Love In Underground

Love In Underground
Julian koma ll


__ADS_3

"Apa..kamu bohong kan?" tanya ILO tak percaya.


"ayo masuk dulu nak Gilang" ajakan Ibunda ILO saat keluar rumah karena mendengar suara mereka berdua.


Dan mereka pun segera masuk ke dalam rumah. Dan segera duduk di ruang tamu.


"Coba ceritakan apa yang terjadi" Kata ayah ILO.


Setelah semuanya duduk di Sofa ruang tamu.


Sedangkan Bunda ILO setelah menyiapkan minuman, ikut mendengarkan cerita Gilang.


Kemudian Gilang pun bercerita mulai sepulang dari acara semalam sampai bertemu ILO.


"Ayah, Bunda tidak bisa membayangkan bila Kiran tahu"kata bunda Kiran sedih setelah mendengarkan certita Gilang.


"Gilang, nanti ajaklah Kiran bersama Atun."kata ILO.


"Seandainya badanku sudah pulih benar,aku ikut ke jenguk Julian" lanjut ILO sedih.


"Jenguk Julian....?Julian kenapa?" sahut seorang gadis yang baru masuk rumah, tanpa sengaja mendengar percakapan mereka.


"Gilang..kenapa Julian? jawab...?" tanya gadis itu berulang-ulang yang tak lain adalah Kiran yang baru pulang kerja.


"Atun katakan pada Gilang, Julian kenapa?" tanya Kiran sambil memegang tangan Atun yang dari tadi di samping Kiran.


"Mas Gilang, sejak semalam Kiran Inya firasat tidak enak.Sampai tidak bisa tidur dan tadi di kantor Kiran juga tidak konsentrasi dalam bekerja. Selalu membuat kesalahan. Sebaiknya katakan saja.." kata Atun


"Kiran, Julian sedari semalam tidak sadarkan diri. Sekarang ada di ruang UGD rumah sakit. Julian koma" jelas Gilang.

__ADS_1


"Julian, padahal semalam kita masih bercanda" kata Kiran lirih.


"Kiran dan Atun cepat kalian ganti baju dan sholat. Lalu jenguklah Julian, siapa tahu dengan kedatangan Kiran, Julian bisa sadar dari komanya"perintah Bunda Kiran.


Kiran dan Atun bergegas melaksanakan perintah Bunda Kiran.


Tak seberapa lama, Kiran dan Atun keluar dari kamar.


"Kiran,kendalikan emosimu.Yang sabar ya Nak. Teruslah berdoa yang terbaik buat Julian dan kamu" nasehat Ibunda Kiran sambil memeluk anak gadisnya itu.


"Kamu yang tabah ya Ran" ILO pun memeluk Adiknya, dia seakan tau kalau adiknya nanti butuh pelukan ini dan di susul sang ayah uang juga memeluk putri bungsunya supaya putrinya tegar dalam menghadapi situasi apa pun.


"Kamu harus kuat, agar Julian bisa bertahan" nasehat Ayah Kiran


."iya..ayah bunda,mas Ilo Kiran pamit" Kata Kiran sambil mencium punggung tangan kedua orangtuanya dan juga kakaknya, disusul dengan Atun.


***


Sesampainya di rumah sakit, Tahu Kiran datang,


Helen langsung memeluk Kiran. Gadis itu berusaha untuk tenang. Papa dan Mama Julian ikut memeluk Kiran.


Kemudian Kiran melihat Julian dari jendela kaca.Tanpa sadar, air matanya jatuh kepipi.


orang yang biasa mengusap air matanya, terbujur tak berdaya di atas tempat tidur.


Tiba-tiba tangan Julian bergerak.


"Julian...Julian..suster...dokter..Julian sadar!" teriak Kiran saat tau ada pergerakan dari tangan Julian.Suster dan dokter segera masuk ke ruangan tempat Julian terbaring.

__ADS_1


Semuanya melihat dari jendela kaca, tanpa kecuali Kiran.


Setelah diperiksa dokter, Julian di pindahkan ke ruang perawatan.


"Pasien sudah boleh di jenguk.jangan biarkan dia berpikir keras dulu, sementara ini pasien belum bisa bicara." jelas dokter jaga tersebut


."iya dokter" jawab Kiran sambil menuju ke ruangan Julian.Satu persatu mereka mendekati Julian, Julian hanya diam tak merespon.


"Julian, cepat sembuh ya. Papa dan mama janji nggak akan pergi-pergi lagi." kata Papa Julian sambil mencium kening putranya.


"Mama janji akan selalu masak-masakan kesukaanmu” kata mama Julian sambil mengecup kening buah hatinya.


Air matanya pun menetes. "Adikku sayang,mbak janji nggak akan kabur lagi.Mbak juga ingin menikah.Kamu lekas sembuh ya biar bisa lihat mbak menikah" Isak Helen sambil mencium kening adiknya.


Sementara itu Kiran, gadis itu terduduk lemas. Dadanya sesak dan tak bisa membendung air matanya yang terus menetes di pipinya.


Atun memeluk dan membelai rambut sahabatnya ."Julian cepat sembuh, ayo kita ke sanggar bareng lagi. Kita lihat aksi panggung Totag" kata Atun.


"Mas Julian, tinggal selangkah lagi kita menikah. Kiran rindu suara kamu, Kiran rindu rayuan kamu, Kiran rindu kasih sayang kamu..


Usaplah air mata Kiran, Mas Julian kan sering lakukan itu..." kata Kiran sendu, gadis itu memegang tangan Julian dan mengusapkan punggung tangan Julian ke pipinya.


Seolah ingin Julian menghapus air matanya yang tak berhenti menetes ke pipinya.


***


Mohon dukungannya ya..


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2