Love In Underground

Love In Underground
Pagi hari di Warung kopi si Jack


__ADS_3

Pukul 06.00 Wib di Sidoarjo, tempat kos Atun dimana Kiran menginap di situ.


"Ayo Ran, kita masih harus sarapan di warung kopinya si Jack...!!" seru Atun saat mereka berhias.


"Iya, aku juga sudah selesai nih..!!" balas Kirana yang memang sudah selesai berdandannya.


Setelah mengambil tas kecil, mereka kemudian keluar kamar dan mengunci kamar mereka.


"Selamat pagi...!!" sapa Kiran pada Rosida dan teman kosnya lada saat melewati tempat kos mereka.


"Pagi juga..!! kok pagi sekali berangkat kerjanya.?!" tanya Rosida sambil menyisir rambutnya.


"Iya, sarapan dulu biar kuat kerjanya nanti..!" kata Kiran sembari tersenyum.


Kedua perempuan itu kemudian menuruni tangga, dan berjalan menuju halaman tempat kos.


Kemudian berjalan menuju pintu pagar depan tempat kos.


Kiran dan Atun pun kemudian ke tempat warung kopi si Jack saat di lihatnya warung kopi itu telah buka.


"Assalamu'alaikum...!" salam Kiran dan Atun bersamaan dan pemiliknya sedang sibuk di dapurnya


"Wa'alaikumsalam...! eh kalian, mau sarapan ya..?" tanya si Jack saat tahu teman sekaligus langganannya itu datang.


"Iya, apa nasinya sudah ada .?" tanya Atun saat pandangannya ke arah tempat nasi.


"Nasi nya ada, sayurnya belum matang..!" jawab Jack yang rambutnya tergelung rapi dan di tutupi dengan slayer hitamnya.


"Nggak usah sayur, yang ada aja. Buru-buru berangkat kerjanya..!" kata Atun yang kemudian mengambil tempat duduk.


"Jack jadi kamu yang masak ya..?" tanya Kiran yang melihat begitu terampilnya Jack dalam memasak.


"Wah kita kalah nih Ran..! nggak di sangka, si Jack yang penyuka musik underground jago masak..!!" seru Atun yang juga melihat aktifitas si Jack.


"Yang kalian makan tiap hari itu masakan siapa..? ya masakannya si Jack lah..!" sahut Kodok yang datang bawa belanjaan.


"O..tapi enak lho..!" puji Kiran yang salut, ada laki-laki yang mau masak. Dan masakannya enak pula.


"Yang satu tukang masak fan satunya jago belanja, sedangkan yang beli malah perempuan..! he..he..!!" celetuk Atun.


"Aku bantuin ya..!" ucap Kirana yang kemudian membantu menggoreng ayam, sedangkan Jack mengulek cabe beserta kawan-kawannya yang sudah di goreng, dan akan menjadi sambal tomat yang nikmat.


"Atun...! mereka cocok ya..?" bisik kodok pada Atun.


Dan Atun pun memperhatikannya, sedetik kemudian menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Iya, mereka cocok..! Ssst kita jodohkan saja mereka...he..he.. !" kata Atun yang sambil memakan kerupuk yang ada dalam wadahnya.


"Ran sudah satu gorengan aja, habis itu kalian sarapan ya..! nanti keburu telat..!" saran si jack.


"Iya, lagi pula keenakan masak lupa waktu nanti..! he..he..!!" ucap Kiran sambil tersenyum.


"Ran, kalau mau lalapan..! itu ada kemangi, selada dan mentimun, tinggal pilih ya..! sudah aku cuci tadi..!" ucap Kodok yang menyiapkan dua gelas teh manis yang hangat.


"Iya, nasinya aku ambilkan ya Tun..?!" kata Kiran yang kemudian mengambilkan piring sama nasi untuk sahabatnya.


"Iya jangan banyak-banyak ya..!!" ucap Atun saat menerima sepiring ayam goreng dari Jack.


"Nasi sama ayam sudah, tinggal sambal dan lalapan yang belum..!" kata Kiran yang kemudian mengambil lalapan yang sudah di cuci oleh kodok.


Tanpa sengaja kiran melihat banyak botol bekas minuman keras berada di sudut dapur.


"Jadi benar, Jack suka minum-minuman keras..?" batin Kiran yang kacau.


"Ini sambalnya, ambil sendiri- sendiri ya..!!" ucap si Jack yang menaruh satu mangkuk sambal tomat di hadapan Atun.


Pada saat berbalik, tanpa sengaja Jack menubruk kiran.


Dengan cepat Jack menangkap tubuh Kiran yang kedua tangannya membawa lalapan yang sudah di cuci kodok.


Kedua netra mereka pun saling memandang.


"Kiran, kau membuatku jatuh cinta lagi..!!" ucap dalam hati si jack, yang merasakan pacu jantungnya yang tak beraturan.


"Apa ini, Jack hanya teman. Tak mungkinlah dia jadi pengganti Julian di sisiku..!!" kata dalam hati kiran yang masih membohongi dirinya sendiri.


"Hmm...hmmm...hmmm..! udah jadian aja kalian..!!" ucap Atun dan Kodok bersamaan.


"Eh..!!" Kiran berusaha melepaskan diri dari kaitan tangan Jack.


"Maaf, hati-hati yah kamu kan sedang hamil..?" pesan si Jack.


"Iya, kamu kan yang menubruk aku, he..he..!" kata Kiran sambil mengulas senyum.


"Kan aku sudah minta maaf..! ya sudah aku minta maaf lagi..!" kata Jack sambil menangkupkan kedua telapak tangannya merasa bersalah.


"Sudah-sudah aku maafin kok..!" kata Kiran yang kemudian melangkahkan kaki menuju ke samping tempat duduk Atun.


"Kami sarapan dulu ya.." kata Atun yang sedang mengambil lalapan yang di bawa Kiran tadi.


"Cuci tangan dan berdoa dulu..!" pesan kodok yang menaruh mangkuk yang berisi air mentah yang di beri irisan jeruk nipis.

__ADS_1


"Iya, makasih ya di ingatkan..!" seru Kiran saat kodok yang bersiap hendak membeli es batu.


"Andai kau mau denganku..!!" bisik kodok yang hanya di dengarkan oleh Kiran.


"Apa..!" dan Kiran pun terkejut mendengar hal itu dan melihat ke arah kodok yang menaiki sepeda motornya.


Dan Kodok pun melambaikan tangannya pada Kiran.


Kedua perempuan itu pun kemudian sarapan dengan lahapnya, sedangkan Jack masih berada di dapur.


"Jack..berapa semuanya..?" tanya Atun saat dia dan Kiran telah selesai makan.


"Sudah nggak usah, Kiran tadi kan sudah bantuin masak. Anggap saja ucapan terima kasihku." kata Jack sambil menaruh sayur osengnya di samping tempat nasi.


"Atun, kasihkan buat Jack. Dia kan belum dapat ganti modalnya, malah sudah gratisin kita..!!" ucap Kiran yang menyodorkan uang lima puluh ribu pada Jack.


Kemudian Atun memberikan uang itu pada Jack, awalnya Jack tak mau.


Karena Atun menggunakan jurus ancaman tidak akan menemuinya lagi, akhirnya Jack menerimanya.


"Kiran..aku boleh bicara sedikit..?" tanya Jack penuh hati-hati.


"Iya ada apa..?" balas Kiran yang menoleh pada Si Jack.


"Jauhi Alfin...!!" seru Jack yang nampak mengkhawatirkan Kiran.


"Aku baru saja dekat dengannya, kenapa harus menjauhinya..? Lagi pula kamu itu hanya teman, jangan campuri urusanku..!" seru Kiran sedikit kesal dan melangkah untuk pergi.


Namun Jack buru-buru menangkap lengan Kiran.


Kiran menatap Jack dengan tajam, kemudian Jack melepaskan tangannya dari lengan Kiran.


"Aku hanya memperingatkanmu Kiran, Alfin itu tak baik untukmu..!" kata Jack memberanikan diri.


"Apa..? Alfin tak baik untukku..? apa kau kira kamu baik untukku..?" ucap Kiran mendengus kesal.


"Kiran, aku menyayangimu..!" seru Si Jack dengan segala keberaniannya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2