Love In Underground

Love In Underground
Wasiat Julian


__ADS_3

Kiran menggoyang-goyangkan gitar Julian.


"Seperti ada sesuatu, benar....ada sesuatu di dalamnya..!!" Kata Kiran penasaran dia mengambil sesuatu dari dalam gitar tersebut.


"Apa ini wasiat Julian?" tanya Kiran.


"Coba buka saja Ran"pinta Atun yang juga penasaran.


Kiran pun membuka dan kemudian di lihatnya ada tulisan Julian.


"Sebaiknya kita beritahu yang lain" kata Atun.


"i..iya"mereka bergegas keluar kamar


"Maaf untuk semuanya, saya menemukan sesuatu" kata Kiran saat sampai di ruang tamu tempat semuanya yang masih berkumpul.


"Apa yang kalian temukan?" tanya ILO.


"Ada surat dari Julian" kata Kiran yang segera menunjukan surat itu dan membacanya.


TERUNTUK YANG MEMBACA SURAT INI


MUNGKIN SAAT INI SAYA SUDAH TIDAK ADA DI ANTARA KALIAN.


1. PAPA, MAMA, DAN MBAK HELEN, TERIMALAH KIRAN SEBAGAI BAGIAN DARI KELUARGA KITA, ANGGAPLAH PENGGANTI DIRIKU,


2. MBAK HELEN DAN MAS ILO, SEGERALAH KALIAN MENIKAH, AKU TAHU KALIAN MASIH SALING CINTA.


3. GILANG LANJUTKANLAH USAHA SABLON KAOS. DAN AKU INGIN BAGIAN HASIL AKU KAMU BAGI TIGA,DAN BERIKAN PADA MAMAKU, ,ISTRIKU DAN ANAK-ANAK ASUHKU.


4. GILANG, MOBIL AKU BERIKAN UNTUK KAMU, MOTOR AKU TOLONG BERIKAN UNTUK ANDI DAN RUMAH USAHA SABLON UNTUK ISTRI AKU.


5. KIRAN.. JIKA KELAK KAMU BERSUAMI LAGI. TETAPLAH JALIN SILATURAHMI DENGAN KELUARGAKU.

__ADS_1


6. PAPA, JIKA JULIAN MENDAPAT BAGIAN HARTA PAPA. JULIAN INGIN PAPA BUATKAN PANTI ASUHAN UNTUK JULIAN.


DEMIKIAN SEMOGA BERMANFAAT UNTUK SEMUANYA.


AAMIIN YA ROBBAL ALAAMIIN


DARI JULIANSO


Kiran pun selesai membaca surat dari Julian.


"Coba lihat..." kata Helen.


"Ini benar tulisan dan tanda tangan Julian" kata Helen setelah memeriksa kertas wasiat Julian.


"Julian,kamu tidak melupakan orang-orang disekitar kamu" Papanya Julian terharu.


"Ini adalah amanat dari Julian, semoga kita bisa melaksanakan amanat ini dengan baik" kata Papanya Julian.


"Suratnya Mama simpan, dan sekarang sudah larut malam. Sebaiknya kita semua segera istirahat" kata Mama Julian.


"Om maaf mending kami di ruang tamu ini saja iya kan Gilang? maaf masih terbayang Julian soalnya" kata ILO


."i..iya" Gilang meng-iyakan.


"Baiklah terserah kalian saja" kata Papa Julian.


Kemudian Mereka pergi ke tempat masing - masing.


"Seharusnya ini malam pertama aku.Tidak tidur dengan suamiku, tapi aku tidur dengan saudara suamiku, saudaraku dan sahabat aku" kata Kiran dalam hati,dan diapun menghela nafas panjang.


Akhirnya semuanya terlelap dalam mimpi mereka. Karena hari ini begitu melelahkan untuk semua orang yang berada di rumah itu.


***

__ADS_1


Dan setiap malam, mereka mengadakan pengajian bersama.


Setelah tujuh hari meninggalnya Julian, Helen dan ILO bertunangan.


Ilo bekerja di perusahaan Papanya Helen. Dan Helen kembali bekerja sebagai perawat di rumah sakit.


Gilang kembali menjalankan usaha sablon milik Julian, dan menjalankan amanat dari Julian.


Sedangkan Kiran kembali ke rumah Ana beserta ayah bundanya dan ILO.


Ana tetap bekerja di perusahaan biasanya.


Kiran dan Atun juga kembali bekerja disana.


Pada saat malam harinya, Kirana tak bisa tidur. Kembali dia mengenang masa-masa bersama suaminya.


"Mas, hari-hariku sepi tanpamu..! apakah aku sanggup hidup tanpamu..?" tanya dalam hati Kiran.


Kiran kemudian memutar lagu underground favorit mereka berdua di aplikasi ponsel.


Akhirnya Kiran pun tertidur pulas.


...~¥~...


*Pemberitahuan untuk episode Kembali terhubung, sebetulnya sudah di hapus oleh Author.


Di karenakan untuk memperpanjang cerita novel ini.


Harap di jadikan Maklum.


Mohon like dan dukungannya ya..


Terima kasih.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2