
Pagi harinya,Kiran bangun lebih dulu dari yang lain. Setelah membersihkan diri dan Sholat Subuh, Kiran kedapur membantu Bibi menyiapkan sarapan.
Julian pun terbangun,Dia melihat sekelilingnya, dan tidak mendapati Kiran di sampingnya.
Dia berusaha bangun dari tempat tidurnya, perlahan-lahan menuju ke kamar mandi.Setelah itu,Julian menunaikan sholat Subuh.
Kiran datang dari dapur membawa semangkuk bubur untuk Julian.
Mendapati Julian tidak ada di tempat tidur, Kiran buru-buru meletakkan mangkok yang berisi bubur itu diatas meja samping tempat tidur Julian.
Gadis itu melihat sekeliling,dan mendapati Julian sedang Sholat Subuh.
Kiran kemudian duduk di belakang Julian.
Setelah Julian selesai berdoa, Kiran buru-buru mendekati Julian.
"Assalamu'alaikum..selamat pagi calon suami,8apa kabarnya hari ini?" ,salam dari Kiran sambil mencium punggung tangan tunangannya itu.
"Wa'alaikum salam.,sejak kapan dsini?" tanya Julian kaget."Baru saja kok"kata Kiran sambil tersenyum."Sarapan ya"lanjut Kiran sambil mengambil mangkok bubur tadi.
Saat hendak menyuapi Julian,tiba-tiba tangan Julian mengambil sendok dari tangan Kiran.
"Biar aku makan sendiri"kata Julian.
Bergegas,Julian menyendok bubur di depannya,sesuap demi sesuap.
Kiran, gadis itu terbengong melihat Julian.
"Jangan lihat aku dengan tatapan seperti itu" kata Julian.
__ADS_1
"Kamu kemarin sakit beneran apa bohongan sih? apa jangan-jangan kamu memang bohongan ya, supaya dekat-dekat sama aku?" tanya Kiran.
"Idih,siapa yang mau dekati kamu. Di luar sana lho banyak cewek pada ngantri" jawab Julian.
Kiran pun merasa ada keanehan di diri Julian. Segera gadis itu memegang kening Julian, memastikan suhu badan orang yang ada didepannya.
"apa sih..aku tidak sakit.lihat habis kan" kata Julian sambil menunjukan mangkok kosong yang isinya dia habiskan.
Kiran segera mengambil tissu,hendak mengusap sisa bubur di pojok kiri mulut Julian.
Julian pun memegang tangan Kiran, mereka beradu pandang cukup lama. Kiran seolah mencari jawaban di mata Julian.
"Hm..hm...aduh makin mesra aja kalian ini.Seolah dunia milik berdua, kita hanya ngontrak" celetuk Helen sambil membereskan tempat tidur, disusul Mama dan Papa Julian yang juga bangun dari tidurnya.
"Eh.. mbak Helen, sarapan sudah siap di meja mbak." kata Kiran tersipu, dan memalingkan pandangannya ke Helen.
Kemudian Kiran segera membantu Helen.
Semuanya melihat Julian yang terlihat berjalan santai.
"Apa karena dia kemarin mencium kamu,langsung sembuh seperti tidak mengalami sakit yang hebat sebelumnya" kata Helen kepada Kiran dengan terheran-heran, demikian Papa dan Mama Julian.
Sementara itu, Gilang yang masih tertidur di sofa.
"Bangun bro..cepat jemput calon mertuaku!" seru Julian sambil menggoyang-goyangkan tubuh Gilang.
Gilang pun akhirnya bangun,setelah sadar dia pun langsung kaget mendapati Julian duduk disampingnya.
"Ju..Julian,kamu sudah sembuh kah?" tanya Gilang
__ADS_1
"Ayo cepat jemput calon mertuaku dan calon kakak ipar ku"Julian mengingatkan
."oh iya,aku mandi dulu" kata Gilang.
"Nak Gilang sebelum berangkat, sarapan dulu" kata Mama Julian saat keluar kamar..
"I..iya Tante"jawab Gilang yang menuju ke kamar mandi.
Kemudian semuanya menuju ruang makan kecuali Julian. Julian kembali ke kamar dan mengambil gitar kesayangannya.
Julian menuju ke teras rumah, dan sayup-sayup mulai memainkan gitarnya.
"Kalian merasa nggak sing ada yang aneh dengan Julian? seperti tidak pernah sakit?" tanya Mama Julian.
"Mungkin karena kemarin mencium Kiran kali ma. Jadi kaya kena setrum, itulah kekuatan cinta." kata Helen sambil tersenyum melirik Kiran.Semuanya ikut tersenyum.
Kiran gadis itu pun terbatuk sebentar, kemudian segera membereskan piring- piring di meja makan.
"Om Tante saya berangkat jemput orang tua Kiran dulu ya" pamit Gilang sambil mencium punggung tangan Dani dan Eva.
"Hati-hati Gilang, jangan ngebut. Kamu bawa calon mertua ku juga" kata Helen dan semua pun tertawa
."Ok" kata Gilang mengacungkan jempolnya dan segera berlalu.
***
"kekuatan cinta"
Hmmmmm....
__ADS_1
Mohon like dan dukungannya ya..
Terima kasih**