Love In Underground

Love In Underground
Usaha Menyelamatkan Diri


__ADS_3

"Aduh aku lapar sekali...! disana ada warung makan. Aku kesana saja..!!" ucap Kiran dalam hati.


Kirana pun melangkahkan kakinya menuju ke warung makan dan segera memesan makanan.


"Buk pesan nasi komplit sama es teh ya..!" pesan Kiran pada pemilik warung.


"Iya Ning..!" jawab si ibu pemilik warung.


Kiran kemudian mengambil ponselnya dan memberitahu lokasinya ada sahabatnya Atun.


"Ning bukan anak sini ya..?" lanjut tanya si ibu pemilik warung.


"Bukan Bu, kok ibu tahu...?" jawab sekaligus tanya Kiran sambil tersenyum.


"Ning kan pakai seragam perusahaan, apa Ning usaha sampingannya nyari om-om..?" tanya si ibu pemilik warung yang telah selesai menghidangkan nasi pesanan Kiran.


"Astaghfirullah...!! saya bukan wanita seperti itu..!" ucap kiran sambil tersenyum, namun dalam bilang "sabar Kiran sabar...!!"


"Oh, baguslah..! selamat makan ya..!!" jawab si ibu pemilik warung.


Kiran memasukkan ponselnya karena batunya yang kembali lobet.


Dia segera makan nasi di hadapannya dengan lahapnya.


Tak berapa lama, ada seorang wanita menghampiri ibu pemilik warung.


"Bu...! madam menyuruh anak buahnya mencari seseorang..!" kata wanita itu yang tak lain adalah anak si ibu pemilik warung.


"Siapa yang jadi buronan mereka kali ini..!?" tanya ibu pemilik warung itu dengan berbisik.


"Dia perempuan pakai seragam perusahaan sepatu..!!" jawab putri si ibu pemilik warung itu.


"Jangan-jangan wanita yang sedang makan itu..?" tanya si ibu itu sambil menunjuk ke arah Kiran.


"Iya Bu..!! kita harus menolongnya..!!" ucap anak ibu pemilik warung.


"Iya akan aku kasih tahu dia..!!" ucap ibu pemilik warung itu yang kemudian berjalan menghampiri Kiran.


"Ning...! ikut saya sebentar..!!" pinta ibu pemilik warung itu.


Dan Kiran pun mengikutinya, mereka masuk ke dalam dapur warung.


"Ada apa Bu..?" tanya Kiran yang penasaran.


"Anak buah madam mencarimu Ning..! sebaiknya kamu kabur lewat pintu belakang...!" kata si ibu sambil menunjukkan arah ke pintu belakang.


"Madam..? siapa dia...? kenapa mencari ku..?" tanya Kirana yang semakin penasaran.

__ADS_1


"Saya tidak tahu pastinya. Tadi ada anak buahnya yang mencari wanita yang memakai seragam perusahaan sepatu, dan itu pasti kamu..!!" ucap si ibu itu.


"Oiya bu..ini uang nasi sama es tehnya..! sisanya buat ibu saja..!" kata Kiran seraya memberikan selembar uang kertas dua puluh ribuan.


"Terima kasih Ning..! kalau tak tahu jalan keluar, minta bantuan pada pemulung yang pakai gerobak Ning..!! itu saudara saya..!!" ucap ibu pemilik warung itu.


"Iya, terima kasih Bu..!!" balas Kirana yang kemudian dia keluar lewat pintu belakang.


Dia berjalan hati-hati dan sesekali melihat ke belakang.


Ketika berada di persimpangan jalan, dia melihat begitu banyak laki-laki berpakaian preman.


"Itu dia..!!" seru salah seorang preman itu dan kiran pun balik dan terus berlari menjauh dari kejaran para preman itu.


"Aku harus kemana..?" tanya dalam hati Kirana saat di persimpangan.


Akhirnya dia memutuskan untuk kemiri, ternyata jalan yang dia tempuh adalah jalan buntu.


"Ya Allah...gimana ini..!! jalan buntu lagi..? sembunyi..iya sembunyi..! tapi dimana..??" tanya Kirana dalam hati yang kemudian dia melihat sebuah gerobak dengan tumpukan kardus-kardus di dalamnya.


Kiran bersembunyi di balik gerobak itu.


"Mereka tak mengenal aku, tapi tahu seragam aku, aku harus mengganti baju..! tapi baju apa..??" tanya Kiran dalam hati.


Kiran pun meraba tasnya hendak mencari bantuan, tiba-tiba tangannya menyentuh sebuah kain kaos.


Kemudian dia memakai kaos dari Andy tanpa melepas baju seragamnya dan Kiran melepas ikatan rambutnya. Dan kini rambutnya di biarkan terurai secara acak.


Sedangkan tas dia masukkan dalam plastik kantung warna hitam,


"Plek..plek..plek..!!"


Tiba-tiba ada yang mengetuk pundak Kiran. Kirana pun terkejut karenanya.


"Astaghfirullah...!!"


Kiran segera menoleh ke arah seseorang yang menepuk pundaknya.


"Kamu siapa..? kenapa di sini..?" tanya laki-laki setengah baya yang tak lain pemilik gerobak.


"Saya mau keluar dari tempat ini, apa bapak bisa bantu..? " tanya Kiran yang kemudian berdiri dari posisi ya tadi yang berjongkok, karena sedang sembunyi.


"Oh, kamu tersesat ya, mari ikut saya..!" ucap si pemilik gerobak itu.


" Iya pak..!!" jawab Kiran sambil mengangguk.


"Mari ikut saya, dan pura-puralah mendorong gerobak saya...!" kata bapak itu.

__ADS_1


"Baik pak..!!" jawab Kiran yang kemudian melakukan apa yang di katakan bapak itu.


"Panggil saja Umar..! aku jadi pemulung di sini sudah puluhan tahun, sudah ratusan kali aku menyelamatkan perempuan yang seperti kamu yang tersesat di daerah ini. Ya gara-garanya mau kabur dari penguasa di sini. Tetap diam dan jangan menoleh kesana-kemari...!!" jelas bapak Umar si pemulung itu.


"Terima kasih pak..!!" ucap Kiran yang terus berjalan.


Sementara itu Alfin yang pingsan karena terkena pukulan yang di lakukan Kiran, kini telah sadar dan dia mencoba mengingat-ingat sesuatu.


"Oiya..Kiran, gadis itu..! dimana dia..!!" ucap Alfin yang kemudian bangkit dan keluar dari kamar yang di sewanya itu.


Alfin kemudian bertanya pada orang-orang di sekitar tempat itu, termasuk anak buah Madam Mawar.


Dan Alfin dan anak buah Madam Mawar berpencar untuk mencari Kiran.


"Cari gadis berpakaian seragam perusahaan sepatu sebelum dia ke luar dari gang Mawar ini..!!" seru laki-laki yang bertingkah seperti perempuan itu.


"Baik bos...!!" seru beberapa anak buah itu yang kemudian menyusuri tiap blok dan gang di sekitar tempat itu.


Tiap toko, rumah hingga warung makan pun mereka geledah, termasuk warung makan di mana Kiran tadi sedang makan.


Namun Kiran sebelumnya telah meninggalkan tempat itu atas pemberitahuan ibu pemilik warung.


"Dia tidak ada di sini..! cari lagi sebelum jauh..!!" seru salah satu dari mereka.


Sementara itu, banyak juga anak buah Madam Mawar yang berjaga di tiap persimpangan jalan.


"Hai itu dia..!!" seru salah satu dari mereka yang melihat sekilas seorang wanita yang memakai seragam perusahaan sepatu. Dan benar wanita itu Kiran yang sebelum bertemu dengan pak Umar.


"Kejar dia...!!" seru mereka dan mereka mengejar Kiran yang berlari menghindari kejaran mereka.


"Ah sial..! kita kehilangan jejak dia..! seharusnya dia masih ada di sekitar sini, karena dia belum lama meninggalkan tempat ini..!!" seru anak buah madam mawar...!!" seru salah satu anak buah madam itu.


Mereka pun terus mencari, hingga mereka berpapasan dengan pemulung yang membawa gerobak berisi banyak kardus dan di ikuti seorang wanita memakai kaos warna hitam panjang.


Dan benar, mereka tak mengetahui bahwa wanita berkaos hitam berlengan panjang itu adalah Kirana yang sedang memakai kaos pemberian Andy yang bersablon Love In Underground.


Para anak buah madam Mawar itu pun menjauh dari pak Umar dan Kirana.


...~¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2