
Pukul 16.00 Wib, Kiran dan Atun sudah keluar dari tempat kerjanya.
"Atun, nanti aku ke rumahmu agak malam ya..! aku lupa ada janji nih sama teman, dia mirip Julian..!!" kata Kiran dengan mengulas senyum.
"Kau ini, baru beberapa hari ditinggal Julian, sudah ada penggantinya..!!" seru Atun yang masih berjalan beriringan dengan Kiran.
"Namanya aja baru kenal, belum bisa di katakan pengganti Julian. Walaupun dia itu mirip..!!" kata Kiran.
"Kapan-kapan kenalin ya..!!" ucap Atun pada yulia.
"Iya, kalau dah cocok ya..!! ini juga baru kenalan..!" kata Kiran, dan mereka sudah sampai di depan pintu pagar rumah Ana.
"Janji ya..!!" kata Atun sambil melambaikan tanganya.
"Iya...janji, nggak mampir dulu..?" jawab sekaligus tanya Kiran pada Atun.
"Nggak..! mau private loundry...! he..he..!" kata Atun dengan cengengesan.
"Bilang aja nyuci baju dan menyeterika..!" balas Kiran sambil tersenyum.
"Iya itulah Assalamu'alaikum..!!" salam dari Atun sambil melambaikan tangannya.
"Wa'alaikumsalam..!" jawab Kiran sambil melambaikan tangannya.
Kiran pun masuk dalam rumah dan segera mandi dan menunaikan sholat Ashar.
Setelah itu Kiran makan dan berberes-beres rumah, karena beberapa hari kedepan dia akan tinggal di kos Atun.
"Beres-beres sudah, saatnya berkemas-kemas nih..!" kata Kiran sambil mengambil beberapa pasang bajunya dan barang-barang lain kebutuhannya.
Adzan Maghrib pun berkumandang, Kiran lekas menunaikan ibadah sholat Maghrib .
Setelah sholat Maghrib ,Kiran merias tipis wajahnya dan meninggalkan rumah dengan membawa tas Ranselnya.
Kiran melangkahkan kakinya menuju ke apotik, karena sebelumnya dia ada janji dengan Alfin bertemu di depan kantornya.
Di depan kantornya, Alfin sudah menunggu bersama teman- temanya.
"Assalamu'alaikum..!!" salam Kiran pada Alfin dan dua teman Alfin.
"Wa'alaikumsalam...!!" jawab Alfin dan dua temannya.
"Hei Kiran, Oya ini kenalin Anjar dan Erika." kata Alfin yang memperkenalkan kedua temannya pada Kiran.
"Kiran...!" balas Kiran sambil mengulurkan tangannya dan di sambut oleh kedua teman Alfin itu.
"Ayo kita berangkat..!" ajak Alfin pada semuanya, yang kemudian mereka menuju ke dua kendaraan sepeda motor.
"Kami nggak apa-apa kan kalau naik sepeda motor..?" tanya Alfin sambil menyerahkan helm pada Kirana.
"Nggak apa-apa, dari pada jalan kaki..!" kata kiran yang kemudian memakai helm dari Alfin.
Dan ke empatnya pun menuju ke alun-alun kota, tempat di mana ada pasar malam.
"Ayo kita keliling, kami mau naik wahana di sini Ran..?" tanya Alfin.
__ADS_1
"Jalan-jalan aja ya..! pusing lihatnya..! he..he..!" kata Kiran yang melihat ke sekitarnya.
Mereka pun berjalan bersama-sama dan sesekali berhenti di wahana permainan.
Saat di wahana permainan lempar bola, dengan usahanya yang lumayan keras, akhirnya Alfin bisa mendapatkan sebuah boneka Teddy bear warna coklat yang berukuran sedang.
"Terimalah boneka ini untukmu sebagai tanda persahabatan kita...!" kata Alfin dengan gaya romantisnya dengan cara berlutut di hadapan Kiran.
"Alfin..apa-apaan pakai berlutut segala..!" kata Kiran yang tersipu malu.
"Terima dulu...! ini hadiah untuk persahabatan kita ..!" kata Alfin yang sangat berharap.
"Udah terima saja, kan persahabatan..!!" ucap Erika sambil menyenggol tubuh Kiran dengan siku tangan kanannya.
"Iya sana..!" kata Anjar.
"Iya deh, Kiran terima. Makasih ya bonekanya..!" kata Kiran sambil memeluk boneka Teddy bear tersebut.
"Makasih ya Kiran, jadi mulai saat ini kita bersahabat ya..!"kata Alfin yang masih berlutut.
"Iya, tapi kamu berdiri ya..!" kata kiran yang memberi kode pada Alfin untuk berdiri.
Alfin pun berdiri dan mengusap- usap lututnya yang terkena tanah.
"Ayo kita kesana, kok ada kerumunan disana...!" seru Erika yang penasaran.
Dan mereka pun berjalan menghampiri kerumunan itu.
Ternyata ada atraksi badut, mereka ada yang bermain roda satu sampai jugling bola kasti
Mereka meminjam bola-bola tersebut dan mereka berdua berkompetisi bermain jugling bola kasti tiap orang empat bola.
Keadaan pun menjadi riuh, dan penonton pun terbagi dua.
Ada yang mendukung Alfin yang kebetulan memakai kaos warna biru dan ada yang mendukung Anjar yang memakai kaos warna putih.
"Biru....biru...biru...!!"
"Merah...merah...merah...!!"
Sorak-sorai penonton yang menyaksikan kompetisi itu.
Kiran dan Erika dibuat terpesona karena aksi keduanya.
Dan akhirnya Jugling bola itu di menangkan oleh Anjar.
"Al..payah kau sekarang..!" canda Anjar yang kemudian mengembalikan bola-bola kastinya pada si badut.
"Kapan-kapan aku balas kekalahan ku..!!" seru Alfin yang juga mengembalikan bola kastinya pada si badut.
"Mas..mas..tunggu..!!" seru si badut saat mereka berdua akan meninggalkan badut-badut itu.
"Ada apa ya..?!" tanya Anjar heran.
"Karena mas nya tadi bermain dan mengundang banyak penonton, ada sedikit hadiah dari kami...!!" jawab si badut itu.
"Hadiah..?!" Anjar dan Alfin saling pandang.
__ADS_1
"Ini ada empat tiket ke wahana tong setan untuk mas-mas sama pacar-pacarnya." jelas badut itu.
"Oh, makasih ya..!!" kata Alfin dan Anjar bersamaan.
Dan mereka pun menghampiri Kiran dan Erika.
"Kita ke wahana tong setan..! lumayan dapat tiket gratis..!" kata Alfin.
"Tong Setan..? setan kok di tonton..!" celetuk Kiran yang memang nggak tahu apa wahana tong setan itu
"Tong setan bukan berarti kita nonton setan Kiran..!" ucap Alfin yang di barengi ketawa oleh ketiga orang dihadapan Kiran.
"Lalu apa..?" tanya Kiran penasaran.
"Ayo kita kesana langsung ya..!" ajak Anjar dan mereka pun melangkah ke wahana tong setan itu.
Setelah menyerahkan tiket, keempatnya naik ke tangga yang lumayan tinggi.
"Dalam Tong setan, kita bisa melihat seorang pemotor memperlihatkan aksinya riding dengan motor di jalanan yang miring." jelas Alfin saat mereka sudah berada di atas.
"Oh, jadi mereka akan melewati papan ini dengan sepeda motor..?" tanya Kiran yang penasaran.
"Iya..!" kata Alfin yang kemudian mencoba merangkul Kiran yang sedang melihat ke bawah.
Merasakan ada tangan yang menggelayut di bahunya, kiran berusaha melepaskannya.
"Maaf ya Al..! kita belum muhrim..!" kata Kiran yang kemudian sedikit menjauh.
"Maaf..!!" kata Alfin yang kecewa dan dia memandang ke arah Anjar yang sedang memeluk Erika.
Keluarlah dua orang pemotor yang sedang menguji coba motor mereka.
Semua memperhatikan pemotor itu, termasuk Kiran.
"Jack..!!" panggil Kiran lirih saat melihat salah satu pemotor itu.
"Apa kamu kenal dengan salah satu pemotor itu..?" tanya Alfin penasaran, karena kedua pemotor itu semuanya laki-laki berambut panjang, dan memakai kaos hitam.
"Sepertinya sih..! mirip teman saja..!!' jawab Kiran yang terus menatap pemotor yang dia kira si Jack, pemilik Warkop yang juga teman Atun.
Tak berapa lama, acara di mulai dan para pemotor itu mulai menjalankan motornya.
Semakin kencang pemotor menggeber motornya, semakin kencang juga sorak sorai penonton melihat aksi pemotor itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1