
Matahari telah muncul dari peraduannya di sambut kokok ayam jantan yang bersautan diantara bisingnya rutinitas para pedagang dan para pekerja untuk memulai hari.
Pagi ini seperti biasa, Kiran dan Atun berangkat kerja yang sebelumnya mampir membeli sarapan di warung kopi si Jack.
"Ran, nanti aku jemput kamu seperti biasanya ya..!!" ucap Si Jack seraya menghidangkan pesanan Kiran dan Atun.
"Iya Jack..! Tapi nanti aku pulangnya ke rumah mbak Ana. Ayah dan Ibunda serta mbak Ana nanti pagi ini berangkat dari Solo." kata Kiran sebelum makan sarapannya.
"Wah, mau ketemu calon mertua ya Jack..!!" goda Atun sembari mengambil Ote-ote (bakwan).
"Do'akan semoga di restui ya..!!" ucap yang mengambil tempat duduk di samping Kiran.
"Aamiin...!!" balas Kiran dan Atun bersama'an.
"Jack, kalau kamu memandangiku seperti itu, mana mungkin aku bisa makan Jack..? yang ada nasinya jatuh karena ada kamu, Jack..!!" seru Kiran yang kemudian dia tersenyum.
"Habisnya kalau pagi seperti ini, lihat kamu lihat kamu bawaannya seger saja..!" gombalan Jack.
"Haduh..pagi-pagi sudah ngegombal parah ni anak..!!" gerutu Atun yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Apa sih kamu, usil saja...ada orang usaha juga..!!" seru Jack yang bangkit dari duduknya dan kemudian dia mengusap-usap tatanan rambut Atun. Lalu dia berlari masuk ke dalam warung kopinya.
"Jaaaaack...Jaka kayak tokek...!!" umpat Atun seraya melempar Jack dengan tutup gelasnya, namun tak mengenai Jack.
"Kalian ini ya seperti anak kecil..!!" ucap Kiran yang tertawa sambil mengusap perutnya.
"Habisnya cowok kamu itu kurang kerjaan..!!" gerutu Atun yang kemudian menghabiskan teh manisnya.
"Sudahlah, ayo kita berangkat. Nanti bisa-bisa telat..!" ajak Kiran dan Atun segera bangkit dari duduknya.
"Jack, kami berangkat ya...!" seru Atun.
"Ya, hati-hati..!!" balas Jack.
"Uangnya Kiran taruh di bawah piring..!!" ucap Kiran yang menaruh uang satu lembar warna biru.
"Eh, sudah aku bilang nggak usah bayar, bayar juga..!" seru Jack sedikit kesal.
"Udah, baru buka itu ya seharusnya bayar, buat penglaris..!!" seru Kiran yang kemudian berlalu dari warung kopi si Jack bersama dengan Sahabatnya Atun.
Jack hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum.
Sementara itu Kiran dan Atun melangkahkan kaki mereka menuju ke perusahaan tempat dimana mereka bekerja.
...****...
Pukul 16.00 Wib, para karyawan perusahaan sepatu berhamburan meninggalkan tempat mereka bekerja.
Sedangkan Kiran masih bekerja dan masih mengikuti meeting harian, yang akhirnya membuat dia pulang lebih sore dari pada Bagian Atun dan temannya Mila.
__ADS_1
"Fyuh...! Alhamdulillah selesai juga meetingnya..!!" ucap kiran yang hanya untuk dirinya sendiri seraya mengusap keringat di dahinya.
Setelah membereskan berkas-berkasnya, Kiran meminum satu botol kemasan tanggung air mineral untuk melepas dahaganya.
Kini Kiran berjalan keluar dari perusahaan bersama karyawan dan karyawati perusahaan yang jabatannya kurang lebih sama dengan Kiran.
Setelah keluar dari pintu gerbang perusahaan, Kirana melihat Jack sedang asyik berbincang dengan laki-laki yang Kiran duga seorang suami yang istrinya bekerjanya hampir satu jabatan dengan Kiran.
"Jack..!" seru Kiran seraya melambaikan tangannya dari kejauhan dan berjalan menghampiri Jack.
"Hai....!!" Jack yang melihatnya pun membalasnya dengan melambaikan tangannya.
"Jack sudah lama..?" tanya kiran saat sudah berada di samping Jack.
"Lumayan juga..! ayo..!!" jawab Jack seraya memberikan helm kepada Kiran.
"Makasih..!" ucap Kiran saat menerima helm dari Jack dan kemudian memakainya.
Mereka kemudian naik ke atas sepeda motor itu dan melaju menuju ke kawasan perumahan dimana rumah Ana berada.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di halama rumah Ana, dan di dalamnya terlihat ramai.
"Ternyata mas ILO juga ke sini..!!" ucap Kiran sat mengetahui mobil yang di kendarai kakak laki-lakinya.
Wajah Jack tampak begitu tegang, dan Kiran melihat hal itu.
"Tarik nafas yang dalam lalu hembuskan..! begitu terus hingga merasa nyaman..!" ucap Kiran yang melihat Jack yang wajahnya pucat pasi karena tegang,
"Kita hadapi bersama, ayo...!! ucap Kiran seraya menggandeng tangan Jack dan mengajaknya masuk ke rumah.
Jack pun pasrah, mau tak mau dia harus siap dengan kemungkinan yang terjadi.
Kiran dan Jack berjalan menuju teras rumah.
"Assalamu'alaikum..!" ucap salam Kiran dan Jack karena pintu dalam keadaan terbuka.
"Wa'alaikumsalam..!" jawab semua yang berada di dalam ruangan itu dan melihat langsung ke sumber suara.
"Kiran, baru pulang kamu..?" tanya seorang wanita paruh baya yang kemudian bangkit dan di ikuti yang lainya.
"Ibunda...iya..!" jawab Kiran yang kemudian mencium punggung tangan ibundanya dan kemudian memeluk dan mencium kedua pipi ibundanya.
Di ikuti oleh Jack yang mencium punggung tangan calon mertuanya.
Dan berikut seterusnya pada keluarga yang lainnya.
"Nak Jack ini siapa Ran..?" tanya Ibunda Kiran yang sedari tadi bersama bapak kiran memperhatikan Jack dengan seksama.
"Nama saya Muhamad Jaka Pratama, putra sulung dari Ayah bernama Syaiful Ramadhan dan ibu Siti Zubaidah. Saya mempunyai adik Siti Zulaikha dan Ahmad Tri Saputra. Dan saya mempunyai seorang putri, yang saya beri nama dia Putri Nuraya yang masih berusia dua setengah tahun.
__ADS_1
"Aku tinggal sebentar ya Jack..!!" pamit Kiran pada Jack, dan Jack mengangguk pelan.
Kiran melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
Sedangkan kedua orang tua Kiran saling pandang dan seperti memikirkan sesuatu.
"Jadi kamu sudah pernah berkeluarga dan punya anak..? duda ditinggal meninggal atau yang bagaimana..?" tanya bapak Kiran yang penuh selidik.
"Saya bercerai karena mantan isteri saya selingkuh. Dan kemarin Kiran sudah saya ajak bertemu keluarga saya semuanya dan termasuk mantan istri saya, yang kebetulan kemarin sedang menghadiri pernikahan teman kami." jelas Jack dengan hati-hati.
"Ohw, begitu ya..! kalau pekerjaan kamu apa..?" tanya Ibunda Kiran yang penasaran.
"Saya hanya pedagang di warung kopi depan kos sahabat Kiran, Atun" jawab Jack dengan menahan nafasnya sebentar.
"Jack di minum dulu tehnya..!!" ucap Kiran dari arah dapur, dengan membawa dua gelas teh hangat dengan nampan di kedua tangannya.
"Iya, ..!" jawab Jack yang kemudian meminum teh hangat buatan Kiran.
Mereka pun berbasa-basi untuk mengisi waktu sebentar sebelum Adzan Sholat Maghrib.
Tiba-tiba Jack pamit karena ada acara tetangga warung kopi,
"Mohon ma'af, saya harus undur diri, karena ingat setelah sholat Maghrib ada undangan pengajian ditetangga.!!" ucap Jack seraya menyalami semua keluarga Kiran.
Dan keluarga Kiran membalasnya. Kemudian Kiran mengantarkan Jack sampai di teras rumah.
Ketika akan naik sepeda motornya, Jack meraba-raba sakunya dan timbul rasa cemas di hatinya.
"Ada apa Jack..?" tanya Kiran yang penasaran melihat tingkah Jack.
"Kuncinya nggak ada..!!" jawab jack yang masih meraba saku celananya.
"Kunci motor maksudnya..!" seru Kiran mencoba menebaknya.
"Iya, jangan-jangan ada di dalam ran..!" seru Jack yang mencoba mengingat-ingatnya.
"Ayo kita kita cari di dalam..!!" ajak Kiran yang kemudian mereka kembali menuju ke teras rumah.
Saat berada di teras, tanpa sengaja Jack dan Kiran mendengar pembicaraan dari dalam rumah.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...
"