
"Jack..! jadi kamu mau serius sama adikku Kiran..?" tanya Ana sebagai kakak tertua Kiran.
"Iya, saya akan terima Kiran secara lahir dan batin, asal kan Kiran mau menerimaku apa adanya. Secara saya duda anak satu yang mempunyai ibu sakit-sakitan dan juga dua orang adik yang masih sekolah." jawab Jack semangat.
"Ja..jadi kamu tulang punggung keluargamu ya..?" tanya Helen yang ingin tahu.
"Iya, sejak papa saya meninggalkan kami. Sayalah tulang punggung mereka." jawab Jack tegas.
Helen membisikkan sesuatu pada ILO, dan Iko yang semula makan martabak dengan lahabnya, tiba-tiba berhenti dan seolah berpikir tentang sesuatu.
Kiran merasakan sesuatu yang lain dari sikap Helen, kakak perempuan Julian itu.
"Jack, apa kamu yakin bisa menghidupi Kiran..? dengan penghasilan kamu dari warung kopi saja kamu harus membiayai anak dan adik-adikmu, belum ibu kamu yang sakit-sakitan. Dan juga Kiran yang sedang hamil dan nanti punya baby..? apa kamu yakin bisa menafkahi mereka semuanya..??" tanya ILO yang berpikir keras.
"Sudah aku duga, pasti aka bilang seperti itu..!" batin Kiran.
"Mas, maksudnya Jack nggak bisa ngasih aku nafkah gitu kah maksud mas ILO..? kan Kiran punya tabungan dan Kiran bisa kerja..!!" jelas Kiran.
"Kiran, aku ingin Jack yang jawab. Bukan kamu..! lagi pula..! kalau semua keperluan kamu kamu tanggung sendiri...? apa gunanya kamu punya suami..!!" seru ILO yang menasehati Kiran.
"Mbak rasa ILO benar, mbak nggak ingin kisah mbak sama mas Angga terulang padamu..!! Lagi pula, Bapak dan ibu apa suka punya menantu yang punya rambut panjang, melebihi putrinya..?" tanya Ana yang membuat Kiran dan Jack bak terkena petir di waktu hujan.
"Duaaarr....!!"
Kata-kata dari kedua kakak Kiran itu langsung menusuk ke jantung Jack.
Kata-kata itu telah mewakili bahwa mereka tak merestui hubungan Jack dan Kiran.
"Di saat aku sudah mulai bisa jauh dari bayang-bayang Julian, kenapa kalian kenapa kalian membuat aku jatuh kembali..?" ucap Kiran seraya meneteskan air matanya.
"Kiran...!" panggil Jack yang khawatir akan konfisi Kiran saat ini yang seharusnya tak boleh stress.
"Masalah nafkah, insya Allah aku bisa menafkahi Kiran sebagai seorang istri. Sedangkan untuk tabungan Kiran biarlah untuk keperluan Kiran dan bayinya kelak..!!" ucap Jack mantap.
"Dan satu lagi.. Demi Kiran, saya rela memotong rambut saya sesuai keinginan Kiran." kata Jack penuh keyakinan.
Ana, ILO dan Helen terdiam, mereka tak bisa berkata-kata apa-apa lagi.
"Mbak Ana, mas ILO...restui kami..?" pinta Kiran dengan tersedu-sedu.
Ana menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya secara pelan-pelan.
"Baiklah..kami akan merestui, jika ayah dan bunda juga merestui kalian. Berjuanglah untuk mendapatkan restu kedua orang tua kita." ucap Ana yang mengubah posisi duduknya.
__ADS_1
Kiran dan Jack menarik nafas sedikit lega, tapi mereka masih harus berjuang demi mendapatkan restu kedua orang tua Kiran.
"Berhubung sudah malam, saya mohon undur diri. Mbak Ana, mas ILO dan Mbak Helen, terima kasih banyak...!!" pamit Jack seraya bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan untuk ketiga orang yang di sebutkan itu .
Ana dan yang lainnya pun menyambut uluran tangan si Jack.
"Assalamu'alaikum..!!" ucap salam si Jack.
"Wa'alaikumsalam...!!" jawab Ana, ILO, Helen dan Kiran yang hampir bersamaan.
Jack keluar rumah di antarkan oleh Kirana. Mereka berdua berbincang sebentar di teras rumah.
"Jack, hati-hati di jalan ya..!" pesan Kiran.
"Iya, tapi kamu juga ya..! lekas tidur, dah malam..jaga kesehatan kamu..!!" balas pesan Jack.
"Baik, daaa..Jack..!!" seru Kiran seraya melambaikan tangannya.
"Daaa..Kiran..!!" balas Jack seraya memakai helmnya.
"Assalamu'alaikum...!!" salam pamit Jack.
"Wa'alaikumsalam..!!" balas Kiran yang terus melambaikan tangan dan memandang Jack sampai hilang dari pandangannya.
"Ran..? kamu serius dengan laki-laki seperti itu..?" tanya Helen tiba-tiba.
"Memangnya kenapa ya mbak Helen..!?" tanya Kiran yang penasaran.
"Dia kan kucel, rambut panjang dan mukanya seram..!" jawab Helen sambil bergidik.
"Kalau masalah fisik, apa bedanya dengan mas Julian dulu mbak..? Mas Julian dulu juga begitu..!" ucap Kiran yang sebetulnya sedikit kesal dengan pertanyaan Helen.
"Satu lagi mbak Helen, kalau takut warisan dari Julian habis, lebih baik mbak Helen dan keluarga ambil lagi. Saya Ikhlas kok..!" kata Kiran yang kembali meneteskan air matanya.
"Kiran, kenapa kamu bicara seperti itu..?" tanya Ana yang kemudian mendekat pada Kiran dan memeluknya.
"Mbak Helen, yang akan menikah dengan Jack itu aku. Kalau masalah finansial..! apa bedanya dengan mas ILO..? Mas ILO kan juga nggak punya apa-apa sejak usahanya di porak-porakkan Mas Angga...!! Jack juga nggak mau di posisi seperti ini, tapi menafkahi keluarganya adalah kewajibannya sebagai anak pertama sekaligus anak laki-laki..!" kata Kiran dengan diiringi Isak tangisnya.
"Kiran...!!" panggil Helen dan Ko bersamaan.
"Apa mbak Helen tahu rasanya di khianati? hiks...!" ucap Kiran seraya menyeka air matanya
"Apa maksud kamu..?" tanya Helen yang penasaran.
__ADS_1
"Jack dan ibunya telah di khianati orang yang mereka kasihi. Papanya Jack pemilik perusahaan Sabun X dan istrinya Jack adalah karyawan di perusahaan papanya Jack. Dan mereka berselingkuh...! bagaimana menurutmu mbak Helen..?" tanya Kiran yang membuat Ana, ILO dan Helen sangat terkejut.
"Ya, Allah...tragis sekali. Ma'afkan aku Kiran, bukan maksud aku...!!" kata Helen yang kemudian ikut memeluk Kiran.
"Lepas...lepaskan aku..!! ngap tau di peluk dua orang..!!" seru Kiran yang mengatur nafasnya.
"He..he.. ma'af ya Ran..!!" ucap Helen dan Ana hampir bersamaan.
"Iya..!" balas Kiran yang kemudian mengambil air minum di dapur.
"Aku hanya mendoakan semoga kamu dan Jack bisa bahagia dan langgeng dan semoga tidak seperti pernikahanmu yang pertama." kata Ana setelah minum minumannya.
"Makasih mbak Ana..!!" balas Kiran.
"Kiran, mbak Helen dan mas ILO juga minta maaf jika sempat berprasangka buruk pada Jack...!!" kata Helen yang penuh penyesalan.
"Iya, Kiran sudah ma'afkan sebelum kalian minta ma'af, Kiran juga minta ma'af jika Kiran sedang sensitif, mungkin bawaan bayi." kata Kiran seraya mengelus perutnya.
"Oiya aku mau punya keponakan..!!" seru Helen penuh ceria.
Mereka kemudian bercerita dan bersendau gurau bersama.
Tak terasa jam dinding menunjukkan jarum sepuluh malam.
ILO dan Helen berpamitan, Ana dan Kiran mengantarkan mereka sampai didepan teras.
"ILO dan Helen meninggalkan rumah Ana perlahan dan dengan kecepatan sedang.
Setelah mereka menghilang dari pandangan, Kiran dan Ana mengunci pagar dan pintu rumah.
Kemudian mereka berdua menuju ke peraduan masing-masing untuk beristirahat.
...~¥~...
...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1