Love In Underground

Love In Underground
Julian koma


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, mereka mendengarkan lagu-lagu underground Totag.


"Julian, kamu kelihatan pucat.kamu nggak apa-apa kan?" tanya Gio sambil mengemudi.


Gilang tiba-tiba melihat darah segar mengalir ditelinga dan hidung Julian.


"Mbak Helen...Julian mbak" teriak Gilang.


"Julian kenapa?" Tanya Helen sambil meraih Julian yang ternyata sudah pingsan.


"cepat ke rumah sakit" perintah Helen.


"Julian bertahanlah, kamu belum menikah. Cita-citamu belum tercapai. Julian..julian.."Isak Helen.


Gilang menjalankan mobilnya ke arah rumah sakit.


Sampai di rumah sakit, Julian di bawa ke ruang UGD.


"Mbak..kita harus hubungi siapa dulu, mengingat ini sudah larut malam" tanya Gilang


."Aku tidak tahu..Mama papa pasti sudah tidur, kalau Keluarga Kiran, Siapa yang akan mengantarkan mereka? mas ILO baru saja pulang dari rumah sakit.Mbak Ana juga sudah tidur tadi.." jelas Helen sambil menangis.


Dan mereka memutuskan untuk tidak memberitahu siapa-siapa dulu sampai besok pagi.


Mereka hanya bisa berdoa, menangis dan pasrah pada keadaan.


"Julian kamu yang kuat ya...ingat keluargamu, ingat calon istrimu..Julian maafkan mbak Helen bila mbak Helen tidak bisa membuatmu bahagia" Isak Helen di jendela UGD yang mengarah ke tempat dimana Julian terbaring.


***


Sementara itu Kiran dan Atun tidur bersama di kamar Kiran.


"Atun..dah tidur?" tanya Kiran."Belum,ada apa?Atun balik bertanya."Perasaanku kok nggak enak ya?" Kiran ungkap perasaannya.


"Karena kamu kecapaian kali?" kata Atun berusaha menenangkan sahabatnya. "Mungkin" kata Kiran sambil menarik nafas panjang.


Dan berusaha memejamkan matanya, tapi tetap saja tak bisa di pejamkannya.

__ADS_1


.


***


Keesokan harinya, Helen dan Gilang yang tertidur di ruang tunggu segera bangun dari tidurnya.


Helen memandangi Julian dari balik jendela kaca.


"Julian belum sadar juga" gumam Helen.


Air matanya kembali jatuh kepipinya.


"Gilang..Gilang...!!" Helen mbangunkan Gio.


"Ada apa mbak?"tanayaa Gilang saat sudah bangun dari tidurnya.


"Kamu jemput mama papa dulu ya, kamu jangan kabari Keluarga Mas ILO dulu. lamu jemput Kiram pas pulang kerja" kata Helen.


"Baik mbak,saya berangkat jemput om Dani dan Tante Eva" kata Gilang seraya berjalan keluar dari ruang dimana Julian di rawat.


"Hati-hati,jangan ngebut" nasehat Helen.


***


Selang berapa lama, Gilang masuk rumah sakit bersama orang tua Julian dan Helen.


"Julian anakku...kenapa kamu nak? Kemarin hari bahagiamu, mengapa sekarang kamu seperti ini?" pertanyaan bertubi-tubi dari mama Eva.,


Karena Julian terbaring tak berdaya ditempat tidur.


"Mama.."Helen memeluk Mamanya.


"Maafkan Helen baru memberitahu sekarang, Helen bingung Ma..Pa" Isak Helen.


"Nggak apa-apa sayang" Eva kembali memeluk Helen dengan eratnya


Mbak Helen makan dulu,i ni ada bubur ayam.Mbak Helen belum sarapan kan?" kata Gilang.

__ADS_1


"Mana bisa aku makan,sedangkan adikku belum bangun"kata Helen.


"Mbak Helen jaga kondisi mbak Helen dulu.Julian sudah sakit,apa mbak Helen mau sakit juga? lantas siapa yang nanti menjaga Om Dani dan Tante Eva?"Gilang berkata jujur pada Helen.


Dan akhirnya berhasil, Helen mau sarapan.


Mereka berempat berada dalam keadaan gelisah.Kadang duduk dan kadang berdiri.


Jam dinding menunjukan pukul dua siang.


"Gilang kamu jemput Kiran" perintah Helen.


"Hati-hati ya" kata Helen."iya mbak"jawab Gilang


Setelah Gilang berlalu, Helen kembali memeluk Mamanya.


***


Sementara itu Gilang menuju rumah dimana semalam di datanginya.


"Mas Ilo, Kiran ada?" tanya Gilang yang melihat tuan rumah berada di teras rumah.


"Eh Gilang, mau ketemu Kiran apa Atun? mereka belum pulang kerja, ada apa ya?" iLO balik bertanya penasaran, kok yang Gilang cari Kiran bukan pacarnya Atun.


"Julian kritis, sekarang berada di rumah sakit " jawab Gilang dengan mimik kecemasan.


"Kamu bercanda ya? semalam saja baik-baik saja?" kata ILO tak percaya.


"Iya pulang dari son semalam, kami membawanya langsung ke rumah sakit" jelas Gilang.


"Dan sampai sekarang belum sadarkan diri" lanjut Gilang.


***


**Maaf ya naskah sering revisi..


Mohon like dan dukungannya ya..

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2