Love In Underground

Love In Underground
Bertemu Anak Didik Julian


__ADS_3

Sementara itu Kiran bersama Alfin melaju ke daerah perkotaan, di mana Kiran belum pernah menjejakkan kakinya ke sana.


Kiran melihat ponselnya di dalam tas, dan ternyata ponselnya dalam keadaan lobet alias batu lemah.


"Ya Allah aku lupa semalam tidak aku charge..!! mana nggak bawa power Bank juga...!" kata dalam hati Kiran.


"Al..ini di mana ya..?" tanya Kiran yang terus mencari tulisan lokasi.


"Masih di Surabaya juga..!" jawab Alfin yang terus menatap ke depan.


"Bagaimana mencharge ponselku ya..? aku harus berpikir..! ah..tadi kan aku sempat bilang mau servis ponselku..! yah..ke counter handphone...!!" kata dalam hati Kiran.


"Kita berhenti di counter handphone dulu ya..ya..!" pinta Kiran memohon.


"Mau ngapain sih..?" tanya Alfin kesal.


"Nggak tahu nih..! ponselku tiba-tiba nggak bisa di buka, gelap..!!" kata Kiran yang bohong tapi ada benarnya juga.


(Ponsel yang kehabisan baterai, kan memang nggak bisa di buka. He..he..)


"Perlu di flash kali..!!" ucap Alfin yang kesal dan dia pun menepi di sebuah kios counter handphone.


"Mungkin saja..!!" balas Kiran.


Dan mereka pun segera turun dan melangkahkan kaki menuju Counter handphone tersebut.


"Al, aku haus nih .! bisa carikan es kelapa muda nggak..?" pinta Kiran yang memang sengaja membuat Alfin menjauh sebentar.


"Oke, tunggu di sini ya..!!" ucap Alfin yang kemudian pergi meninggalkan Kiran sendiri berada di counter ponsel tersebut.


"Cak, beli voucher kuota ya..! tapi sebelumnya bisa nitip charge ponsel saya ya..? sembari nunggu teman saya beli es kelapa muda..! " pinta Kiran pada penjaga counter ponsel tersebut.


"Boleh saja..! mana ponselnya..!" kata penjaga counter tersebut.


Kiran pun memberikan ponselnya dan kemudian dia memilih voucher kuota yang sesuai Sim Card nya.


Setelah dapat Kiran pun membayarnya.


"Cak Teguh..! kaosnya taruh di mana..??" tanya seseorang yang membawa beberapa kodi kaos yang sudah di sablon.


Kiran pun seperti tak asing mendengar suaranya. Dan dia pun segera menoleh.


"Andi .!!" panggil Kiran saat mengetahui siapa pemilik suara yang di dengarnya tadi.


"Mbak Kiran..!!" balas Andi yang kemudian mencium punggung tangan Kiran.


Andi adalah salah satu anak jalanan yang menjadi anak didik mendiang suaminya Julian.


📆 Flash back on..


Kita nanti mampir ambil pesanan dulu ya" kata Julian setelah menepi di sebuah restoran.

__ADS_1


"Iya" jawab Kiran."Kamu tunggu disini dulu ya" kata Julian yang segera turun dari mobil. Dan masuk ke dalam restoran tersebut.


Tak berapa lama, Julian keluar dari restoran beserta dua orang karyawan yang tiap tangan mereka membawa tumpukan kardus nasi kotak.


"Terima kasih atas bantuannya ya mas" kata Julian saat semua kardus nasi tersebut masuk dalam bagasi mobilnya.


Kemudian Julian segera masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanannya.


Kiran melihat pemandangan yang di lewatinya.


Julian melirik ke arah Kiran.


"Kiran.." panggil Julian."Ya..." jawab Kiran yang kemudian menoleh ke arah Julian.


"Aku ingin dipeluk lagi" kata Julian sambil melirik pada Kiran.


"Dasar ih.." kata Kiran sambil mencubit lengan Julian.


"*Auw..sakit!" kata Julian pura-pura.


"Biarin wekk..."kata Kiran.Mereka pun tertawa*.


Julian pun menepi di sebuah perkampungan kumuh.Julian mengajak Kiran turun, dan mereka masuk ke perkampungan tersebut, kemudian berhenti disebuah gubuk.


Dalam gubuk, ada seorang anak yang sedang mempersiapkan buku-buku.


"Andi..apa belum ada yang datang?" tanya Julian pada anak laki-laki tersebut.


Andi ini salah satu anak jalanan yang disekolahkan di sekolah umum oleh Julian.


Diluar jam sekolah,Anak itu membantu Julian dalam mengajar anak-anak jalanan.


Benar saja, satu persatu anak-anak berdatangan. kemudian mereka memulai belajar mengajarnya. Kiran yang memperhatikan sedari tadi, larut dalam keterharuannya.


Setelah satu setengah jam lamanya,Julian beserta Andi dan seorang anak keluar ruangan. mereka menuju mobil Julian dan mengambil makanan yang tadi di bawa Julian.


📆Flash back off..


"Kamu ngapain di sini Ndi..?" tanya Kiran saat melihat Andi membawa kaos-kaos yang sudah di sablon dalam jumlah banyak itu.


"Bantu mas Gilang ngantar pesanan Mbak, lumayan buat nambah uang jajan..!!' jawab Andi yang kemudian memberikan nota kepada Teguh si penjaga counter handphone


"Ouh...!!" kata Kiran.


"Oiya mbak..! ini buat mbak Kiran. Anggap saja kenang-kenangan dari saya..!"ucap Andi yang kemudian memberikan kaos lengan panjang warna hitam bertuliskan kata Love In Underground dan bergambar seorang wanita bersayap seperti bidadari.



"Bagus sekali...!!" puji Kiran yang melihat sablonan kaos itu.


"Ini saya yang buat mbak..! Terinspirasi kisah cinta mbak Kiran sama mas Julian. Dan Alhamdulillah banyak yang memesan..!" kata Andy bersemangat sambil menerima uang dari Teguh dan menghitungnya.

__ADS_1


Setelah itu di masukkan dalam tasnya.


"Alhamdulillah semoga lancar dan terus berkembang..! Aamiin ya Robbal Alaamiin...!!" Do'a kiran.


"Aamiin ya Robbal Alaamiin..!" sahut Andi dan Teguh bersamaan.


"Aku juga pesan nih mbak..!!" kata Teguh yang kemudian menunjukkan sebuah kaos hitam dengan lengan pendek yang bergambar sablon sama persis dengan kaos di tangan Kiran.


"Wah, laris manis ya Ndi..!!" ucap Kiran yang ikut bahagia.


"Aamiin...! maaf mbak, aku buru- buru nih..! mau ngantar pesanan lagi, kapan -kapan mampir ke perkampungan kumuh mbak..! anak-anak kangen sama mbak Kiran..!!" kata Andy yang kemudian Dia naik ke atas sepeda motor, sepeda motor itu adalah sepeda motor Julian dimana ada kenangan Kiran dan Julian di atas sepeda motor itu.


"Iya , Insya Allah..! kalau ada waktu pasti kesana..!" ucap Kiran.


Andi pun menganggukan kepalanya dan kemudian berpamitan.


"Assalamu'alaikum...!!" pamit Andy saat memakai helmnya.


"Wa'alaikumsalam..." balas Kiran dan juga Teguh bersamaan.


Tak terasa air mata Kiran jatuh di pipinya, dan kemudian dia menyekanya.


"Ternyata mbak isterinya mas Julian ya..?" tanya Teguh pada Kiran sambil memasukkan kaos-kaosnya dari Andy tadi.


"Iya..!!" jawab Kiran yang kemudian memasukkan kaos pemberian Andy dalam tasnya.


"Tadi sepertinya mbak sama seorang laki-laki? bukannya mas Julian sudah meninggal mbak..?" tanya Teguh yang penasaran.


"Memang mas Julian sudah meninggal dunia, dan orang yang bersamaku tadi mirip dengan mas Julian. Tapi kata teman-teman saya, sifatnya tidak seperti mas Julian. Karena itu saya ingin tahu lebih jauh..!" jelas Kiran yang kemudian memasukkan voucher kuotanya dan mengirim lokasi


nya saat ini pada Atun.


Tanpa melepas charge yang menempel di ponsel.


"O..begitu..!!" kata Teguh sambil melayani pelanggan yang lainnya.


Tak berapa lama, terlihat Alfin menepikan sepeda motornya.


"Cak Teguh, tolong nanti bilang ke teman saya kalau ponsel saya tidak bisa di benerin ya...!!" pinta Kiran yang kemudian melepas charge dan mematikan ponselnya.


"Baik mbak..!!" ucap Teguh yang kemudian bersikap biasa.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel LOVE IN UNDERGROUND ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2