
Kiran dan Atun berjalan sambil bersendau gurau.
Mereka akhirnya sampai juga di depan warung kopi, dan seperti biasanya warung kopi sedang ramai.
"Repot juga ya kalau nggak ada kodok, Jack jadi kethetheran..!" kata Kiran yang kemudian masuk ke dalam warung kopi tersebut.
"Iya, seperti biasa..!! kita bantu dia..!!" ucap Atun.
Kiran dan Atun segera membantu Jack melayani pembeli minuman di warung kopi milik Jack.
Beberapa menit kemudian, pembeli sudah mulai berkurang.
"Jack, mulai besok aku sudah tak bisa membantu kamu lagi" kata kurang seraya meminum es tehnya.
"Kenapa Dan..? tanya Jack yang penasaran.
"Iya, soalnya Kiran mulai hari ini menjadi kepala bagian produksi." Jawab Atun yang juga sedang minum es tehnya.
"Serius kami naik jabatan Ran..?" tanya Jack yang sudah memberes alat-alatnya.
"Iya Jack, jadi pulangnya nggak bisa bareng sama Atun lagi. Jam lima sampai jam enam aku pulangnya mulai besok." kata Kiran yang duduk sejajar dengan Atun.
"Padahal kamu nggak boleh capek-capek lho Ran..!" kata Jack yang khawatir akan keadaan Kiran.
"Nggak apa-apa, Insya Allah aku bisa hadapi semuanya...!" kata Kiran yakin.
"Oiya, kalau begitu mulai besok pulangnya aku jemput ya..?" pinta Jack dan Kiran pun menyetujuinya.
Kemudian Kiran dan Atun pun pergi ke tempat kos Atun, tak lupa membawa dua bungkus nasi dan dua bungkus minuman.
Malam ini Kiran tidur di kosan Atun.
...****...
Pagi harinya seperti biasa Atun dan Kiran pergi kerja, hanya saja Kiran kali ini memakai seragam yang berbeda dengan Atun.
"Wuih..! cakep juga ternyata kamu dan kalau pakai seragam Kepala Bagian...! he..he....!!" goda Atun saat mereka berhias.
"Ah, biasa saja bagi ku.." balas Kiran yang kemudian menyrempangkan tas kecilnya.
"Betul kok..! lihat saja, pasti Jack pangling nanti..!!" ucap Atun yang mereka kemudian keluar dari kamar kos.
"Apa kamu Kiran..?" tanya Rosida yang sedang mengunci pintu kamarnya.
"Tuh kan, Rosida aja pangling..! he..he..!" ucap Atun seraya tersenyum.
"Aku kan masih seperti biasanya Da..!!"seru Kiran saat mereka berjalan menuruni tangga.
"Kamu memang tetap Kiran, tapi kamu sekarang ini kamu lebih berkharisma." kata Rosida sembari tersenyum.
__ADS_1
"Cie...! bahasamu Da..berkharisma...! memangnya sepeda motor..! ha..ha.." celetuk Atun yang membuat Kiran dan Rosida tertawa karena tahu maksud dari ucapan Atun tadi.
"Ada apa sih tiga bidadari ini kok kelihatan gembira sekali kayaknya..?" tanya Jack Yaang sedang mengeluarkan kursi-kursi plastiknya.
"Apa kamu melihat sesuatu yang lain tidak...?" tanya Atun yang kemudian duduk di salah satu kursi plastik dan demikian juga Kiran dan Rosida.
Bola mata Jack tak mau lepas pandanganya dari Kiran.
"Ran..kamu beda sekali..!!" ucap Jack yang terus memandangi Kiran.
"Tu kan..! Jack aja bilang begitu..!!" ucap Atun sambil makan gorengan.
"Yang mandangin Kiran berhenti dulu ya Jack...! kami buru-buru mau berangkat kerja, cepetan buatin kami sarapannya..!!" ucap Rosida sembari maka kacang goreng yang ada di dalam toples.
"Eh, maaf...!! ada rejeki, jadi nggak di sia-siain..he..he..!" Jawab jack yang belum mau melepaskan pandangannya pada Kiran.
Kiran pun tersipu malu karenanya.
Jack segera menyiapkan makanan untuk Atun dan Rosida, dan Kiran pun membantunya.
Setelah menghabiskan sarapannya, mereka bertiga berangkat kerja dan seperti biasa Kiran dan Atun berpisah dengan Rosida.
Hari ini adalah hari pertama kerja Kiran sebagai Kepala bagian produksi.
Tak ada kendala yang berarti, dan semua berjalan sesuai agenda harian produksi.
Saat istirahat Kiran, Atun dan Mila seperti biasa makan bersama di kantin perusahaan.
Di saat pulang kerja,Atun dan Mila pulang tanpa Kiran.
Kiran meeting bersama Supervisor dan kepada regu, untuk menerima laporan hasil kerja hari ini.
Dan setelah itu, Kiran pun kembali meeting bersama kepala bagian lainnya. Untuk memberikan laporan hasil kerja hari ini di meja kerja manage
Hingga beberapa jam kerja ,kemudian kiran pun pulang kerja.
Pada saat keluar dari pintu gerbang, Kiran melihat Jack yang menunggu seseorang.
"Jack..! sedang menunggui siapa..?" tanya Kiran saat menghampiri si Jack.
"Menunggui calon ibu muda..!!" jawab Jack sembari tersenyum.
"Calon ibu muda..??" tanya Kiran seraya melihat ke kanan dan ke kirinya.
"Ya kamulah, siapa lagi..?" jawab sekaligus tanya si Jack.
"Aku..?" Kiran memastikan.
"Iya, kamukan sedang hamil..? siapa lagi..?" kata Si Jack yang kemudian memberi sebuah Kiran helm dan Kiran pun menerimanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu mau di antar kemana..? kerumah apa ke tempat kos..?" tanya Jack setelah menyalakan sepeda motornya.
"Ke rumah mbak Ana saja. Mau nyuci baju sekalian kita kan belum minta ijin ke Mbak ana, kalau mau menghadiri ke pernikahan Kodok." jawab Kiran saat naik ke sepeda motor tepat di belakang Jack.
"Oke..!!" balas Jack dan sepeda motor mereka pun melaju ke rumah Ana.
Tak berapa lama mereka telah sampai di depan rumah Ana.
Kiran dan Jack pun turun, mereka pun melangkahkan kaki ke teras rumah.
"Rupanya Mbak Ana belum pulang Jack...! Alhamdulillah aku bawa kunci cadangannya." kata Kiran yang mengambil sebuah kunci di dalam tasnya.
"Syukurlah kalau bawa kunci cadangannya..! kalau tidak kita di teras nungguin mbak Ana." kata Jack yang mengambil kunci rumah dari Kiran dan membantu membuka pintunya.
"Jack, kamu di sini ya..! aku mau mandi dan sholat dulu..! sudah waktunya Sholat Maghrib. Atau kamu mau sholat dulu..??" tanya Kiran saat mereka sudah masuk ke rumah.
"Sholat aja dulu, kita kan belum boleh sholat jama'ah..!!" kata si Jack seraya tersenyum.
"Oke, wudlunya di sana ya..! sebentar aku siapkan sarung sama peci yang biasa di pakai mas ILO..! Oiya, nanti sholatnya di kamar aku saja. Jangan di kamar mbak Ana, he .he..!" kata Kiran sambil tertawa kecil.
"Kalau di kamar Mbak ana, bisa berabe saat Mbak ana pulang nanti, iya kan..?" sahut si Jack.
"Nah itu...!" jawab Kiran yang mengulas senyum dan demikian pula si Jack.
Setelah menyiapkan keperluan sholat si Jack, Kiran mengajak Jack ke sumur tempat biasa untuk berwudlu.
Sedangkan Kiran masuk ke kamar mandi dengan ritual mandinya.
Saat Jack sholat dan Kiran mandi, tiba-tiba ada yang datang.
"Sepertinya Kiran sudah pulang..!" kata wanita yang baru datang itu, tak lain dia adalah Ana yang datang berdua dengan Agung Prasetya.
"Kok sepi..?" tanya Agung Prasetya saat masuk ke rumah bersama Ana.
"Iya..ya..? mungkin di dalam kamar..?" jawab Ana yang kemudian melangkahkan kaki menuju kamar Kiran.
Ana sangat terkejut melihat sesosok laki-laki di dalam kamar Kiran.
"Di..dia kan si Jack..!!!" seru Ana.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...