian kembali ke tempat dia bekerja.


"Ran ada apa..??"bisik Mila saat Kiran duduk di meja kerjanya.


"Urusan orang dewasa...!! he..he..!!" seru Kiran yang kemudian mengerjakan tugas-tugasnya.

__ADS_1


Mila pun kembali bekerja dengan wajah kecewa.


Tanpa di sadari Kiran, Mr Fu mengawasinya dari dalam ruangannya.


Waktu bergulir dengan cepat, dan matahari telah menyingsing ke barat,


Dan jam dinding menunjukkan pukul empat sore, kini waktunya emua karyawan untuk pulang.


Demikian Kiran dan Atun serta Mila juga.


"Ran..ceritakan, bagaimana tadi dengan Mr. Fu...?" tanya Mila yang penasaran.


"Ah kamu Mil..Tidak ada apa-apa..! besok kamu juga akan tahu..!!" balas Kiran.


"Yah...aku mau tahunya sekarang..!!"Mila yang kecewa, kemudian dia memisahkan diri dari Kiran dan Atun.


Karena arah tempat kosnya yang berbeda.


"Memangnya ada apa Ran..??" tanya Atun yang penasaran juga.


"Kata pak Agung, hari ini mbak Ana pulang. Dan menyuruh Mr.Fu menemuinya." kata Kiran.


"Oh..urusan orang dewasa...!!" kata Atun yang terus melangkahkan kakinya.


"Memang kita belum dewasa ya..?he..he..!!" tanya Kiran sambil tersenyum.


"Belum menurut mereka..!! ha..ha..!!" jawab Atun yang tertawa terpingkal-pingkal.


Di lihatnya warung kopi si Jack yang tutup, dan kemudian mereka bergegas masuk ke dalam kawasan tempat kos.


"Ran, gilang mau ajak aku jalan-jalan nih..! kamu mau ikut..?" tanya Atun yang merasa kasihan pada Kiran yang nanti bila dia tinggal akan sendirian, karena Jack tidak ada dan Rosida yang belum juga pulang dari bekerja.


"Aku pulang ke rumah Mbak Ana saja. Kan mbak Ana dah pulang..!!" kata Kiran yang ada di belakang Atun saat naik tangga menuju kamar kosnya.


"Oke nanti sekalian saja naik mobil sama aku dan Gilang nanti ya..!!" pinta Atun yang kemudian mereka pun bergantian untuk mandi.


Setelah selesai dengan ritual mandi dan berhias, mereka segera ke depan tempat kos.


Dan ternyata Gilang sudah berada di sana, dengan mobil dari mendiang Julian yang sudah menjadi miliknya.


"Assalamu'alaikum..!" ucap salam Atun dan Kiran bersamaan.


"Wa'alaikumsalam..!!" balas Gilang yang kemudian keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Atun dan Kiran.


Atun duduk di depan bersama Gilang sedangkan Kiran berada di belakang .


"Ya Allah...lagi-lagi aku teringat Julian. Biasanya Julian mengemudi dan aku di sampingnya..! Julian...!!" kata dalam hati Kiran yang kemudian mengusap kasar wajahnya.


"Ran..kamu kenapa..?" tanya Atun yang sempat melihat raut wajah sahabatnya itu.


"Hanya teringat Julian saja..!!" jawab Kiran yang tak bisa menyembunyikan air matanya.

__ADS_1


"Sudahlah Ran..! sekarang sudah ada Jack yang menanti keputusanmu..!!" ucap Gilang yang sambil mengemudi.


"Iya, aku tahu itu. Cuma kalau ada sesuatu tentang Julian, maka aku akan selalu mengingatnya. Bayangan Julian muncul begitu saja.


"Sebetulnya aku juga begitu, apa lagi dengan mobil ini. Banyak kisah bersama Julian...!" ucap Gilang.


"Iya Lang..!!" balas Kiran. Dan mereka pun terdiam larut dalam kenangan masing-masing bersama Julian.


Tak berapa lama, akhirnya mereka sampai di depan pagar rumah Ana.


Terlihat dua mobil mewah yang tak asing bagi Kiran dan Atun, terparkir rapi di pinggir jalan.


"Ran, nampaknya mbak Ana kedatangan tamu istimewa..!! he..he..!" celetuk Atun saat mobil yang di kendarai Gilang menepi dan berhenti.


"Iya, sepertinya tamu istemewa..! he.he...!!" sahut Kiran yang sudah keluar dari mobilnya.


"Daaa Kiran... Assalamu'alaikum..!!" salam pamit Atun.


"Wa'alaikumsalam...!" balas Kiran sambil melambaikan tangannya.


Atun pun membalas dengan melambaikan tangannya juga dan Gilang menganggukan kepalanya.


Mobil itu pun melaju dan dalam sekejap hilang dari pandangan Kiran di tikungan jalan.


Kiran pun masuk ke dalam halaman rumah dan sampai di teras rumah.


"Apa..! jadi kalian sudah saling berhubungan..? kenapa tak ada kabar beritanya..!" seru seseorang dari dalam rumah.


Kiran yang hendak masuk, tak jadi masuk. Dia memilih duduk di teras rumah seraya mendengarkan ponselnya dengan menggunakan headset ya.


Tiba-tiba seorang pria yang sangat di kenal Kiran, keluar dengan suasana hati kesal.


Dan Kiran melihatnya dengan sekilas, karena pria itu berlalu dengan cepatnya.


"Mr. Fu...?? kenapa dia..?" tanya dalam hati Kiran yang kemudian dia masuk ke rumah, di mana kakaknya Ana sedang berbincang dengan seorang laki-laki yang tadi pagi dia temui.


"Assalamu'alaikum..!!" salam Kiran yang kemudian masuk.


"Wa'alaikumsalam...!! eh Kiran, sejak kapan di sini..?" tanya Ana yang menerima tangannya di cium adiknya.


"Sejak sebelum Mr.Fu keluar tadi..!!" jawab Kiran yang mengulurkan tangannya pada laki-laki tamu kakaknya itu yang tak lain pimpinan HRD perusahaan yang dimana mereka berkerja.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2