
Semakin kencang pemotor menggeber motornya, semakin kencang juga sorak sorai penonton melihat aksi pemotor itu.
"Brmm.....brrmm...brrm...!!"
Suara pemotor yang menggeber motornya semakin lama semakin seru.
Perasaan ngilu dan takut Kiran tepis karena kalah dengan rasa penasarannya pada salah satu pemotor tong setan itu.
"Jack...!! benar itu Jack...! tapi kalau aku panggil, takut membuyarkan konsentrasinya..! kenapa dia bekerja di sini..?" tanya Kiran dalam hati.
"Aneh..! bukannya dia kerja di warung kopi..?" tanya dalam hati Kiran lagi.
"Wah...pemotornya luar biasa ya..!!" kata Alfin yang juga asyik melihat atraksi pemotor tong setan itu.
Saweran demi saweran para penonton pun di berikan pada pemotor-pemotor tong setan teresebut.
Tak berapa lama pemotor- pemotor itu telah usai, dan kiran bergegas turun dari papan penonton tanpa menghiraukan Alfin dan yang lainnya.
"Kiran tunggu..!" panggil Alfin yang melihat kiran sudah turun dari tangga diantara desakan penonton lainnya.
"Aku harus memastikan, itu Jack atau bukan. Dari pada aku tak bisa tidur nantinya..!" tekad dalam hati Kiran yang kemudian mencari pintu masuk untuk para pemotor itu.
"Maaf mbak selain pemotor dan petugas stan, anda tidak boleh masuk..!" seru petugas tiket pertunjukan tong setan itu.
"Apakah benar pemotor di sini ada yang bernama Jack atau Jaka..?" tanya Kiran pada petugas tiket itu.
"Benar, anda siapanya Jack..?!" tanya petugas itu pada Kiran dengan menyelidik.
"Aku temannya..!" jawab Kiran pasti.
"Oh..sebentar..!" kata petugas itu yang kemudian melihat kedalam ruang atraksi.
Dan dilihatnya Jack dan yang lainnya sedang membagi uang saweran penonton.
"Jack...!" panggil petugas tiket itu pada salah satu pemotor tong setan.
"Ya...ada apa..?" tanya Jack yang kemudian memasukan uang di dompetnya dan menghampiri petugas tiket itu dengan setengah berlari.
Rambut Jack yang panjang seperti bergoyang saat Jack menghampiri petugas tiket itu.
"Ada yang mencarimu..?!" ucap Jack yang sudah di hadapan petugas tiket itu.
"Siapa..?" tanya Jack yang penasaran melihat keluar pintu arena.
"Jack..!" panggil Kiran yang menyembul dari luar pintu arena.
"Kiran..!!" ganti panggil Jack.
__ADS_1
"Jadi benar salah satu pemotor itu kamu..!!" ucap Kiran yang begitu lega karena rasa penasarannya terjawab.
"Iya, aku cari kerja sampingan. Maklumlah aku anak pertama yang harus membiayai dua orang adikku yang masih sekolah, dan seorang anak dan ibuku yang sedang sakit-sakitan.
"Ibumu sakit Jack..?" tanya Kiran yang prihatin akan keadaan Jack.
"Iya, setahun ini sakit asam lambung. Sedangkan Bapak aku sekarang tak tahu dimana." Jawab Jack yang menunduk.
"Oh, trus kamu bilang tadi anak? kamu sudah punya anak..?" tanya Kiran penasaran.
"Anakku seorang putri, berumur dua tahun..!" kata Jack yang terlihat menutupi kesedihannya .
"Jack boleh aku bantu sedikit buat pengobatan ibu kamu..?" tanya kiran yang kemudian mengambil dompet dari dalam tasnya.
"Kamu mau apa Kiran..?" tanya Jack saat melihat Kiran yang sedang membuka dompetnya.
"Titip sedikit buat ibu..!!" jawab Kiran yang mengambil beberapa lembar uang ratusannya.
"Tidak usah..!! masukkan kembali uang kamu Kiran..! aku masih sehat, aku masih mampu menghidupi keluargaku..! simpan kembali uang kamu." kata Jack sedikit meninggi.
"Tapi Jack, ini kan buat ibu..! bukan buat kamu..!!" seru kiran sedikit memaksa.
"Ibuku itu kewajiban ku, Kiran..! kamu bukan siapa-siapa aku..! simpan saja uang kamu...! atau kita tak lagi bersahabat..!!" ucap Jack yang menatap Kiran dengan tajam.
Melihat tatapan Jack yang dalam itu, membuat Kiran sedikit bergidik.
"Baiklah..! kalau itu maumu..!" kata Kiran yang kemudian memasukkan kembali uangnya dalam dompetnya.
"Kiran bersama siapa ya? masak gadis kalem begitu punya teman yang urakan..? mana pakaiannya serba hitam, gondrong pula..?" kata dalam hati Alfin.
"Hmm...jadi Kiran itu mudah luluh hatinya..? dan dia anaknya royal..!!" kata dalam hati Alfin lagi saat melihat Kirana yang berusaha menyodorkan uangnya untuk pengobatan ibu temannya itu.
"Kiran..!!" panggil Alfin dari belakang Kiran, dan Kiran pun menoleh.
"Eh Alfin..!!" balas Kiran sambil tersenyum
"Main tinggal aja..!" seru Alfin yang menghampiri Kiran dan Jack.
"Jack..! kenalin ini Alfin yang kerja jadi Sales Kompor dekat apotik dekat rumah mbak Ana...!!" kata Kiran yang memperkenalkan Alfin pada Jack.
"Alfin dan kenalin ini Jack temannya sahabatku. Jadi temanku juga..! he..he..!" kata Kiran yang memperkenalkan Jack pada Alfin.
Kedua laki-laki itu, saling berjabat tangan dan saling memperhatikan satu sama lainnya.
"Hm..sedikit mirip Julian..!" bisik Jack pada Kiran.
"Ya itulah aku penasarannya..!!" balas bisik Kiran pada Jack.
__ADS_1
"Kiran sebaiknya kita pulang.." kata Alfin saat tak enak hati melihat Kiran dan Jack saling berbisik.
Kiran tak menjawab, tapi dia malah bertanya pada Jack.
"Jack, apa kamu kembali ke Warung kopi..?"
"Iya, aku kan tidurnya disana..!" jawab Jack sambil menyalami teman-temannya pengurus arena tong setan.
"Alfin maaf aku ikut Jack..!" kata Kiran sambil menangkupkan telapak tangannya.
"Kau memilih dia..?kenapa kau memilih dia..? apa kamu tak takut di apa-apain dia..?" tanya Alfin yang gusar.
"Apa maksudmu diapa-apain..?" tanya Jack sedikit kesal.
Mengetahui situasi sedikit memanas, Kiran merasa tak nyaman.
"Maaf ya Alfin, saya lebih dulu kenal Jack . Dan saya tahu Jack itu seperti apa..! aku percaya Jack orang baik.! Maaf ya Alfin, lagi pula kami searah. karena aku mau tinggal sementara di tempat kos sahabatku..!!" ucap Kiran yang sekaligus meredam emosi kedua laki-laki itu.
"Apa mbak Ana keluar kota lagi..?" tanya Jack pada Kiran.
"Iya..!" jawab Kiran
"Hai brother..! maaf kami tinggal ya..!!" pamit Jack dan mengajak Alfin salaman versi cowok sama cowok.
Alfin pun meladeninya dan mengulas senyum kecutnya.
Kiran dan Jack pun meninggalkan Alfin.
Dan tak berapa lama, Anjar dan Erika menghampiri Alfin.
"Tumben kamu yang di tinggalkan cewek..! biasanya kamu yang meninggalkan mereka setelah kamu morotin mereka..! he..he..!" goda Anjar yang memegang tangan Erika.
"Nggak apa-apa sekarang aku kalah..! Lihatlah..besok dia akan bertekuk lutut padaku...!" ucap Alfin dengan geramnya.
"Sudah-sudah..! ayo kita balik..! besok kita masih harus habisin stok kompor, karena akan datang model terbaru..!!" ucap Erika yang bertugas sebagai penanggung jawab gudang di kantor dimana Alfin dan Anjar bekerja.
Ketiganya berjalan menghampiri sepeda mereka yang terparkir di tempat parkir.
Dan perlahan, mereka meninggalkan pasar malam itu
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...