
Selesai makan, Julian mengajak Kiran ketempat biasa dia mengajar anak jalanan.
Mereka pun bergegas masuk dalam mobil.
"Kita nanti mampir ambil pesanan dulu ya" kata Julian setelah menepi di sebuah restoran.
"iya" jawab Kiran."Kamu tunggu disini dulu ya" kata Julian yang segera turun dari mobil. Dan masuk ke dalam restoran tersebut.
Tak berapa lama, Julian keluar dari restoran beserta dua orang karyawan yang tiap tangan mereka membawa tumpukan kardus nasi kotak.
"Terima kasih atas bantuannya ya mas" kata Julian saat semua kardus nasi tersebut masuk dalam bagasi mobilnya.
Kemudian Julian segera masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanannya.
Kiran melihat pemandangan yang di lewatinya.
Julian melirik ke arah Kiran.
"Kiran.." panggil Julian."Ya..." jawab Kiran yang kemudian menoleh ke arah Julian.
"Aku ingin dipeluk lagi" kata Julian sambil melirik pada Kiran.
"Dasar ih.." kata Kiran sambil mencubit lengan Julian.
"Auw..sakit!" kata Julian pura-pura. Biarin wekk..."kata Kiran.Mereka pun tertawa.
Julian pun menepi disebuah perkampungan kumuh.Julian mengajak Kiran turun, dan mereka masuk ke perkampungan tersebut, kemudian berhenti disebuah gubuk.
Dalam gubuk, ada seorang anak yang sedang mempersiapkan buku-buku.
"Andi..apa belum ada yang datang?" tanya Julian pada anak laki-laki tersebut.
"eh mas Julian,sebentar lagi mas" kata anak itu yang tak lain namanya Andi.
Andi ini salah satu anak jalanan yang disekolahkan di sekolah umum oleh Julian.
Diluar jam sekolah,Anak itu membantu Julian dalam mengajar anak-anak jalanan.
Benar saja, satu persatu anak-anak berdatangan.kemudian mereka memulai belajar mengajarnya. Kiran yang memperhatikan sedari tadi, larut dalam keterharuannya.
Setelah satu setengah jam lamanya,Julian beserta Andi dan seorang anak keluar ruangan. mereka menuju mobil Julian dan mengambil makanan yang tadi di bawa Julian.
Setelah membagikan makanan tersebut, merekapun lalu makan bersama tanpa kecuali Julian dan Kiran.
Selesai makan bersama, mereka pun membubarkan diri.
Julian dan Kiran menuju mobil,dan melaju kearah rumah yang ditempati Julian dan Gilang.
Dalam perjalanan, Julian melihat ada pedagang wedang ronde.
__ADS_1
"Es Dawet mau?"Julian menawari Kiran saat melihat gerobak penjual Dawet.
" Boleh.."jawab Kiran.
Mereka pun menepi. Setelah berhenti mereka segera keluar dari mobil dan menuju gerobak Es Dawet di pinggir jalan dengan pemandangan sungai di sampingnya.
"Pak es Dawetnya dua ya" Julian memesan.
"Baik mas" kata pedagang es Dawet.
"Yang satu jangan pakai tape ya pak" pesan Kiran.
Kemudian Julian dan Kiran pun duduk ditikar yang kosong sambil melihat suasana senja dengan semilir angin yang sepoi-sepoi.
Tiba-tiba ada pengamen yang memainkan gitarnya.
Julian berdiri dan meminjam gitar pengamen tersebut.
Kemudian Julian memainkan gitar tersebut.
Beberapa lagu dia mainkan temanya cinta semuanya.
Semua itu membuat Kiran melayang dibuatnya.
"Hm.. boleh request lagu tuan?" goda Kiran.
"emm...Kamulah satu-satunya" pinta Kiran.
"Dewa 19 ya.. bisa." jawab Julian sambil mengganti posisi jarinya.
"Laras hati....." Julian pun mulai menyanyi dengan suara merdunya.
"Nggak nyangka, anak Underground bisa seromantis ini." gumam Kiran dalam hati yang perasaannya saat ini tak bisa dilukiskan.
Selesai Julian bernyanyi, terdengar suara riuh tepuk tangan orang disekitar mereka yang tidak sengaja mendengar nyanyian Julian.
Kiran dan Julian melihat sekelilingnya, dan merasa kaget.
"Terima kasih.." sambut Julian sambil menundukkan kepalanya.
"Mas, apa masnya ini penyanyi?" tanya si pengamen. Saat menerima gitarnya yang tadi di pinjam Julian.
"Hanya penyanyi kamar mandi saja kok mas" jawab Julian merendah.
Es Dawet pun di sajikan oleh pedagangnya. "Maaf mas agak lama banyak antrian" kata pedagang tersebut.
"Oh nggak apa-apa Pak, biar lebih lama bersama gadis pujaan hati" kata Julian jujur sambil tersenyum.
"Bisa aja mas nya ini" kata pedagang es Dawet dan Kiran pun tersenyum.
__ADS_1
"Kamu bisa nyanyi ternyata" kata Kiran sambil mengaduk es Dawetnya.
"Hanya sedikit saja" kata Julian.tersenyum.
"Hm... bohong lagi." kata Kiran sedikit kecewa dengan jawaban Julian.
"Iya deh aku ngaku, aku pernah punya band di sekolahku dulu dan pernah dia kali jadi vokalis pengganti band musik underground." jawab Julian.
"Glekk...!!"
Kiran menelan ludahnya. Kaget..!
"Vokalis pengganti band Underground, jadi bisa suara growing apa itu yang nggak jelas itu lho..!!" seru Kiran.
"Bisa, mau dengar?" tanya Julian.
"He..he.. iya tapi jangan di sini ya. Nanti pada kabur pelanggan es dawetnya" jawab Kiran sambil tersenyum yang sebetulnya dia penasaran juga dengan suara Julian.
Julian pun tersenyum, dia mengerti maksud dari Kiran.
Setelah selesai menghabiskan es dawetny a, Julian segera membayarnya dan tambah dua bungkus lagi buat Atun dan Gilang.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan.
Kiran memandangi Julian yang sengaja menyanyi lagu-lagu Totag sepanjang perjalanan pulang.
Saat mereka sampai dirumah, Gilang dan Atun sedang ngobrol diteras.
Kiran dan Julian bergegas turun dan menghampiri mereka.
"Wah asyik nih, tambah asyik lagi ini ada es dawet buat kalian" kata Kiran.
"Mantap nih...kalian sudah minum?" tanya Gilang
"Sudah tadi, habiskan saja..."jawab Julian
.
Setelah selesai menyantap es Dawetnya, mereka berempat segera masuk mobil, dan menuju tempat kos Atun dan Kiran.
***
**Author juga baper dengar lagu Dewa 19 "Kamulah satu-satunya" apalagi yang "Kirana"
he...he..
Mohon lik dan dukungannya ya..
Terima kasih**.
__ADS_1